rasa yang tersisa

rasa yang tersisa
Bab 6 Hancur


__ADS_3

Dering telepon panggilan masuk dari kontak Whatsapp Arman, menghentikan Azkia, mengirim pesan ke wanita pelakor itu, wanita pelakor yang belum di ketahui nama nya oleh Azkia itu meminta panggilan video.


Bersamaan dengan dering telepon panggilan whatsapp dari wanita pelakor itu Arman terbangun, dan melihat Azkia sedang memegang handphone nya, yang sedang menyala karena panggilan telepon dari whatsapp nya, Azkia tersenyum dan memberikan nya pada Arman.


Azkia masuk ke kamar nya, tanpa berkata sepatah kata pun, lalu menghubungi tante Dina di kontak whatsapp nya.


"Tante jemput aku."


Hanya kata itu yang bisa Azkia ketik dan kirim kan ke Tante Dina.


"Maksudnya Apa Kia, jemput kemana.?"


Balas Tante Dina di pesan whatsapp nya, Azkia mengirim kan semua screenshot yang sudah dia dapat kan dan tersimpan di galeri handphone nya kepada Tante Dina.


"Astaghfirullah... tak tau diri itu si Arman, kamu yang sabar ya... tante akan segera jemput kamu sekarang."


Butuh sekitar satu jam perjalanan ke rumah Azkia dari Rumah tante Dina, tante Dina akan datang sekitar satu jam lagi, Azkia mengambil hape nya lalu menyimpan kontak wanita pelakor itu, lalu Azkia mengetik pesan.


"Kembali kan barang-barang saya, yang sudah suami saya berikan pada kamu, itu hadiah ulang tahun dari tema-teman saya untuk saya."


Ketik Azkia lalu mengirim kan nya kepada wanita pelakor itu.


"Maksudnya apa?, ini siapa?."


Balas pesan dari wanita pelakor itu.


"Kamu ada hubungan dengan suami saya yang bernama Arman, dan Arman memberi kan semua barang-barang saya sama kamu, saya hanya ingin barang saya kembali."

__ADS_1


Balas Azkia, menyebutkan nama Arman, kini wanita pelakor itu tau dengan siapa dia berkirim pesan di whatsapp nya.


"Gak saya gak ada hubungan dengan A Arman kok, anda salah paham."


Ucap wanita pelakor itu berusaha mengelak, lalu Azkia membalas pesan wanita pelakor itu dengan mengirim semua screenshot percakapan.


"Masih mau mengelak kamu tidak ada hubungan apa-apa, lalu apa semua percakapan itu tidak ada arti apa apa? kangeun banget?, kamu yang bilang kangeun banget sama suami saya, itu bukan Apa-apa?kalo tidak ada hubungan dengan kamu bagaimana mungkin Arman memberikan hadiah-hadiah buat kamu, hadiah hadiah yang kamu terima itu barang saya, barang dari teman-teman saya, sebagai hadiah ulang tahun, dan Arman memberikan semua nya sama kamu, kamu tau Arman sudah punya istri, lalu kenapa masih mau melayani suami orang padahal kamu tau dia sudah punya istri, dan kamu juga sudah punya suami, kamu menerima barang-barang dari suami orang lain, apa kamu tidak berpikir bagaimana kalo suami kamu memberikan barang- barang-barang ke istri orang lain?, kamu bilang kalian tidak serius, lalu bagaimana barang-barang itu bisa sampai di tangan kamu, Arman bilang kalian sudah beberapa kali ketemu, makanya barang-barang saya ada di kamu, di saat kalian ketemu lah Arman memberikan barang-barang saya sama kamu, kamu sampai ngambil resiko ketemuan sama suami orang dan kamu bilang hubungan kalian tidak serius?."


Ketik Azkia dan di balas dengan permintaan penggilan dari wanita pelakor itu.


"Mau apa kamu menelpon?."


Ketik Azkia, tanpa menerima panggilan telepon dari wanita pelakor itu.


"Bisa kita bicara di telpon Teh?."


Balas pesan wanita pelakor itu.


Ketik Azkia, karena Azkia tau mereka yang selingkuh selalu punya banyak alasan untuk membenarkan perbuatan nya, dan Azkia akan merasa lebih di bodohi ketika harus mendengar kan penjelasan dari mereka yang berselingkuh.


"Iya teh saya akan kembalikan, tapi bisa gak kita ketemu, saya ingin ketemu dan bicara baik-baik dengan Teteh."


Balas wanita pelakor itu lagi.


"Oohh tentu boleh kita ketemuan kamu bawa juga suami kamu, biar dia juga tau kamu selingkuh jadi yang hancur rumah tangga nya bukan hanya rumah tangga saya, tapi rumah tangga kamu juga biar hancur sekalian."


Ketik Azkia merasa di beri jalan, yah biar mereka menanggung resiko, mereka berdua Arman dan wanita pelakor itu mereka berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

__ADS_1


"Jangan teh saya tidak ingin bercerai sama suami saya."


Balas pesan dari wanita pelakor itu, ketakutan.


"Tentu saja kamu tidak ingin bercerai dengan suami kamu karena kamu yang berselingkuh bukan suami kamu, tapi kalo suami kamu tau kamu berselingkuh saya yakin dia pun sama seperti saya, yang akan segera menceraikan Arman, saya saja seorang wanita merasa harga diri saya di injak injak oleh kalian apalagi suami kamu sebagai seorang lelaki, apa kata orang kalo tau istrinya berselingkuh, tidak bisa mendidik Istrinya tidak bisa mencukupi kebutuhan istri nya maka nya istrinya berselingkuh, kalo aku sebagai perempuan tidak ada yang akan menyalahkan aku kenapa suami nya selingkuh apalagi kalian berselingkuh ketika aku sedang hamil sampai aku melahirkan, semua orang hanya akan menghujat Arman yang tega berselingkuh ketika istrinya sedang hamil dan bersenang-senang ketika istrinya sedang berjuang hidup dan mati di meja operasi."


Ucap Azkia walaupun emosi tapi tak ada kata kasar yang terlontar dari Azkia.


"Iya Teh saya minta maaf saya mengaku salah, jangan bawa-bawa suami saya teh jangan sampai suami saya tahu."


Balas wanita pelakor itu, semakin ketakutan.


"Tentu saja kamu salah, kamu sudah punya suami jangan kan melayani suami orang kamu pergi tanpa ijin suami pun kamu sudah salah apalagi ini pergi nya untuk berselingkuh dengan suami orang, kamu salah kepada suami kamu dan istri selingkuhan kamu."


"Iyaa teh saya minta maaf, saya gak mau rumah tangga saya ancur Teh."


Azkia menggelengkan kepala nya ketika mendapatkan pesan balasan dari wanita pelakor itu.


"Lalu bagaimana dengan rumah tangga saya? apa saya ingin rumah tangga saya hancur? rumah tangga saya sudah hancur sekarang!!!, apa ini salah saya, apa saya yang menghancurkan rumah tangga saya? kalian yang berselingkuh apa kalian tidak memikirkan nya sebelum nya kalian akan menghancurkan rumah tangga kalian, kalau pun rumah tangga kamu hancur itu bukan urusan saya dan bukan salah saya itu kesalahan kamu, kamu berani berbuat harus berani bertanggung jawab!."


Azkia melemparkan handphone nya ke tempat tidur, perih di perut nya bekas oprasi cesar sudah tidak di pedulikan nya lagi, hati nya lebih perih dan hancur berkeping-keping, Azkia lalu memanggil anak- anak nya.


"Siapa yang mau ikut sama Mamah beresin baju-baju kalian."


Ucap Azkia, ketika Fira dan Farhan menghampiri nya.


"Memang kita mau pergi kemana Mah?."

__ADS_1


Tanya Farhan, Azkia tidak menjawab pertanyaan Farhan, Azkia memberes baju Arka anak ke Tiga nya, dan smua baju bayi nya yang baru di lahir kan nya seminggu yang lalu itu, Azkia hanya ingin cepat pergi dari rumah nya itu, semua nya sudah hancur bagi Azkia.


(Bersambung)


__ADS_2