
Keesokan hari nya, Huan Gan terbangun dari tidur nya yang panjang ketika wajah nya terkena pancaran sinar matahari pagi, memperlihatkan pupil mata biru safir yang indah. Dia membuka jendela kamar nya dan hembusan angin segar masuk ke dalam kamar nya.
Rasa nya dia seperti ingin melanjutkan tidur nya ketika merasakan angin sejuk itu, dia meregangkan tubuh nya serta otot-otot tubuh nya yang terasa nyeri karena sudah lama tak di gerakkan.
Kemudian dia beranjak dari teman tidur, kemudian menuju ke tempat pemandian khusus milik nya, di dalam sana dia membersihkan seluruh kotoran di tubuh nya lalu 15 menit berlalu, kini dia sudah bersih.
Dia pun mengenakan pakaian di dalam lemari nya, di sana ada banyak sekali pakaian milik nya, dia mengenakan pakaian berwarna biru cerah bercampur kuning di setiap kerah baju nya, setelah selesai mengenakan pakaian nya tersebut Huan Gan pun keluar dari kamar nya.
Dia menatap kagum bangunan-bangunan yang dimiliki keluarga Huan, tak bisa dibayangkan betapa megah dan besar nya interior serta luas dari kediaman tersebut, mengingat keluarga Huan adalah keluarga besar ke 4 daru 10 keluarga besar lain nya.
Kemudian Huan Gan berjalan pelan mengikuti jalan kediaman, dia masih menatap kagum kediaman keluarga nya tersebut dan di tengah-tengah kediaman keluarga Huan ada sebuah tempat latihan khusus untuk para anggota-anggota keluarga Huan.
__ADS_1
Nampak begitu banyak orang-orang di sana sedang berlatih, kebanyakan dari mereka masih berusaha 15-17 tahun.
"Sebaiknya aku memperhatikan mereka dari dekat." Pikir Huan Gan, kemudian dia berjalan mendekati lapangan itu lebih dekat. Mereka sangat fokus dalam berlatih hingga tidak menyadari keberadaan Huan Gan yang merupakan Tuan Muda ketiga di keluarga Huan.
Sedangkan Huan Gan sendiri tidak memedulikan nya, "Kakak!!" Tiba-tiba terdengar sebuah suara wanita dari arah belakang Huan Gan, dia menoleh kebelakang dan menemukan sosok wanita muda yang sangat cantik sedang berlari ke arah nya sembari melambaikan tangan nya.
Dia sangat cantik dengan rambut hitam pekat panjang dengan campuran warna putih serta rambut yang di kuncir dua kebelakang.
"Aku selalu percaya, bahwa kakak pasti aku sadar! Kaka itu sangat kuat." Ucap Huan Nieng sembari memeluk erat tubuh Huan Gan.
"Yah, untung saja aku kuat." Balas Huan Gan dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Apakah kau ingin berlatih?" Tanya Huan Gan ketika dia melihat pedang kayu di belakang punggung nya, karena penasaran dia pun bertanya.
"Hem, aku menerima tantangan dari Huan Fu karena seperti nya dia ingin benar-benar menjadikan ku pecundang, padahal aku jauh lebih kuat dari nya." Jawab Huan Fu sambil mengangguk pelan, kemudian dia menunjuk seorang pria muda berusia 16 tahun yang sedang duduk di sudut lapangan dengan mata yang terpejam.
"Oh, rupanya dia, sekilas dia terlihat kuat." Ucap Huan Gan.
"Tidak, dia hanya sedikit lebih lemah dariku karena dia itu terlalu memandang tinggi diri nya sehingga melupakan hal penting dari menjadi seorang kultivator." Ucap Huan Nieng sambil menyilangkan kedua tangan nya.
Dia adalah Huan Bie, dia baru saja menginjak usia 16 tahun dan dia sudah berada di level 32, yang mana itu sudah menjadi prestasi besar di dalam keluarga besar Huan. Walaupun dia bukan si jenius pertama tetapi menginjak jenius ketiga di keluarga Huan sudah menjadi sebuah kebanggaan.
Bersambung...
__ADS_1