Rambu Hitam.

Rambu Hitam.
5 - Sang Pecundang


__ADS_3

Enam bulan berlalu...


dirumah sakit aku hanya dirawat selama kurang lebih setengah bulan.dengan pertimbangan biaya yang tidak murah,pihak keluarga memutuskan merawat dirumah.hari demi hari kuhabiskan dengan menikmati rasa sakit disekujur tubuh.bekas luka melintang tumpang tindih dipunggung,lengan dan kaki.beruntung aku jatuh telungkup saat itu,hingga muka tak begitu parah,hanya memar memar.


Sementara pelaku bebas,hanya sehari dikantor polisi.setelahnya diapun keluar tanpa ada dakwaan.dan parahnya lagi,aku dituduh berselingkuh dengan Laila tanpa ada pembuktian apapun.jadilah aku sang tertuduh.manusia bejad,manusia yang tak punya malu,perusak rumah tangga orang.sungguh aib yang tak terkira bagiku maupun keluargaku.


Tak sedikit dari orang orang kampung yang kemudian berubah sinis.


Bahkan dari sekian temanku,hanya Holil yang masih sering mengunjungi.dialah yang membuatku tertawa disela perih dengan segala banyolannya.sementara yang lainnya..menghilang.


Setelah merasa pulih,akhirnya dengan tekat yang bulat aku memutuskan kembali meninggalkan kampung.keluarga sebagian besar mendukung keputusanku.hanya ibu yang selalu saja menangis ketika menatapku.bahkan bapak sendiri kelihatannya masih menyimpan hawa amarah kepadaku.padahal sudah berulangkali meyakinkan bahwa aku tak seperti yang mereka tuduhkan.dengan diantar holil,pagi pagi aku berangkat menuju terminal.pergi meninggalkan kampung yang sudah tak lagi ramah.


"Hati hati dijalan,mam.tetaplah bersabar" katanya sambil menatapku trenyuh.


Aku membuang muka,berusaha menahan airmata yang seperti mau runtuh.


"Terimakasih kawan..aku akan mengingat saat ini.sampai kapanpun,karena akulah sang pecundang itu,yang lari terbirit birit tanpa harga diri!" kataku tersenyum getir.


Holil, tertawa mendengar kata kataku.


"Sudahlah mam,ikhlaskan semua,aku tau kau tak seperti yang mereka tuduhkan " katanya.


Aku hanya menunduk,tak mampu mengungkapkan apa yang terbersit di otak.


"Kalau sudah sampai ditujuan,kabarin aku.kalau bisa segera ganti nomer hapemu" katanya lagi.


Aku mengangguk.sambil menggenggam tangannya.


"Aku berangkat kawan,titip keluargaku!" kataku pelan sambil melangkah masuk kedalam bis jurusan sumenep jakarta.


_____


Hiruk pikuk manusia yang datang dan mau pergi begitu membisingkan telinga,sore itu diterminal kampung rambutan.dengan berjejalan diantara mereka aku keluar.mencari tempat teduh untuk sekedar meluruskan otot yang kaku setelah dua hari dalam perjalanan.


kurogoh kantong mencari hape.semua kuperiksa,tak ada.kubuka tas ransel yang hanya berisi dua stel pakaian.tak kutemukan juga.


"Ya Allah..masa iya hapeku hilang!" gumamku sendiri Setelah sekian lama mencari dan tak ketemu juga.tapi beruntung dompet masih ada.


Setelah merasa cukup beristirahat dan berusaha mengihlaskan hape yang hilang,aku kembali naik bis kota.menuju tempat dimana aku pernah bekerja sebagai penjaga kios.


"Hai..kamu mam!?" kata pak yusuf pemilik toko.


"Iya pak," kataku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku kira kamu gak akan balik lagi,soalnya lama ga ada kabarnya.jadinya aku nyari orang lagi buat gantiin kamu,mam" kata pak yusuf.


Aku terdiam,kebingungan.kemana lagi akan pergi....


"Ayo masuk dulu..untuk sementara kamu boleh numpang disini,sambil mencari cari pekerjaan ya..ga apa apa.." katanya sambil menarik tanganku.


Aku menurut saja,karena memang tidak tau lagi harus kemana.


Selama dua hari keluyuran menyusuri jalanan disekitar tempatku,mencari lowongan pekerjaan.tapi apa hendak dikata,tak satupun yang berminat menggunakan tenagaku.jadilah aku gelandangan baru di jakarta yang telah penuh sesak ini.akupun mulai merasa tidak enak terhadap keluarga pak yusuf.di hari ketiga pagi pagi aku berpamitan,dan berterima kasih dengan segala kebaikan yang telah mereka berikan.dengan sedikit berbohong aku mengatakan telah mendapat pekerjaan,dan tempatnya lumayan jauh.


"Bang,beli airnya!" kataku.setelah setengah harian berkeliling,akupun merasa haus.


"Goceng!" Kata penjualnya.


Setelah membayar aku memutuskan untuk beristirahat di halte bis,samping warung minuman.


Disampingku seorang laki laki berpakaian rapi juga sedang duduk,entah menunggu siapa.Aku sibuk memikirkan akan kemana setelah ini.tapi sepertinya otakku buntu.sehingga kakikupun terasa malas untuk kembali melanjutkan perjalanan.


"Hm..perjalanan??..memangnya aku punya tujuan hingga masih merasa dalam perjalanan?" keluhku dalam hati.


"Menunggu siapa,dik?" terdengar suara berat disampingku.


Aku menoleh kepadanya,sebelum kemudian celingukan ke sekitar.takutnya bukan aku yang Dia maksud.


"Saya bang!" kataku tergagap.


"Iya kamu,emangnya ada orang lain selain kamu?" katanya sambil tertawa.


Aku terdiam sejenak.


"Gak nungguin siapa siapa,bang" kataku pelan


.


"Ooooh. .emangnya mau kemana?" tanyanya lagi.


Kembali aku terdiam..


"gak punya tujuan bang,aku sedang mencari pekerjaan" kataku pelan.


Orang tadi memandangiku agak lama.sehingga membuatku sedikit jengah.dan berpura pura memandang ketempat lainnya.


"Dari mana aslinya?"katanya

__ADS_1


"Madura" kataku singkat.


"Terus disini,kamu tinggal sama siapa?"


"Aku tak punya siapa siapa disini,bang!"


"Hmm. . Susah kalau begitu dik." katanya sambil menghembuskan asap rokoknya.


"Begini..Aku punya pekerjaan.cuma pekerjaan ini agak kasar.tapi ...sepertinya cocok untuk orang madura sepertimu." katanya setelah lama terdiam.


sejenak aku menatap orang itu ,


"Pekerjaan apa,bang?" tanyaku menyelidik,tapi tak urung ada sebongkah harapan didalamnya.


"Kamu mau kemana"? tanyanya.dan malah membuatku kembali heran.


"Aku tak tau mau kemana lagi" kataku.


"Kalau begitu,ayo kamu ikut ketempatku dulu,disana kita bisa lebih santai." katanya sambil tersenyum.


"Terimakasih sebelumya,bang" kataku lega.


"Kemana bang?" tanyaku lagi tak sabaran.


"Tunggulah dulu,aku masih menunggu teman menjemput"katanya tenang.


"Rokok!?" katanya sambil memberikan sebungkus rokok kepadaku.segera kuambil sebatang rokok dan menyalakannya.


Kuhisap dengan pelan rokok ditangan,ah.. sudah berapa hari ga ngerokok..


"Oh iya,siapa namamu?" tanyanya.


"Imam"jawabku


Dia mengangguk angguk,sambil kembali menatapku.


"Aku johan" katanya sambil tersenyum.


Aku juga tersenyum.


Tak berapa lama kemudian terdengar klakson dari sebuah honda jazz,bang johan melirikku sambil memberi isyarat supaya mengikutinya.dengan segera aku mengekor dibelakangnya. bang johan duduk di kursi depan. temannya yang mengemudikan mobil menatapku dengan heran saat aku membuka pintu dan duduk di kursi belakang.


"Temanku,baru datang dari madura!" kata bang johan menerangkan kepada temannya.

__ADS_1


Kulihat dari kaca kecil dia hanya mengangkat kedua alisnya,yang kemudian meluncurkan mobilnya membelah jalanan jakarta.


__ADS_2