rasa yang tersisa

rasa yang tersisa
Bab 7 Meninggalkan rumah


__ADS_3

Tak ada air mata setetes pun jatuh di pipi Azkia, tak ada rasa ingin menangis walaupun hati nya perih bagai di iris-iris dan sudah hancur berkeping-keping, namun air mata itu tidak keluar dari kedua bola matanya, apa mungkin memang sudah terlalu sakit sampai air mata nya itu sudah tidak bisa mewakili bagaimana perasaan nya.


Hanya satu yang Azkia sadari adalah dia tak pantas untuk mengasihani dirinya, malah dia mengasihani Arman dan wanita selingkuhan nya itu, Azkia tidak kehilangan apapun, tapi Arman sudah kehilangan semua rasa yang pernah Azkia titip kan untuk nya.


Rasa percaya bahwa Arman akan berubah, rasa hormat Azkia terhadap Arman sebagai seorang suami, rasa perduli Azkia pada Arman sebagai Ayah anak-anak nya, kini Azkia sudah tak perduli lagi pada Arman yang ada hanya rasa jijik dan benci ketika melihat Arman.


Azkia keluar kamar nya untuk mengambil alat-alat mandi anak-anak nya di ruang keluarga Arman sedang duduk menggendong bayi mereka, Azkia berjalan melewati Arman yang sedang duduk menggendong bayi nya, tak sepatah kata pun keluar dari bibir Azkia, begitu pun Arman hanya memandang Azkia yang melewati nya sambil menggendong bayi nya.


Azkia membiarkan Arman menggendong bayi nya, Azkia tidak mau merebut nya, tidak ingin ada keributan sebelum kepergian nya, biarkan dengan diam pun Arman sudah tau bagaimana perasaan Azkia saat itu.


"Mah kita pergi nya sama Papah kan?."


Tanya farhan kepada Azkia yang sedang membereskan baju-baju adik nya, Fira di kamar nya sedang membereskan baju nya, ketika Mamah nya pergi ke kamar mandi untuk mengambil peralatan mandi adik nya, Fira membuka handphone Mamah nya dan membaca semua percakapan Mamah nya dengan wanita pelakor selingkuhan Papah nya.


Fira menyimpan no whtsapp wanita pelakor itu di handphone nya, karena Fira memperoleh handphone sendiri semenjak dia menginjak kelas 1 SMA, Mamah nya membelikan nya Handphone, untuk keperluan nya sekolah, setelah membaca semua percakapan pesan whatsapp Mamah nya dengan wanita pelakor itu, Fira langsung ke kamar dan membereskan pakaian nya, dan berkata pada Farhan.


"Kamu, mau tinggal sama Mamah atau Papah, kalo kamu mau tinggal sama Mamah, beresin pakaian kamu, aku juga lagi beresin pakaian ku, aku mau pergi sama Mamah?."


Ucap Fira pada Farhan saat itu.


"Memang Mamah mau kemana?, kenapa Papah gak ikut?, terus Papah tinggal sama siapa?".


Fira tidak menjawab nya, lalu Farhan menghampiri Mamah nya di kamar dan menanyakan nya pada Mamah nya.


" Enggak Papah gak ikut, kamu mau ikut sama Mamah gak?."


Tanya Azkia, tanpa paksaan kepada Anak nya.

__ADS_1


"Kasian Papah sendirian kalo semua pergi Papah sama siapa?, trus adik bayi Mamah bawa juga?."


Ucap Farhan dengan polos nya.


"Iya adik bayi Mamah bawa, kan yang ngurusin adik bayi Mamah, kalo gak di bawa gak ada yang ngurusin kan Papah kerja."


Ucap Azkia masih berusaha menjelaskan dengan sewajarnya kepada anak nya walaupun saat itu bibir nya sudah tak ingin berkata.


"Kenapa Mamah harus pergi, mau kemana sih Mah?."


Tanya Farhan lagi masih kebingungan kenapa Mamah dan sodara-sodaranya harus pergi tanpa Papah nya.


"Udah jangan banyak tanya kalo kamu mau ikut Mamah, beresin baju kamu sekarang, sebentar lagi kita di jemput sama Nenek Dina."


Ucap Azkia menegaskan.


Ucap Farhan membuat hati Azkia makin perih, namun Azkia sadar itu bukan kesalahan Farhan, Farhan tak tau apa yang di rasakan Mamah nya sekarang ini, Azkia memejamkan matanya dan menghela napas nya, lalu berkata.


"Iya gak apa-apa, kalo Farhan gak mau ikut."


Ucap Azkia sambil berusaha tersenyum, menyembunyikan kepedihan nya.


"Mamah kenapa harus pergi ke rumah Nenek Dina Mah?, kita kan punya rumah?, ini kan sudah malam, kalo mau main kerumah Nenek Dina besok siang aja, Farhan ikut tapi kita pulang lagi."


Ucap Farhan lagi, Azkia tak memperdulikan perkataan Anaknya, tak menjawab perkataan anaknya, Azkia sibuk dengan baju-baju nya yang dia masukan dalam tas, Tante Dina datang, tanpa berkata sepatah kata pun pada Arman, yang sedang menggendong bayi nya.


Tante Dina mengambil Aulia, bayi yang ada dalam dekapan Arman, tanpa berkata sepatah kata pun, Arman pun tak dapat

__ADS_1


berkata apa-apa.


"Ayo Azkia kita pergi sekarang, Pah...tolong bawain tas-tas nya Azkia ke mobil."


Ucap tante Dina, yang sedang emosi tapi sudah tak ingin berkata apa pun, suami tante Dina menuruti perkataan istri nya membawakan tas-tas Azkia di bantu supir nya ke dalam mobil, Azkia menggendong Arka, lalu pergi tanpa berpamitan kepada Arman.


Sudah hilang rasa hormat kepada Arman yang masih suami nya itu, Fira mengikuti Mamah nya dari belakang dan mengajak Farhan, untuk ikut tapi Farhan menolak, Azkia tidak perduli ketika Farhan memilih tinggal di rumah bersama Papah nya.


Azkia hanya ingin segera keluar dari rumah nya yang dia bangun dengan susah payah itu, dia tidak perduli dia tidak ingin melihat Arman di hadapan nya. untuk sekarang ini yang dia ingin kan pergi menjauh dari Arman, memberi nya kebebasan untuk bersama wanita pelakor itu.


karena Azkia masih punya harga diri, ketika dia merasa sudah tidak di inginkan kenapa dia harus tetap bertahan, suami nya sudah berselingkuh berarti dia sudah tidak di inginkan lagi , dering telepon dari panggilan whatsapp berbunyi ketika Azkia memasuki mobil Tante Dina, dilihat nya panggilan masuk dari wanita pelakor itu, Azkia menolak panggilan dan mematikan handphone nya.


Sesampainya di rumah Tante Dina, Azkia di beri satu kamar untuk nya dan anak-anak nya, Fira tidur bersama Anak nya Tante Dina, Azkia bersama Arka dan Aulia anak bungsu nya yang baru Seminggu lahir itu, Aulia tidak rewel, bayi itu tertidur nyenyak.


Azkia mencium kening bayi nya, lalu beralih pada Arka, mencium kening Arka, bayi-bayi mungil nya yang tidak berdosa ini, menjadi kekuatan nya, Azkia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya walaupun tanpa Papah merekamereka.


Mungkin lebih mudah untuk mereka kehilangan Papah mereka dari sekarang, Azkia percaya Tuhan telah memberikan jalan terbaik untuk nya, Tuhan membuka rahasia suaminya selama ini dengan satu tujuan dan Azkia percaya rencana Tuhan lebih indah dari mimpi nya.


Azkia bersyukur dia tidak sendiri, keluarga nya bersama nya mendukung nya memberi nya kekuatan menghadapi ujian dari Tuhan, dan suaminya? siapa yang akan berada di pihak nya sekarang, Farhan pun bila tau apa yang telah Papah nya perbuat mungkin tidak akan kasihan melihat Papah nya di tinggalkan.


Malam itu Azkia di biarkan sendiri oleh Tante Dina, karena Azkia pun terlihat tidak ingin membahas nya, Azkia butuh waktu untuk sendiri, Malam itu Azkia tidak bisa tidur, Azkia mengingat-ingat selama ini dia tidar pernah mencurigai Arman berselingkuh.


Mungkin karena selama ini dia pokus dengan kehamilan nya yang bermasalah sehingga dia tidak terlalu memikirkan ke ganjilan atau tingkah Arman yang berbeda, ketika dia kehilangan barang-barang nya pun dia tidak berpikir bahwa Arman lah yang telah mengambil nya, dan memberikan nya kepada wanita istri orang lain, untuk membahagiakan istri orang lain.


Azkia mengambil Handphone nya dia bermaksud untuk membaca novel di sebuah app, untuk menghilang kegundahan nya, biasanya setelah membaca novel dia akan merasa mengantuk, ketika dia menyala kan handphone, dalam layar handphone nya terlihat 20 pesan belum terbaca dari wanita pelakor itu.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2