
Fajar pagi menjamah mayapada,mengusir sisa sisa pekat yang seperti enggan beranjak. dibawah pendar lampu yang masih menyala,terlihat ceceran darah di kursi,tempat dimana pemuda yang mengaku bernama Rudi tertidur,semalam.
pasti mereka mengira orang itu termasuk dalam komplotan,atau..mereka mengira itu adalah aku..
Hm.... dalam suasana seperti ini aku tak boleh terlalu banyak membuang waktu hanya untuk memikirkan yang sudah terjadi..
Dengan cepat aku ke kamar mandi,membersihkan muka yang masih panas karena bergadang semalaman.terlihat baju lusuh Rudi dibalik pintu.sebuah ide melintas cepat..
Segera kupakai baju dekil dan lusuh itu beserta celananya, menggantikan baju yang melekat di tubuhku..mudah mudahan dengan begini,tak ada yang menaruh perhatian.aku masih menduga,Intel Intel itu pasti masih berkeliaran disekitar sini.
Matahari belum muncul,suasana pun masih remang.dengan perlahan aku membuka pintu depan.melirik kanan kiri dan dengan sewajar mungkin menyebrang.tersaruk saruk langkah kaki menyusuri jalanan yang masih lengang menuju jalan raya.
tak butuh waktu lama sebuah metromini jurusan terminal melintas,segera ku stop dan melompat masuk.
beberapa pasang mata risih menatap penampilanku,baju lusuh,dekil,celana sudah menghitam,tas ranselpun,tas murahan bekas kubawa dari kampung, tapi,seandainya mereka tau isi tas yang sedang kugendong....
Belum sampai terminal,aku melompat turun setelah menjulurkan uang ke sopirnya.
saat itu matahari sudah menampakkan dirinya.
Ditengah lalu lalang orang orang pagi itu,aku kembali menyetop metromini.kali ini mengambil jurusan yang berlawanan.barat kota tujuannya.tak ada tujuan,hanya ingin benar benar menghilangkan jejak.siapa tau masih ada yang mengikuti.
Jam delapan pagi,aku tiba disebuah pasar,dikawasan barat ibukota.sebuah plang bertuliskan "rawa buaya" hampir miring disamping kali yang memanjang. setelah turun dari bus yang kutumpangi,aku mampir disebuah warung pinggir jalan.
mata panas,gerah,trauma, ditambah aroma pakaian yang kukenakan membuatku benar benar tercekam.
__ADS_1
"Bang,kopi hitam satu!" seruku kepada pemilik warung.sambil mencomot dua potong goreng pisang.
Sang pemilik warung menatapku tajam.Tanpa pikir panjang segera ku ulurkan uang.barulah dia tersenyum dan menyeduh kopi.
Dalam hati,aku merutuk,pantas saja dia melotot,penampilanku begini..tanpa sadar aku melihat diri sendiri,sampai ujung kaki...
"Mau kemana setelah ini?"
Pertanyaan itu mondar mandir di kepala.
Setelah menghabiskan kopi dan sedikit gorengan,aku melangkah ke pasar yang terletak tak jauh dari warung kopi tadi,membeli satu stelan pakaian,jaket juga tak lupa sepatu.dibelakang pasar kutemukan sebuah mck umum,yang ternyata masih sepi.
Setelah mandi dan berganti stelan,penampilanku langsung ikut berubah.pakaian bekas yg tadi kupakai, dimasukkan kedalam kantong kresek hitam dan kubuang ketempat sampah.berjalan jalan sebentar di area pasar,aku memutuskan membeli sebuah smartphone..apa saja bisa kubeli saat ini,pikirku senang.sejenak carut Marut kejadian semalam terlupakan.
Setelah setengah harian berputar putar,aku memutuskan untuk mencari tempat kost.betapapun juga tempat singgah sangat diperlukan.mengistirahatkan badan yang sepertinya sudah sangat lelah,sekaligus menghimpun kekuatan kembali,guna mengatur langkah selanjutnya.diluar ibukota bagian barat aku mendapatkan tempatnya.
***
Hingga akhirnya sebuah berita baru kembali mengguncang,otak perampokan itu tertangkap di saat hendak menyebrang di pelabuhan.berinisial J.
"Bang Johan..?" Desisku.
Bagaimana caranya polisi bisa memburu begitu cepat..?
Kurang dari 24 jam posisi kita terdeteksi?
__ADS_1
.....
Bukankah semua cctv kata si Dedi sudah dilumpuhkan?
Sementara kita bertiga semua menggunakan topeng anonymous?
segampang itukah pihak kepolisian menembus semua kasus ini?
....
Kemana bang Dedi?
"HM... Apa aku harus pindah lagi?". batinku.
Beruntung kartu identitas masih utuh di dompet,bang Johan maupun Dedi tak pernah melihatnya.hanya tau namaku Imam,dari Madura..bukankah Madura luas?
Setidaknya kalaupun bang Johan bernyanyi tentang aku, orang kampung tentu tak pernah menyangka kalau itu aku.
dan tunggu sebentar,bukankah sebelumnya diberitakan tersangkanya sudah ditembak mati? jika benar dugaanku,yang jelas seseorang yang kutolong bernama Rudi itulah yang disangka aku. dan karena dia pulalah aku selamat sampai saat ini.
"fuuuh.... "
Bibirpun menyeringai dalam sepi di kamar kos.
Seminggu berlalu cepat.di pinggiran barat ibukota aku terus memantau perkembangan kasus itu.
__ADS_1
***