Raja Tak Terkalahkan

Raja Tak Terkalahkan
Chap 41: Terbawa


__ADS_3

"Maka ras bangsa naga bisa menghabisi bangsa iblis yang hina itu! dan juga bangsa Dewa yang ingin memusnahkan bangsa kita dan ke-empat ras bangsa mahkluk suci lain-nya." lanjut-nya dengan nada yang sangat sopan dan hormat.


Lalu, patung tersebut pun mulai bersinar terang dan bergetar. Sinar tersebut berwarna merah keputihan, saking terang nya raja itu pun terpaksa harus menutup mata-nya.


*****


Bersama-an dengan itu, di tempat Huan Gan, tubuh nya juga tiba-tiba bergetar saat dia sedang latihan tanding bersama dengan Xion Bun dan Jui Fien.


Dia terpaksa melepas genggaman nya dari pedang neraka, lalu terjatuh dengan posisi seperti kuda. "Arghh! a-apa y-yang terjadi!? s-sakit!!" ujar Huan Gan yang merasa-kan sakit di sekujur tubuh-nya.


"Tuan!!" Xion Bun dan Jui Fien segera berlari mendekati Huan Gan, lalu memeriksa keadaan Huan Gan sekarang. Namun, mereka tidak tahu apa penyebab Long Ziexi kesakitan.


Dan, tiba-tiba saja roh Huan Gan berada di suatu tempat yang kosong dan hanya di penuhi dengan bintang-bintang seperti gambaran semesta. Dia nampak kebingungan dengan situasi yang sekarang sedang dia hadapi.

__ADS_1


Namun, dia memberanikan diri untuk menyusuri tempat tersebut. Dan setengah jam telah berlalu, dia tidak menemu-kan apa pun dan dia seperti hanya berjalan di tempat.


"Aku dipermainkan? sejak tadi aku hanya berjalan di tempat! sebenar-nya tempat apa ini?!" ujar Huan Gan kesal, karena tidak menemu-kan apa-apa dia pun duduk di tempat-nya menunggu sesuatu terjadi.


Dan benar saja! tiba-tiba, muncul lima cahaya dengan warna yang berbeda-beda, merah ke jingga, putih, hitam keputihan, biru dan yang terakhir adalah merah keputihan.


Kelima cahaya tersebut lama-kelamaan menjadi besar dan membentuk sesuatu, dan hal pertama yang Huan Gan lihat adalah..


Seekor naga dengan ukuran tubuh berkali-kali lipat lebih besar dari naga yang dia lihat dari komik, phoenix yang ukuran-nya setengah dari ukuran naga di samping-nya, seekor qilin dengan ukuran yang tidak biasa pula.


Mereka berlima memancarkan aura agung, aura yang sangat agung bahkan melebihi keagungan bangsa Dewa.


Dan hal yang terduga pun terjadi! mereka serempak menunduk-kan kepala mereka dan memberi-kan hormat kepada Huan Gan.

__ADS_1


Tentu itu membuat Huan Gan mengerut-kan kening-nya, dan juga dia sangat mengenal mereka berlima, mereka berlima adalah makhluk mitologi yang tidak pernah dilihat lagi bahkan mereka sudah menjadi dongeng.


"Naga? Phoenix? Qilin? Macan Putih? Valery? apa aku berada di dunia fantasi?!" ujar Huan Gan dalam hati sambil melebar-kan mata-nya tak percaya.


"Kami mahkluk rendahan memberi hormat kepada yang mulia penguasa!" ujar mereka serempak dan dengan nada bicara yang sangat sopan dan hormat.


"T-tunggu dulu!! s-siapa kalian sebenar-nya?! kenapa kalian bisa berbicara?!" tanya Huan Gan sambil menggoyang-goyangkan tangan nya ke depan.


Bagiamana dia tidak terkejut? melihat mahkluk mitologi bisa berbicara itu hanya-lah sebuah mimpi! bahkan ini pertama kalinya dia melihat dengan mata kepala-nya sendiri.


"Kami berlima adalah leluhur ras bangsa mahkluk Agung, yang mulia penguasa!" jawab sang phoenix.


"Apa!?" betapa terkejut-nya Huan Gan saat ini, terlebih lagi ketika mendengar kata leluhur dari mulut mereka, bukan hanya itu saja.. dia juga memiliki darah leluhur ras bangsa naga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2