rasa yang tersisa

rasa yang tersisa
Bab 3 Paska operasi


__ADS_3

Azkia mengalami pendarahan satu dua hari, tapi pendarahan itu berhenti dan bulan berikut nya, Azkia tidak mendapat kan haid lagi, Azkia memeriksa kan ke Dokter kandungan, dan melakukan USG, bayi dalam kandungan Azkia baik-baik saja umur nya 13 minggu, 3 bulan lebih satu minggu, janin itu kuat ketika Azkia meminum obat penggugur kandungan, dan pendarahan selama dua hari, tidak menggugurkan bayi yang ada dalam kandungan nya, akhirnya Azkia menerima kehamilan nya, dan disini lah sekarang dia berada di ruang operasi, di meja operasi.


Tubuh yang tidak terbalut selimut, kedinginan sampai gigi nya bergemeretak, pengaruh obat bius paska oprasi cesar dan ruangan yang ber AC itu, membuat badan nya mengigil, dan kaku dia tidak bisa bergerak, dalam pikiran nya seperti ini kah mati? Melihat sekitar merasa kedinginan, dan tidak bisa berkata-kata, mereka hilir mudik namun seakan tak menghiraukan nya yang sedang kedinginan.


Ingin rasanya dia berteriak minta tolong untuk memberi nya sebuah selimut yang bisa menghangat kan badan nya, tapi bibir nya tak bisa bergerak, seluruh tubuh nya kaku hanya pikiran nya yang masih sadar, seperti sebelumnya nya ketika akan di operasi Azkia di tinggal kan lagi di ruang operasi itu sendirian, tapi kali ini keadaan nya lebih buruk dia merasa sangat kedinginan seperti dia berada dalam kotak freezer.


"Ya Allah kirim aku seseorang yang bisa memberikan selimut aku kedinginan ya Allah."


Ucap Azkia dalam hatinya dan Allah mendengar doanya, tiba-tiba pintu ruang oprasi itu terbuka, lalu datang seorang Ibu-ibu memakai baju hijau terang, seperti nya dia seorang cleaning service, Ibu-ibu itu menoleh ke Azkia, Azkia menggeretakan gigi nya semakin kencang, ingin memberi pesan kepada Ibu itu bahwa dia kedinginan, Ibu itu menghampiri Azkia


"Kedinginan yah?."


Ucap Ibu itu, Azkia hanya bisa menangguk, Ibu itu pergi, Azkia ingin memanggilnya dan berteriak jangan pergi... Azkia berpikir Ibu itu tidak akan kembali, ingin rasanya dia tertidur dan bangun sudah dalam kasur empuk dan memakai selimut tebal, tiba tiba tubuh nya ada yang menyelimuti, Ibu itu kembali dengan membawa selimut walaupun tidak tebal tapi cukup menghangatkan tubuh nya.


Azkia mengangguk dan tersenyum mengisratkan kalo dia berterima kasih kepada Ibu itu, Ibu itu pun pergi lagi, dua jam dia di biarkan dalam ruang operasi itu dengan keadaan yang menggigil, akhirnya pintu ruang operasi itu terbuka, dan datang lah seorang Dokter perempuan menghampiri Azkia memeriksa keadaan Azkia, lalu datang 4 orang suster laki-laki.


"Di pindah kan sekarang Dok?."


Ucap salah satu suster laki-laki, Dokter hanya megangguk, lalu empat suster laki-laki itu mengangkat tubuh Azkia yang masih kaku tidak dapat bergerak, mereka memindah kan Azkia ke Brankar dorong, Brankar dorong itu bergerak maju membawa Azkia keluar dari ruang operasi itu, menuju ruang perawatan bersalin.


Arman yang seperti nya baru bangun menggesek mata nya, dan menghampiri Azkia, Azkia  di pindahkan lagi dari Blankar ke ranjang, dua jam kemudian Azkia mulai merasa kan sakit, perih yang teramat di perutnya, efek suntikan bius nya sudah hilang semalaman itu Azkia tidak bisa tidur manahan kesakitan, sampai besok paginya baru dia mendapatkan suntikan pereda sakit.


Dua hari berlalu, hari ketiga Azkia di perbolehkan pulang, akhirnya Azkia pulang kerumah nya setelah beberapa hari tidak bertemu ketiga anak nya, Tante Dina mengurus Anak-anak Azkia selama Azkia di rumah sakit, di rumah sudah ada Tante Dina, tante Dini dan kedua sahabat nya Azkia, Kiki dan selly.


"Asalamualaikum..."


Azkia mengucapkan salam ketika sampai di depan pintu rumah nya.


"Wa alaikum salam.....Alhamdulillah..."


Ucap kedua tante nya, dan kedua sahabat nya ketika menyambut salam Azkia.


"Hati-hati Kia jalan nya, masih sakit ya."


Ucap Selly sambil memapah Azkia berjalan masuk kedalam rumah, Azkia meringis dan mengangguk.

__ADS_1


"Mau duduk di kursi apa mau tidur di kamar?."


Tanya tante Dina.


"Di kamar aja Tante."


Ucap Azkia, lalu Azkia di bawa ke kamar oleh Tante Dina, anak-anak menghampiri Azkia, Azkia menyiumi anak-anak nya satu persatu, Fira yang berumur 13 thn Farhan 7 thn Arka 2 tahun.


"Mana adik bayi nya Mah?."


Farhan menanyakan adik bayi yang baru lahir.


"Tuh di gendong Tante Selly sayang sana liat, Mamah nya mau istirahat kamu jangan ganggu dulu kasian perut nya masih sakit."


Ujar Tante Dina, Farhan pun mengangguk lalu mereka meninggal kan Mamah nya, tapi langkah Farhan terhenti ketika Mamah nya memanggilnya.


"Farhan, Papah dimana sayang?."


Tanya Azkia ke anak kedua nya itu.


Ucap Farhan menjawab pertanyaan Mamah nya.


" Panggilin Papah nya ke sini yah sayang."


Pinta Azkia ke anak nya, Farhan pun mengangguk lalu menghampiri Papah nya di belakang rumah yang sedang menelpon.


"Pah, di panggil Mamah tuh Kata Mamah, Papah di suruh ke kamar Mamah."


Arman yang sedang menelpon menoleh kebelakang ke arah suara Farhan yang ada di belakang nya.


"Iya sebentar,.. Nanti aku telpon lagi ya."


Ucap Arman lalu menutup telpon nya, Arman pun melangkah masuk ke rumah, dan berjalan menuju kamar nya dan istri nya yang sedang berbaring di ranjang nya.


"Ada apa Mah?."

__ADS_1


Arman bertanya ke istri nya, menanyakan maksud istri nya memanggilnya.


"Seminggu lagi Mamah harus kontrol ke Rumah sakit, cuma Mamah aja kontrol bekas jahitan, si dede gak usah, katanya gak apa-apa di periksa di bidan terdekat aja."


Ucap Azkia menjelaskan ke suami nya.


"Ya udah Mamah juga periksa di bidan terdekat."


Azkia merenggut mendengar ucapan Suami nya.


"Emang Papah gak bisa nganter Mamah ke Rumah sakit?."


Tanya Azkia, Azkia yang baru melahirkan suasana hatinya sensitif, pasca melahirkan semua Ibu merasakan emosi yang labil, mudah tersinggung, mudah sedih, dan mudah marah, kadang para suami, atau keluarga terdekat tidak memahami, inilah yang menyebabkan sering terjadi Babybluse kepada Ibu pasca melahirkan.


"Gak bisa Mah Papah sibuk di garmen udah Mamah kontrol nya ke Bidan aja."


Ucap Arman dengan tegas.


"Gak bisa Arman harus ke rumah sakit di kontrol oleh Dokter yang menangani oprasi nya untuk sekali ini saja, kalo seminggu udah bagus baru boleh, nanti ke bidan cuman di ganti perban, kalo sekarang Kia harus di USG di lihat luar dalam kondisi nya, tante kan pernah oprasi cesar jadi tau."


Ucap tante Dina menjelaskan kepada Arman.


"Ya udah lah tante kalo Arman gak bisa nanti aku naik Grab aja, banyak grab ini."


Ucap Azkia lalu dengan susah payah membalikan badan nya, karena perut nya masih terasa linu, perih dan nyeri, namun Azkia sudah tak tahan membendung air mata nya yang menetes di pipinya.


"Aku yang menjalani operasi cesar mempertaruh kan nyawa ku, dia hanya menunggu sambil tiduran, seharusnya dia yang menanyakan padaku kapan akan kontrol ke rumah sakit, jangan kan menanyakan meminta mengantar pun dia tidak mau, Sesibuk-sibuknya di garmen toh Kakak nya juga pasti mengerti kalo dia harus mengantar kan istrinya untuk kontrol ke rumah sakit, apa dia tidak mengkhawatirkan keadaan ku."


Bathin Azkia saat itu, Arman keluar dari kamar, dan pergi entah kemana, dan Azkia tertidur dengan berlinang air mata, lelah dan mengantuk yang sangat di rasakan nya, Azkia tidak dapat menyusui bayi nya karena air susu nya tidak keluar, terpaksa bayi nya yang terakhir ini Azkia memberi nya susu formula.


"Kamu terlalu banyak pikiran makanya air susu nya tidak keluar, kamu mikirin apa sih?,"


Tanya Tante Dina yang menginap di rumah Azkia.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2