
Pesan ke 13 dari wanita pelakor itu membuat Azkia bangkit dari duduk nya dan berdiri lalu berjalan menghampiri pintu kamar, dan keluar berjalan menghampiri kamar anak nya tante Dina, Azkia mengetuk pintu kamar itu, dan meminta ijin untuk masuk.
"Asri boleh Teteh masuk?."
Ucap Azkia sambil mengetuk pintu.
"Iya Teh masuk aja..."
Terdengar suara Asri mengijinkan Azkia untuk memasuki kamar nya, katika membuka pintu Azkia mendapatkan Fira dan asri Anak nya tante Dina sedang mengobrol, Azkia tersenyum dan berkata.
"Belum pada tidur?."
Ucap Azkia basa-basi, Asri dan Fira pun menggelengkan kepala nya.
"Fira, Mamah boleh bicara sebentar?."
Tanya Azkia, pada putri sulung nya itu, Fira menoleh pada Asri, Asri mengangkat kedua bahu nya, Fira pun mengangguk, kepada Mamah nya, Azkia tersenyum dan berkata.
"Ayo ke sini..."
Ucap Azkia meminta anak nya mengikuti nya ke kamar yang dia tempati, Fira pun mengikuti Mamah nya.
"Mau bicarain Apa Mah?."
Tanya Fira ketika mereka sudah berada di kamar yang di tempati Mamah nya.
"Kamu dapat dari mana no telepon wanita itu?."
Tanya Azkia langsung ke intinya, karena Azkia sudah tidak sabar penasaran ingin mengetahui dari mana Putri sulung nya mendapatkan no telepon wanita pelakor itu.
"Dari handphone Mamah."
Jawab Fira membuat mamah nya tersentak kaget dan menatap Fira putri sulung nya itu dengan tajam.
"Apa kamu bilang? bagaimana mungkin?, kamu membuka Handphone Mamah, dan melihat whatsapp Mamah?."
__ADS_1
Tanya Azkia kepada putri sulung nya itu, Fira mengangguk dan menundukkan kepala nya.
"Itu tidak sopan Fira, jangan lakukan itu lagi!."
Ucap Azkia memperingatkan Fira putri sulung nya, Fira pun mengangguk dan berkata.
"Maaf Mah..."
Ucap Fira masih menundukkan Kepala nya.
"Jangan sekali-kali lagi membuka whatsapp Mamah, tidak sopan berbuat seperti itu kepada orang tua, Mamah punya privasi Fira, bahkan Fira juga tak ingin kan kalo Mamah dengan lancang tanpa seijin Fira membuka whatsapp Fira?."
Ucap Azkia yang kecewa dan merasa kecolongan.
"Jangan mengirim pesan pada wanita itu lagi."
Azkia memperingatkan Putri sulung nya, lagi.
"Ini urusan orang dewasa, ini urusan Mamah, kamu tidak perlu ikut campur, Mamah bisa menyelesaikan nya dengan cara Mamah."
"Tapi Mah gara-gara wanita pelakor itu, kita harus pergi dari rumah dan menumpang di rumah sodara seperti ini, gara gara-gara wanita pelakor itu, Mamah..."
Ucap Fira tapi tidak meneruskan perkataan nya... seperti nya lidah nya kelu karena emosi, dan amarah yang tidak dapat terbendung, Fira sudah remaja, sudah mengerti apa yang telah terjadi di keluarga nya, dan Fira sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk, sudah dapat memilih pihak mana yang harus dia bela, dan tentu saja karena Fira seorang perempuan yang dapat mengerti bagaimana perasaan Mamah nya sekarang ini.
Azkia menarik napas nya, terasa sesak Azkia rasakan di dalam dada nya, mengetahui bahwa Fira, putri sulung nya sekarang hati nya sedang terluka karena perbuatan Papah nya sendiri, Fira kecewa kepada Papah nya, ini yang Azkia tidak inginkan, anak nya terluka hatinya, Azkia merasa gagal menutupi nya seharus nya Fira tidak mengetahui apa yang terjadi seharus nya hanya dirinya lah yang terluka tidak dengan anak-anak nya jangan mereka karena ketika mereka terluka Azkia lebih merasakan terluka dan sakit.
Azka menutup mata dan menarik napas dengan berat lalu memegang pundak Putri sulung nya.
"Dengar kan Mamah, untuk kali ini Mamah minta sama Fira, Mamah belum pernah meminta apa pun kan dari Fira kan?, kali ini Mamah minta sama Fira, percaya sama Mamah, biarkan Mamah menyelesaikan masalah ini dengan cara Mamah, jangan mengirim pesan lagi kepada perempuan itu hapus dan blokir no nya, bisa?, lakukan untuk Mamah."
Ucap Azkia sambil tangan nya yang masih di pundak Fira mengoyang kan bahu Fira dan menatap Fira lebih dekat, Fira menengadah kan muka nya ke Mamah nya dan mengangguk, Azkia tersenyum dan mengangguk.
"Sekarang tidur jangan khawatir semua nya akan baik-baik saja percaya sama Mamah, kamu sebagai anak kami hanya harus melakukan satu hal berdoa kepada Tuhan untuk kebaikan keluarga kita semoga di beri jalan yang terbaik."
Ucap azkia mencoba meyakinkan putri nya, walaupun sebenarnya dirinya lah yang lebih membutuhkan kan untuk di yakin kan, Fira menetes kan air matanya mendengar perkataan Mamah nya seketika itu hati Azkia terasa perih bagaikan di iris, Azkia menyeka air mata putri sulung nya yang menetes di pipi Fira putri sulung nya itu, Azkia mendekap Fira lalu mencium kening putri sulung nya itu.
__ADS_1
"Jangan menangis Fira...Mamah butuh kamu menjadi anak yang kuat untuk menguatkan Mamah menghadapi semua ini."
Ucap Azkia berbisik ketika Mendekap putri sulung nya, Fira mengangguk dan melepas kan dekapan Mamah nya dan memperlihatkan senyuman nya kepada Mamah nya sambil menyeka kedua pipinya sendiri oleh kedua telapak tangan nya, ingin menunjukkan dan meyakinkan Mamah nya bahwa dia bisa kuat dan bisa di andalkan untuk menjadi penguat Mamah nya.
Nah gitu dong senyum kan jadi lebih cantik, ini baru anak Mamah, sekarang tidur ya..."
Ucap Azkia sambil tersenyum dan menyuruh putri sulung nya untuk tidur, Fira mendekat ke Mamah nya mencium pipi Mamah nya dan berkata.
"Fira sayang Mamah..."
Azkia tersenyum bahagia, dan membalas mencium pipi anak dan berkata "
"Kalo Fira sayang Mamah, Fira akan menuruti semua permintaan Mamah yah... Mamah lakuin semua ini karena Mamah sayang Fira juga adik-aik Fira."
Ucap Azkia setelah mencium popi putri sulung nya.
"Iya udah Fira pergi tidur ya Mah..."
Ucap Fira berpamitan, Azkia pun mengangguk, lalu Fira berlalu meninggal kan Mamah nya, di kamar yang Mamah nya tempati, Fira kembali ke kamar Asri, Azkia menutup pintu kamar yang di tempati nya, Azkia melangkah dengan gontai, lemas seakan tak ada gairah dan tenaga, tak habis pikir oleh nya, Arman yang dulu sangat dia cintai, Arman yang dulu setia pada nya sampai Lima tahun lebih mereka berpacaran, Arman tidak pernah menghianati cinta nya, membuat Azkia yakin untuk menerima lamaran nya.
Karena Azkia berpikir Arman lelaki setia yang tidak akan pernah menghianati nya, Azkia berpikir dengan berpacaran selama lima tahun tanpa penghianat membuktikan seberapa kuat nya pondasi cinta mereka, tapi ternyata tidak, orang akan berubah hanya dengan sekejap mata, meruntuhkan pondasi cinta yang telah mereka bangun selama ini, untuk yang kedua kali nya Azkia terluka.
Azkia menghempas kan badan nya di tempat tidur, setelah semua kekecewaan dan kepedihan yang arman berikan Azkia bertanya dalam hatinya apa Arman pernah mencintai nya selama ini, azkia merasa tidak pernah di cintai oleh Arman setelah semua penderitaan yang Arman berikan untuk nya dan anak-anak nya Azkia tidak bisa merasakan dan mengingat kembali bagaimana rasanya di cintai oleh Arman.
Rasa kagum rasa sayang kepada Arman dulu, sudah tidak dapat Azkia rasakan lagi, Azkia kembali kepada handphone nya tinggal beberapa pesan yang belum dia baca dari wanita pelakor itu, Azkia membaca salah satu pesan terakhir wanita itu.
"Teh ini Anak Teteh Fira meneror saya dengan kata-kata kasar, Fira mengatai saya pelakor lah sampah lah."
Isi pesan terakhir dari wanita pelakor itu lalu dia mengirimkan screenshot percakapan nya dengan Fira beberapa jam yang lalu.
"Terus kamu mau di sebut apa sama anak saya, memang kan kamu pelakor, secantik-cantik nya kamu kalo kamu nya pelakor tetap saja sampah!!, kamu yang bilang sendiri kamu tau kalo Arman pria yang sudah punya anak dan istri, dan kamu
tetap menerima nya sebagai selingkuhan kamu, sekarang kenapa kamu tidak menerima ketika anak nya meneror kamu?, seharus kamu bisa menerima karena kamu sudah tau dia punya anak yang sudah remaja, apa yang kamu harapkan dari Fira? berbicara manis sama kamu?, memuji kamu? berada di pihak kamu dan mendukung kamu? Ingat Fira itu putri sulung saya dia perempuan, dia sebagai perempuan merasa kan apa yang Ibu nya rasakan sekarang, jadi kamu harus Terima apapun yang Fira ucap kan pada kamu, itu resikonya berpacaran dengan suami orang yang sudah punya anak remaja dan kamu juga sudah tau itu, berani berbuat berani menanggung resiko nya!!."
Azkia akhirnya membalas pesan dari wanita pelakor itu.
__ADS_1
(bersambung)