rasa yang tersisa

rasa yang tersisa
bab 10 Selingkuh adalah sebuah pilihan bukan kekhilafan


__ADS_3

Iya Tiyan tahu Tiyan salah, Tiyan sudah minta maaf, tapi setidak nya Teteh negur Fira untuk tidak mencampuri urusan orang tua."


Balas pesan dari wanita pelakor itu, Azkia melirik pada jam dinding di kamar yang dia tempati di rumah tante Dina jam 11:30 malam wanita itu membalas pesan whatsapp dari azkia.


"Ooh nama nya Tiyan, Pasti dia tidak bisa tidur."


Gumam Azkia, kini dia tau nama wanita pelakor itu, lalu Azkia mulai mengetik di layar ponsel nya membalas pesan whatsapp dari wanita pelakor itu.


"Yang harus di tegur itu kamu sama suami kamu, ingat ya kamu gak berhak mengdikte saya apa yang harus saya lakukan atau katakan pada anak saya, yang harus kamu lakukan sekarang, kembalikan barang-barang saya!."


Ucap azkia dengan tegas, mengingat kan wanita pelakor yang bernama tiyan itu untuk mengembalikan barang-barang nya.


"Iya besok saya kembalikan Teh."


Balas tiyan wanita pelakor itu.


"Ya udah, saya tunggu besok, jangan telpon atau kirim pesan terus-terusan kalo saya gak balas pesan kamu, sampai 20 pesan belum terbaca, kamu tidak tau etika mengirim pesan dan menelpon seseorang? waktu kamu menelpon saya di whatsapp kamu tertulis memanggil kan?, bukan berdering itu berarti saya mematikan handphone saya, kamu terus terusan menelpon sampai lima kali, mengirim pesan sampai 20 pesan, memang nya kamu gak ada kerjaan?!!."


Balas Azkia lagi, memang tidak sopan meninggal kan sampai berpuluh pesan ketika seseorang tidak membalas pesan mu cukup tinggalkan dua pesan, dan tunggu sampai orang yang kamu kirimi pesan membaca dan membalas, tapi memang seperti nya wanita ini hoby meniggalkan pesan dan meninggalkan jejak telepon tak terjawab.


Sampai 5 kali dia menelpon padahal saat itu handphone Azkia di mati kan, tentunya dia tahu kalo telepon di matikan ada tulisan memanggil di layar telpon whatsapp berarti handphone nya sedang off atau tidak dalam koneksi tapi tetap saja dia menelpon sampai 5 kali, dari sini Azkia tau kalo wanita ini tidak terpelajar.


"Maaf teh, saya bingung apa yang harus saya lakukan, saya baru pertama kali ini selingkuh saya juga tidak tau kenapa saya sampai bisa begini."


Azkia tersenyum sinis ketika membaca pesan dari tiyan wanita pelakor itu, karena Azkia melihat status whatsapp wanita itu dia sedang menyanyi kan sebuah lagu dangdut di sebuah pesta pernikahan, ternyata wanita pelakor itu seorang penyanyi dangdut panggilan.


"Baru kali ini ketauan sama istri selingkuhan kamu, yang lain gak pernah ketauan ya?, dan kamu takut saya beber kan perselingkuhan kamu dengan Arman pada suami kamu kan?."

__ADS_1


Ketik Azkia dan mengirimkan nya pada Tiyan wanita pelakor itu, kini Azkia tidak menyebutkan Arman dengan kata suami saya tapi menyebut nama nya, sudah enggan rasa nya Azkia mengakui Arman sebagai suaminya.


"Teh bisa kita bicara lewat telpon?."


Tiyan wanita pelakor itu, meminta Azkia berbicara lewat telpon.


"Tidak usah, tidak ada yang harus kita bicarakan."


Balas Azkia


".Tapi Teh ada yang harus saya bicarakan, saya tidak akan bisa tenang sebelum membicarakan nya tapi lebih enak kalo di telpon berbicara."


Azkia menggelengkan kepala nya membaca balasan pesan dari tiyan wanita pelakor itu.


"Kenapa aku harus perduli perasaan dia tenang apa tidak, apa dia sebagai seorang wanita seorang istri seorang ibu peduli perasaan ku dan anak-anak ku ketika dia tau selingkuhan nya punya anak dan istri?!!."


"Jangan khawatir saya tidak akan memberitahu suami kamu, saya tidak perduli, kalau kamu menginginkan Arman silahkan, saya sudah meninggal kan nya, saya sudah pergi dari rumah jadi kalian bisa menerus kan hubungan kalian saya tidak akan menghalangi kalian yang sedang jatuh cinta."


Ucap Azkia dalam pesan nya lalu mengirim kan nya pada tiyan wanita pelakor itu.


"Teteh meninggalkan rumah? Kapan Teh?, kenapa?, bagaimana saya bisa yakin kalo Teteh tidak akan memberi tahu suami saya."


Ucap wanita pelakor itu dalam balasan pesan nya, ketika wanita itu bertanya kenapa Azkia meninggalkan rumah, Azkia merasa kalo wanita itu sudah tau dari Arman kalo Azkia meninggalkan rumah, Azkia tidak menjawab pertanyaan tiyan, tentang kenapa dia meninggal kan rumah.


"Saya tidak akan memberi tahu suami kamu, karna tanpa saya memberi tahu pun saya yakin suatu saat suami kamu akan tahu, jadi tidak ada hal penting yang harus kita bicarakan saya hanya ingin kamu mengembalikan barang-barang saya."


Azkia hanya menanggap wanita itu pencuri barang-barang nya, yang Azkia ingin kan hanya lah barang-barang nya kembali Azkia tidak perduli dengan Arman, seakan Azkia sudah membuang nya mengikhlaskan nya merelakan wanita itu memiliki nya.

__ADS_1


"Iya besok saya kirim kan lewat GO-JEK, minta alamat nya teh."


Ucap tiyan, membalas pesan Azkia, Azkia pun mengetik alamat rumah tante Dina lalu mengirim kan nya pada tiyan, setelah mengirim kan pesan yang berisi alamat lalu Azkia mengetik sebuah pesan lagi.


"Itu alamat nya kirim kan ke alamat itu, saya sedang berada di alamat itu sekarang, setelah kamu mengirim kan barang-barang saya, jangan pernah menghubungi saya lagi, dan saya tidak ingin tau apapun tentang kamu dan Arman, saya akan segera mengugat cerai Arman."


Ucap Azkia menegaskan dalam pesan nya.


"Tapi teh, Teteh baru saja melahirkan, kalian baru punya bayi, pikir kan lagi teh anak-anak butuh Papahnya."


Mendengar hal itu Azkia merasa sangat jengkel sekali, apa maksud nya dia menyuruh Azkia untuk memikirkan nya lagu menggugat Arman cerai demi anak-anak bukan kah ini semua yang wanita pelakor itu inginkan.


"Gak salah? kenapa aku yang harus memikirkan nya lagi untuk menggugat cerai suami yang telah berselingkuh disaat aku hamil tua, dan di saat aku sedang di operasi kalian malah video callan berjam-jam, dan ketemuan kamu pikir aku tidak tau? kenapa aku harus memikirkan nya lagi?."


"Apa kamu memikirkan dulu apa akibat yang akan terjadi pada anak dan istri selingkuhan kamu, padahal kamu tau selingkuhan mu sudah punya anak dan istri tapi kamu tetap melayani nya bahkan kamu tidak memikirkan bagaimana bila anak dan suami kamu tau?."


Ketik Azkia dan mengirimkan nya pada wanita pelakor itu.


"Iya teh saya tau saya salah, saya minta maaf atas kehilapan saya, tapi saya tidak ingin Teteh dan A Arman bercerai."


Azkia tersenyum sinis membaca pesan balasan wanita pelakor itu.


"Kehilapan? perselingkuhan itu bukan suatu kehilapan tapi sebuah pilihan dan keputusan, masa hilap sampai setengah tahun dan kalian berhenti karena saya memergoki kalian, karena saya mengetahui nya kalo tidak ketahuan kalian pasti masih lanjut kan?, bahkan beberapa jam yang lalu kamu menyetujui dan merencanakan ketemuan kan?, padahal kamu sudah tau dia punya anak dan istri dan kamu juga punya suami dan anak apa itu hilap?, bukan kah ini yang kamu ingin kan, kami bercerai?!! kamu berselingkuh dengan lelaki yang punya istri apa tujuan nya kalo bukan ingin selingkuhan kamu bercerai?, sekarang kamu bilang kamu tidak ingin kami bercerai?!!!.


Azkia menoleh jam dinding di kamar sudah menunjukkan jam 2:30, percakapan nya di pesan whatsapp dengan wanita pelakor itu hanya membuang-buang waktu pikir Azkia, wanita itu hanya mencoba membela diri dan ingin Azkia memaafkan nya dan Arman, karena dia takut Azkia akan menggugat cerai dan tentu alasan nya adalah perselingkuhan yang akan menyeret dirinya, dan suaminya akan mengetahui perselingkuhan nya, Azkia mematikan ponsel nya.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2