rasa yang tersisa

rasa yang tersisa
Bab 1 Azkia


__ADS_3

"Maaf..., Pak..., Buk..., tak ada jalan keluar yang lain Ibu harus segera di oprasi cesar malam ini juga."


Ucap seorang Dokter, yang berdiri di samping ranjang Azkia, di sebuah ruangan rumah sakit bersalin.


" Tapi Dok..."


Azkia hendak berucap tapi Dokter di samping nya itu berbicara lagi.


"Untuk menyelamatkan Ibu, dan anak dalam kandungan Bu, usia Ibu sudah 38thn resiko nya tinggi melahirkan normal apalagi dengan kondisi seperti ini, bayi nya kondisi nya di dalam sudah lebih dari waktu nya, ari-ari tali pusarnya pun sudah mengalami pengapuran, dan posisi nya sudah tidak memungkinkan untuk Ibu melahirkan normal, pantat bayi yang ada di jalan rahim bukan kepala atau kaki."


Ucap Dokter itu lagi, Azkia tidak punya pilihan lain selain menyetujui nya.


"Silahkan Bapak, dan Ibu menandatangani surat persetujuan tindakan oprasi cesar sekarang juga, karena kita akan melakukan operasi cesar malam ini juga, dan Bu sekalian, kami menyarankan agar Ibu di steril, anak Ibu sudah 4 sekarang, dan umur Ibu sudah 38 tahun, lebih baik Ibu seteril, khawatir nanti kalo hamil lagi bisa membahayakan nyawa Ibu, kalo Ibu setuju jadi malam ini kami melakukan nya sekaligus cesar dan steril".


Azkia mengangguk lagi, karena Azkia pun sudah tak ingin mempunyai anak lagi, ini pun yang terakhir, sempat Azkia berusaha meminum obat penggugur kehamilan yang dia beli di online shop saat kandungan nya berusia dua bulan.


Azkia melakukan nya karena melihat anak nya yang terakhir dia lahirkan masih berusia 1 tahun saat itu, dan ketika dia mengetahui bahwa dirinya hamil lagi, dalam pikiran Azkia hanya ingin menggugurkan bayi nya tapi tidak berhasil dalam kandungan Azkia janin terus tumbuh.


Akhirnya mereka menandatangani surat pernyataan ijin tindakan cesar dan steril, jam 7:30 malam, Azkia berbaring di ranjang ruang bersalin itu, ketika dia sedang mengirim pesan ke group whatsapp keluarga, meminta doa dari keluarga nya, agar oprasi nya lancar, tiba-tiba terdengar suara langkah menghampiri ruangan nya.


"Mari Bu sekarang sudah waktu nya, buka semua perhiasan yang Ibu pake, dan baju nya juga, ganti dengan ini Bu".


Kata Asisten Dokter itu memberi kan baju oprasi, Azkia pun menuruti permintaan Asisten Dokter itu, membuka seluruh pakaian dan perhiasan nya, dan hanya memakai baju oprasi lalu berbaring di ranjang, Azkia memberikan ponsel nya ke suami nya.


"Pah.. chat di group whatsapp keluarga minta doanya."

__ADS_1


Ucap Azkia ke suami nya, suami nya mengangguk, lalu Azkia di bawa ke ruang oprasi, suara roda yang berjalan di atas keramik rumah sakit itu mengiringi Azkia ke ruang oprasi nya, suami nya berjalan mengikuti di belakang nya.


Di depan pintu oprasi ketika ranjang itu akan memasuki ruang oprasi Azkia sempat melihat ke belakang dan melihat suami nya sedang menelpon, Azkia berpikir suami nya menelpon keluarga nya.


Suami nya tak sempat melihat Azkia yang menoleh kebelakang, berharap suami nya melihat nya memberi nya senyuman atau semangat, tapi suami nya sedang sibuk menelpon, ruang oprasi itu pun di tutup, Azkia di pindah kan dari ranjang nya ke meja oprasi.


Kedua tangan Azkia di rentangkan dalam posisi berbaring, dan kedua tangan nya di pasangkan alat, entah alat apa yang di pasangkan Suster-suster itu padanya.


Setelah tangan nya di pasang alat terdengar suara suara dari mesin-mesin di ruangan itu, seperti suara detak jantung, dan suara tut tut tut saling bersahutan.


Setelah Suster-suster itu memasang kan alat alat ke tangan Azkia mereka lalu pergi meninggalkan Azkia sendiri, dan menutup ruang oprasi.


"Kenapa mereka pergi,? mau kemana mereka? kenapa aku di tinggal sendiri?."


Bathin Azkia kala itu, tapi apa boleh buat, Azkia hanya menerima, dan diam menunggu, dalam diam nya pikiran nya berkelana mengingat masa lalu.


Teman nya mengajak nya untuk pergi ke sebuah bazar yang di adakan di kampus Universitas tempat Arman kuliah, pergi lah Azkia dan teman nya ke bazar itu.


Kebetulan Arman salah satu yg berjulan di bazar itu, Arman berjualan kerajinan lampion yang nanti hasil nya akan di sumbang kan untuk korban Sunami Aceh kala itu


Pertemuan pertama itu membuahkan perkawinan setelah lima tahun berpacaran, Arman adalah Cinta pertama Azkia, Azkia belum pernah berpacaran sebelum nya, walaupun banyak lelaki yang mendekati nya, tapi Cinta nya telah terpaut oleh Arman.


Azkia gadis populer di kampus nya karena selain pintar dia cantik, modis dan pandai bergaul, banyak lelaki yang patah hati ketika Azkia memutuskan untuk menikah dengan Arman, Malah ada yang berdoa pernikahan mereka tidak berlangsung lama.


Pernikahan Arman, dan Azikia cukup mewah di hadiri keluarga kedua belah pihak, saudara, kerabat, teman, tetangga dan kolega, walaupun sebenarnya Ibunya Azkia pertama nya tidak menyetujui pernikahan mereka karena ketika menikah Arman belum mempunyai pekerjaan, hanya Azkia yang bekerja menjadi staff Administrasi di sebuah perusahaan swasta.

__ADS_1


Untuk beberapa bulan kehidupan pernikahan mereka, Azkia yang menanggung semua kebutuhan keluarga, hanya sesekali Arman memberi nya uang yang dia dapat dari keluarga nya, Ibu Arman memberi Arman uang untuk di berikan ke Azkia, sampai akhir nya Kakak Arman menyarankan Arman, untuk membantu nya bekerja di garmen nya.


Setelah Arman bekerja bersama Kakak nya, dua bulan kemudian Azkia hamil anak pertamanya dan melahirkan dengan normal, lahir lah seorang anak perempuan, mereka memberi nama Fira.


Arman meminta Azkia berhenti bekerja untuk pokus mengurus Anak, dan rumah tangga nya, walaupun saat itu mereka belum mempunyai sebuah rumah, Azkia berhenti bekerja namun Azkia tidak diam karena kebutuhan rumah tangga tidak dapat terpenuhi hanya mengandalkan gaji Arman.


Azkia bekerja sama dengan Teman-teman nya, Kiki dan Selly mereka menjual berbagai macam kebutuhan wanita dari baju, sepatu, tas, sampai kosmetik konsumen mereka dari teman SMA sampai teman kuliah ketiga nya.


Azkia hanya diam di rumah menawarkan barang barang dari teman nya Selly, ke teman dan keluarga nya lalu mengirimkan kan lewat jasa expedisi atau Selly dan Kiki membantu nya mengirim barang barang yang di pesan.


Walaupun hanya di rumah tapi penghasilan Azkia melebihi penghasilan suami nya Arman, sampai dia bisa menabung, dalam waktu 5 tahun perkawinan, Azkia hamil lagi anak kedua laki-laki di beri nama Farhan.


Ketika Farhan berumur satu tahun, Azkia membobol tabungan nya di Bank dari hasil usaha nya selama ini, Azkia memberi kan nya kepada Arman untuk membangun sebuah rumah, 6 bulan kemudian rumah itu sudah dapat di tempati.


Kebahagiaan Azkia mempunyai rumah sendiri dari hasil kerja keras nya menabung selama ini tidak berlangsung lama, Azkia harus menerima kenyataan pahit bahwa Arman menghianati nya.


Azkia tau Arman menghianati nya, dari sepupu Arman, waktu itu Azkia tidak percaya sepupu nya Arman menyaran kan Azkia untuk menemui wanita yang menjadi selingkuhan Arman, tapi harga diri Azkia melarang, Azkia merasa tidak pantas harus melabrak wanita demi seorang lelaki, yang jelas menyelingkuhi nya berarti lelaki itu memang sudah tidak menghargai nya, tidak menginginkan nya.


Azkia masih diam ketika mendengar dari sepupu nya, tidak menanyakan kan kepada Arman atau menegur nya, seolah tidak terjadi apa apa, Azkia ingin Arman sendiri yang mengatakan, sampai suatu saat Fira anak kandung nya sendiri yang mengatakan, kalo Papahnya sering main ke rumah tetangga Nenek nya, wanita yang di pacarin Arman adalah wanita yang bersuami tetangga dekat rumah Ibu Arman.


Azkia akhirnya memberanikan diri untuk menemui Ibu nya Arman, pikir Azkia kalo tetangga, berarti Ibu nya Arman mengetahui sesuatu, dan benar saja Ibu nya menangis malu karena tetangga membicarakan Arman ada main dengan wanita yang sudah bersuami, tetangga nya sendiri, rumah Ibu nya Arman dan rumah nya Azkia masih satu kecamatan namun beda desa, pengakuan Ibu Arman sudah cukup bagi Azkia, Azkia mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama dan di kabulkan, Azkia resmi menjadi janda


"Bagaimana Bu sudah siap?"


Jam di dinding ruangan operasi itu menunjukkan jam 8:30 ketika tiba-tiba pintu ruangan operasi itu terbuka dan membuyarkan lamunan nya, dua orang Dokter datang bersama 4 orang Asisten nya menghampiri Azkia yang terbaring di meja operasi menunggu exsekusi, ternyata dia sudah berada sekitar satu jam menunggu di ruang oprasi itu, Azkia hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan yang di ajukan Dokter itu padanya.

__ADS_1


(bersambung)


__ADS_2