
Hi... "
Azkia memberani kan diri membalas chat wanita yang mengirim kan 7 pesan yang belum terjawab oleh Arman, tidak menunggu lama kemudian wanita itu membalas pesan Azkia, yang menggunakan handphone Arman.
"Hmmm... "
Balasan chat dari wanita itu, Azkia membalas lagi.
"Kenapa?."
Ketik Azkia, lalu menoleh ke arah suami nya yang sedang tertidur pulas, lalu Azkia mengirimkan kan pesan nya, pesan di terima ceklis dua lalu berwana biru menandakan pesan telah di baca, typing di kolom kontak menandakan wanita itu sedang mengetik pesan.
"Kemana aja A? baru bales."
Wanita itu membalas chat nya Azkia, di akhir kata wanita itu menambah kan emoji sedih, wanita itu pasti mengira kalo yang me ngechat adalah Arman pikir Azkia.
"Kenalan sedih kangeun ya?."
Azkia lebih berani lagi ingin mengetahui apa jawaban wanita itu, untuk mengetahui ada hubungan apa wanita itu dengan suami nya.
"Banget"
Jawab pesan wanita itu, azkia tidak banyak berpikir dia pun membalas lagi.
" Apa nya yang banget?."
Ketik Azkia, tidak sulit untuk Azkia meniru kata-kata ciri khas suaminya, bahkan ketikan suami nya, Azkia sudah tau betul bagaimana ketikan pesan dan gaya Arman mengetik pesan.
"Kangen banget."
Jawab pesan dari wanita itu, kini Azkia yakin kalo wanita itu mengira yang me ngechat nya adalah Arman.
"Kangeun sama siapa?."
Ketik Azkia ingin mendapatkan bukti yang lebih akurat, agar nanti ketika Azkia membongkar perselingkuhan mereka, mereka tidak bisa mengelak.
__ADS_1
"Sama Aa lah sama siapa lagi?"
Jawaban pesan dari wanita itu, Azkia tersenyum sinis.
"Ya udah ketemuan yuk."
Balas Azkia.
"Bener."
Jawab wanita itu lagi.
"Bener Aa juga kangeun."
Azkia membalas lagi.
"Kapan?,dimana?."
Azkia menggelengkan kepala nya, mendengar jawaban wanita itu, tiba-tiba Azkia teringat tentang barang barang nya yang hilang, Azkia mulai curiga apa Arman memberikan nya kepada wanita itu, terbersit lah pikiran untuk menanyakan nya pada wanita itu.
Jebak Azkia.
"Iya nanti aku pake tas yang dari Aa."
Jawab wanita itu, seperti ada jarum yang menusuk hati Azkia, tas wanita bermerek yang harga nya lumayan mahal, tas dagangan titipan sahabat nya Kiki yang hilang ternyata di berikan kepada wanita itu, sampai Azkia waktu itu mengganti tas itu dengan sejumlah uang seharga tas itu.
Arman pun tau itu karena Azkia mengadu pada Arman ketika tas itu hilang, Azkia mengeluh walaupun itu titipan Kiki sahabat nya tapi Azkia tidak enak kalo tidak mengganti nya karena tas itu hilang di rumah nya, Azkia mengganti nya dengan uang pribadi nya.
Walaupun Azkia mengeluh tapi Arman tidak memberi Azkia uang untuk pengganti tas yang hilang dengan alasan semua uang bulanan gaji nya sudah di berikan ke Azkia, padahal Azkia tau Arman punya uang sampingan yang tidak di berikan kepada nya, Azkia memejam kan mata nya dan menarik napas, lalu membalas lagi.
"Pake juga yah jam nya."
Balas Azkia lagi, ingin mengetahui apakah jam hadiah ulang tahun dari selly sahabat nya, yang hilang dua bulan yang lalu itu juga di berikan kepada wanita itu.
"Iyaa A kan kalo ketemu selalu aku pake jam dari Aa."
__ADS_1
jawab wanita itu lagi, ingin rasa nya Azkia berteriak, Azkia teringat ketika dia berulang tahun, 3 bulan yang lalu saat dia sedang mengandung anak nya yang ke empat ini, Arman hanya sanggup memberikan Azkia sebuah daster yang harga nya sekitar 50 ribu an, tapi Azkia menerima nya dengan bahagia karena suami nya masih ingat hari ulang tahun nya.
Sedangkan sahabat-sahabat nya, dan teman serta keluarga Azkia yang lain memberikan Azkia barang barang yang mewah, seperti jam tangan bermerk dan mahal sekelas Alexander cristy, tas dan sepatu Emory, merk yang teman-teman dan sahabat Azkia tau kalo Azkia memakai barang merk Emory yang di sukai nya dari semenjak Kuliah.
Azkia tidak pernah meminta untuk di belikan barang-barang mewah oleh suami nya, karena Azkia tau dan menerima kenyataan kemampuan pemberian suami nya, tapi setidaknya ketik dia tidak bisa memberikan hadiah yang mewah seharus nya Arman ikut senang ketika istrinya di berikan hadiah ulang tahun oleh teman dan sahabat nya barang yang mewah, ini malah hadiah ulang tahun istrinya, pemberian sahabat nya di berikan untuk wanita lain.
"Sepatu nya kekecilan gak?."
Tanya Azkia lagi dalam pesan singkat nya, teringat sepatu Emory pemberian teman nya sebagai kado ulang tahun untuk nya itu, hilang juga sekitar sebulan yang lalu, belum pernah Azkia pakai sekali pun.
"Gak ko A, pas banget kemaren aku pakai pas nganter anak ku yang bungsu renang dari sekolah, enak di pake nya A ringan empuk lagi."
Azkia menggelengkan kepala nya dan beristighfar, menahan emosi nya, jadi wanita ini sudah punya anak, apa dia janda? tanya Azkia dalam hati nya, dan yah sepatu nya itu pun di berikan nya kepada wanita itu.
"Ya udah nanti ketemu Aa kamu pake sepatu nya juga yaa."
Azkia berpikir keras, kata-kata apa yang harus dia kirim kan agar wanita itu bisa menyebutkan status nya.
"Iya A, nanti aku pake semua yang Aa kasih pas kita ketemu."
Balas wanita itu lagi.
"Jadi kapan kamu ada waktunya?."
Tanya Azkia dalam kotak pesan whatsapp suami itu, sambil memikirkan kata-kata Apa yang harus dia tanyakan untuk mengetahui siapa wanita itu, apa dia Janda, atau punya suami, sudah jelas dia sudah punya anak, Azkia harus cepat sebelum Arman bangun, lalu Azkia mengambil screenshot kontak wanita itu dan mengirimkan ke no whatsapp nyanya.
Azkia juga mengambil screenshot percakapan nya dengan wanita itu dan mengirimkan nya ke no nya jadi semua bukti sudah tersimpan di kotak pesan nya, Azkia tidak menghapus ketika mengirimkan screenshot ke no nya biar Arman tau bahwa dia sudah menyimpan buktinya.
"Iyah nanti A, aku cari waktu yang tepat."
Pesan whatsapp wanita itu lagi membalas.
"kenapa?, Aa udah kangen pengen cepet ketemu, kamu bawa aja anak kamu, jadi ada alesan kamu ada acara di sekolah anak kamu, biar Aa juga bisa lebih deket sama anak kamu."
Azkia mengetik pesan nya, lalu terdiam, Azkia berpikir sejenak, di kirim kan apa jangan, apa wanita itu akan curiga, biarkan lah kalau pun dia curiga toh Azkia sudah dapat bukti nya pikir Azkia, semua pesan percakapan, yang menyatakan kangen dan memberikan barang-barang nya yang hilang itu sudah cukup membuktikan Arman telah menghianati nya.
__ADS_1
(Bersambung)