Raja Tak Terkalahkan

Raja Tak Terkalahkan
Chap 39: Lelah


__ADS_3

"Seperti nya aku memang harus menjadi kuat, jika tidak menghadapi diri nya yang sekarang sangat lah mustahil, aku akan mengumpulkan Battle Point yang banyak!" Pikir Huan Gan sembari mengepalkan tangan nya dengan raut wajah menahan kesal.


*****


Kubus Awan Surga telah selesai, pria tampan tersebut langsung menurunkan kedua tangannya. Lalu kembali menatap Huan Nieng dan Huan Bie.


"Tanpa membuang waktu lebih lama lagi kita mulai saja duel nya. Apa kalian sudah siap?" tanya pria tersebut sembari melihat mereka berdua.


"Tentu saja!" jawab mereka serempak dengan nada bersemangat.


"Bersiap, mulai!!" teriak pria tampan itu memberi arahan.


Whosss!


Boom!


Huan Bie dan Huan Nieng bersama-sama melesat dengan kecepatan penuh, lalu pukulan mereka saling bertemu satu sama lain di tengah-tengah lapangan. Pukulan itu mengandung Qi yang membuat lonjakan ringan di sekitar.


Boom!

__ADS_1


Huan Nieng dengan cepat melayangkan tendangan nya telak ke perut Huan Bie, dan tendangan itu pun membuat nya harus mundur beberapa langkah ke belakang.


***


Di pinggir arena, Huan Gan menonton duel itu dengan seksama, dia benar-benar memperhatikan pertarungan tersebut dengan serius. Huan Nieng segera mencabut pedang di punggung nya setelah merubah raut wajah serius nya.


Whoss!


Pedang kayu tersebut langsung tertutup Qi berwarna biru laut. Qi yang melapisi pedang kayu Huan Nieng hanya beberapa menit saja, lalu perlahan-lahan Qi itu pun langsung memudar secara perlahan.


Pria tampan yang dari tadu melihat pertarungan antar Huan Bie dan Huan Nieng itu langsung melebarkan mata nya, dia menatap Huan Nieng dengan tatapan tidak percaya sekaligus takjub.


"Padahal tehnik itu sangat susah untuk di pelajari, tapi dia bisa menggunakan nya tanpa takut. Menarik." Gumam pria tampan itu sambil mengelus-elus janggut nya yang panjang itu.


Setelah Qi yang melapisi pedang kayu nya menghilang, Huan Nieng segera memasang kuda-kuda. Sesekali Huan Nieng menarik nafas pelan lalu menghembuskan nafas berat.


Di sisi Huan Bie, dia juga melapisi seluruh tubuh nya dengan Qi, tapi dia lebih banyak melapisi Qi di kedua tangan nya.


Huan Gan sedari tadi sudah tidak sabar ingin melihat pertarungan nya karena dia tahu bahwa pertarungan ini akan menjadi semakin serius.

__ADS_1


Trangg!


Trangg!!


Lalu setelah itu, terdengar suara dentuman pedang, suara tersebut berasal dari arena pertempuran.


Huan Nieng yang menyerang Huan Bie menggunakan pedang kayu nya, sedangkan Huan Bie melawan-nya hanya dengan tangan kosong. Tapi, walau sekilas terlihat hanya tangan kosong sebenarnya tangan nya sudah di lapisi oleh Qi.


Itu juga lah yang membuat tangan nya seperti pedang, kuat seperti besi.


mereka terus bertarung selama 3 jam lama nya, dan di setiap menit nya juga Qi mereka perlahan-lahan mulai habis karena terlalu banyak digunakan.


Dan yang paling banyak menggunakan Qi adalah Huan Bie karena dia menggunakan di sekujur tubuh nya. Sedangkan Huan Nieng hanya sedikit menggunakan Qi karena dia hanya melapisi pedang kayu nya dengan Qi.


Tapi, dia juga menggunakan qi untuk mempercepat gerakan nya. Jadi mereka sama-sama menguras Qi masing-masing. Membuat mereka terengah-engah, bahkan keringat tak habis-habis-nya bercucuran dari tubuh mereka.


Mereka melompat mundur untuk menjaga jarak satu sama lain, Huan Nieng menyeka keringat nya. Sedangkan Huan Bie membiarkan keringat nya bercucuran karena dia cukup kelelahan untuk menggerakkan tangan nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2