
Mobil meluncur masuk ke sebuah rumah yang lumayan besar dipinggiran kota.tanpa banyak bicara bang johan beserta temannya turun setelah memarkirkan mobilnya digarasi yang terletak disamping rumah.pohon mangga yang rindang berdiri kokoh didepan rumah membuat suasana menjadi nyaman.
dengan sedikit sungkan aku turun dan mengikuti mereka masuk.
"Imam,ini dedi teman kerjaku,jadi jangan sungkan sungkan.kalau perlu sesuatu,katakan saja.ok" kata bang johan.
Aku menatap temannya sambil tersenyum,diapun mengagguk ke arahku.
"Nah,sekarang kamu boleh istirahat dulu,kamar mandinya ada di belakang.dan itu kamarmu kau bersihkan dulu,sudah lama tak ada yang menempati!" bang johan mejelaskan sambil menunjuk sebuah kamar.
"Terimakasih bang,maaf saya mau mandi dulu" kataku sopan.
Mereka saling pandang dan mengangguk.
Segar terasa setelah membersihkan tubuh.mereka berdua masih berbicara dengan serius,sementara aku membersihkan kamar yang sepertinya lama tidak ditempati.tak lama bang johan memanggilku.
"Kamu bisa menyetir mobil?" tanya bang johan.
"Tidak bisa bang" sahutku.
"Kalau motor?" tanyanya lagi.
"Bisa bang"
Dia mengangguk angguk.sambil menghisap rokoknya.kemudian menoleh kepada temannya,dedi.
Temannya tersenyum sembari bangun dari kursi.
"Ayo..mumpung belum terlalu sore!" katanya
__ADS_1
"Kamu punya celana pendek?" tanya bang johan lagi kepadaku.
"Tidak punya,bang.aku cuma bawa celana panjang dari kampung" sahutku malu.
"Ambillah dilemari sana.ganti celanamu dan ikut kita joging. biar sehat!" katanya sambil menunjuk kesebuah lemari dipojok ruangan.
Kami berlari lari kecil menyusuri jalanan.sekitar setengah jam berlari,sampailah disebuah lapangan sepak bola.karena tak terbiasa berlari aku langsung tepar.bang johan dan temannya tertawa,sambil melemparkan sebotol air kemasan kepadaku.
"Yaudah..istirahat dulu,nanti kita lanjutkan memutari lapangan ini!" kata dedi.dalam hati aku terheran heran,rupanya bang johan dan temannya suka olah raga.
Baru lima kali berlari memutari lapangan,kepalaku sudah terasa berkunang kunang.sementara kedua orang itu masih saja bersemangat.aku berhenti dan merebahkan tubuh di pinggir lapangan yang penuh dengan rumput.
Besok paginya kembali aku diajak lari lari lagi.bersama bang johan mengelilingi lapangan.sementara dedi sudah kembali ketempatnya semalam.
Kali ini aku hanya kuat dua kali keliling lapangan.paha berasa seperti kayu,kaku dan pegal.selama seminggu tinggal bersama bang johan akhirnya aku mulai terbiasa berolah raga,bukan hanya lari pagi dan sore,lompat tinggi,push up dan semacamnya harus aku lakukan.tak lupa pil vitamin dan susu setiap malam bang johan berikan untukku.
Aku baru saja selesai membereskan sisa sisa makanan dimeja,siang itu.ketika sebuah mobil honda jazz warna merah perlahan masuk dan parkir disamping rumah. terlihat dedi keluar dari mobil membawa sebuah tas jinjing berwarna hitam.kudengar mereka berbicara dengan serius di ruang depan.
"Hari ini kita libur jogging,sebagai gantinya kita akan membahas masalah pekerjaan untuk nanti malam". kata bang johan setelah aku duduk dan bergabung diruang depan.
Aku hanya diam.karena masih belum mengerti dengan semua rencananya.entah apa pekerjaan itu.
Dedi mengangkat tas hitam itu ke atas meja.sambil melirik kearah bang johan dia bertanya kepadaku.
"Benar kamu sudah siap bekerja sama dengan kita,mam!?".
"Siap bang! tapi aku belum tau apa tugasku?" jawabku penasaran.
"Sriiiit..."
__ADS_1
tas hitam dibuka.isinya dikeluarkan dan ditata di atas meja.
Tiga buah pisau komando,sebuah pistol.serta tiga buah karung kecil.
"Malam ini kita akan bergerak,sasarannya adalah sebuah ruko di kawasan kota. dedi telah mengawasi tempat itu selama seminggu lebih". kata bang johan mantap.
Aku terdiam,menatap keduanya. tak mampu menyembunyikan rasa kaget.dan mereka berdua balas menatap lekat lekat.
"Imam..kamu sudah masuk terlalu jauh,seandainya kamu tak punya nyali,kamu bisa menolak." kata bang johan memandang tajam kepadaku.
"Hanya ada dua pilihan boy,ikut atau kamu akan kehilangan lidahmu!" sambung dedi.
Aku menarik nafas dalam dalam.menengadahkan muka,melihat langit2 rumah.dan dengan getir berkata..
"Dari awal melangkahkan kaki dari rumahku kemarin,aku sudah mati.imam sudah tidak ada.jadi apalagi yang harus aku takutkan!?" kataku acuh.
"Jujur,dari awal saya sudah menduga duga ke arah mana tujuan dari semua ini.tapi ya tetap saja kaget. takut.. hmm.. tentu tidak,!" tandasku lagi.
Bang johan tersenyum,penuh kemenangan.
***
Jam menunjuk angka 21:50,ketika sebuah mobil patroli polisi melesat dengan sirine meraung raung dan berhenti disebuah kantor cabang pembantu sebuah bank.kerumunan orang langsung tersibak ketika polisi merangsek masuk. dua orang sekuriti tergeletak berlumuran darah,satu lagi terduduk ditembok dengan nafas megap megap.sementara didalam ruangan yang masih terlihat rapi tiga orang wanita dan seorang pria diikat jadi satu.
Raungan sirine kembali terdengar mengusik telinga. puluhan polisi berpakaian preman berdatangan.sementara warga yang berkerumun disekitar lokasi riuh saling bergumam,
"Perampokan bank!".
"Kami sudah bersiap siap pulang,pintu sudah ditutup sebagian ketika tiba tiba dua orang masuk dan..!" kata perempuan yang diikat terbata bata.
__ADS_1
"Baiklah nanti kita ngobrol lebih jauh dikantor!" bisik Polisi berbaju preman.