Raja Tak Terkalahkan

Raja Tak Terkalahkan
Chap 42: Akhir nya


__ADS_3

"Tunjukkan pada ku kemahiran mu dalam menggunakan pedang itu." Ucap Huan Gan dengan raut wajah serius.


"Baik!" jawab Rei Ju, lalu dia menatap Jun Pal seolah bertanya kepadanya apakah dia sudah siap.


Jun Pal yang melihat tatapan tersebut, langsung menjawab-nya dengan senyuman khas-nya, lalu dia memasang kuda-kuda begitu juga dengan Rei Ju.


~whosssss!


Merekapun saling melesat satu sama lain dengan kecepatan maksimal yang mereka miliki, lalu saat jarak mereka sudah cukup dekat Jun Pal langsung melempar-kan belati-nya satu-persatu ke arah Rei Ju.


Walaupun terlihat sangat cepat, namun Rei Ju bisa melihat belati-belati tersebut dengan sangat jelas. Padahal bagi orang lain yang melihat itu pasti hanya bisa merasa-kan hembusan angin-nya saja.


~Tring!


~Tring!

__ADS_1


Dengan santai-nya, Rei Ju menangkis semua belati itu mengguna-kan pedang Dewi es dan membuat semua belati itu terpental cukup jauh.


Lalu dia mengarah-kan pedang Dewi es ke arah Jun Pal dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari serangan Jun Pal sebelum nya.


Tapi, masih bisa di tahan Jun Pal mengguna-kan belati milik-nya, mereka terus beradu serangan. Dan lama-kelamaan serangan mereka semakin cepat dan kuat bahkan area yang mereka jadi-kan tempat pertarungan mereka menjadi kacau balau.


Dan pertarungan mereka menjadi semakin seru, Huan Gan melihat pertarungan itu dengan seksama namun seperti pertarungan biasa saja. Namun saat lima menit berlalu, pola serangan Rei Ju mulai berubah.


Rei Ju selalu menyerang titik buta Jun Pal, dan jika di lihat dengan teliti Rei Ju seolah sedang menari bersama pedang Dewi es. Serangannya semakin halus, cepat dan kuat.


Wajahnya sudah mulai di penuhi keringat, tapi dia masih kuat bertarung karena sejak awal pertarungan Jun Pal sama sekali belum menggunakan sejumlah Qi.


Dia murni menggunakan kekuatan tubuh nya, dia terus menghindari serangan Rei Ju saat dia hendak menghindar ke samping kiri, Rei Ju dengan cepat memutar tubuh-nya sehingga pedang Dewi es sejajar dengan dada Jun Pal.


Jun Pal yang melihat itu langsung mundur dengan cepat dan membuat tebasan Rei Ju tidak mengenai lengan kiri-nya, tidak sampai disitu. Rei Ju kembali mengayun-kan pedang-nya membentuk huruf L.

__ADS_1


Dan tiba-tiba keluar seberkas cahaya biru dan melesat mengenai telak dada Jun Pal, dia kemudian terdorong beberapa langkah ke belakang. Serangan Rei Ju barusan membuat luka di dada-nya walaupun tidak terlalu dalam, mamun tetap saja darah terus mengalir keluar.


"Baiklah aku akan mulai serius sekarang." ucap Jun Pal sambil terkekeh kecil, lalu dia mengatur posisi kuda-kudanya lalu mengeluar-kan ratusan belati yang sedang melayang mengelilingi-nya.


"Ribuan dewa belati!" ucap Jun Pal, lalu satu-persatu belati itu bergetar.


Dan saat Jun Pal memerintahkan semua belati itu untuk maju dan menyerang Rei Ju, lalu belati-belati itu pun melesat dengan kecepatan penuh ke arah Rei Ju.


Rei Ju yang melihat itu segera melindungi tubuh-nya dengan Qi dan berniat untuk menangkis semua belati itu.


Dan sebagian dari belati itu berhasil dia tangkis, namun sisa-nya mengenai tubuh-nya, tapi belati yang mengenai tubuh-nya tidak membuat luka di tubuh-nya.


Itu semua karena melindungi tubuh-nya dengan qi yang cukup banyak, melihat belati-nya berhasil mengenai tubuh Rei Ju namun tidak memberikan luka. Jun Pal pun memasang raut wajah kesal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2