
setelah Leoni salah satu pasukan bayangan pergi menyampaikan pesan Li Feng
xuer dan linus beserta para pelayan tiba disana
saat xuer melihat Li Feng duduk santai di kursi ia lalu bergegas ke arah Li Feng
"Li feng-Gege kenapa kamu keluar kamar apakah sudah sembuh?" tanya xuer dengan khawatir
"tenang saja aku sudah tidak apa-apa" ucap Li Feng sambil menenangkan xuer
Li Feng lalu menoleh ke arah Linus dan mengedipkan matanya
"ehemm... xuer ada yang mau ayah sampaikan pada kamu" ucap Linus dengan serius
"ada apa ayah?" tanya xuer heran
"apa kamu menyukai yang mulia pangeran?" tanya Linus dengan lembut
saat Linus menanyakan hal tersebut seketika muka xuer menjadi merah
"ke... na...pa ayah tiba-tiba menanyakan itu?" tanya xuer dengan pelan
"ehemm..." Linus memberi kode ke Li Feng
Li Feng yang baru menyadari kode dari Linus ia segera mendekati xuer
"xuer apakah tidak menyukai aku?" tanya Li Feng dengan nada sedih
"bukan begitu, xuer menyukai Li feng-Gege tapi ini bukankah terlalu cepat?" ucap xuer merasa bersalah
"ini tidaklah terlalu cepat dan aku janji akan melindungi xuer dari apapun" ucao Li Feng dengan penuh tekad
"apa terjadi sesuatu?" tanya xuer dengan cemas
tidak biasanya ayahnya langsung menyetujui tentang pernikahan ataupun mengenai masa depan dengan tergesa-gesa
apalagi ditambah Li Feng yang bisa terlihat sangat terburu-buru
"tidak ada apa-apa besok xuer akan ikut yang mulia pangeran ke istana di ibukota untuk melangsungkan pernikahan yah" ucap Linus dengan sedikit nada sedih
"lalu ayah bagaimana apa akan ikut xuer juga ke ibukota?"
__ADS_1
"ayah masih ada urusan di kota Lexus jadi tidak bisa menemani xuer"
"tapi...." ucap xuer dengan segan
"xuer menurut yah apa kata yang mulia pangeran di ibukota dan tetap jadi diri xuer sendiri nanti" ucap Linus sambil mengelus kepala xuer dengan lembut
Li Feng agak terkejut mendengar perkataan Linus dan ingin segera menanyakan sesuatu padanya
"baiklah xuer akan menuruti perkataan ayah"
"sekarang xuer pergi bersama para pelayan untuk menyiapkan baju dan yang ingin dibawa besok dulu yah?"
"hmm.." jawab xuer mengangguk
xuer serta para pelayan lalu pergi dan meninggalkan Linus dan Li Feng disana
"sekarang yang mulia pangeran pasti ingin bertanya kepada saya bukan?" ucap Linus sambil duduk santai disamping Li Feng
"tentu saja, aku ingin tanya kenapa paman tidak ikut kami ke ibukota?" tanya Li Feng dengan tegas
Linus menatap Li Feng yang kini wajahnya tampak sangat khawatir
ia dalam hati lega sekaligus senang mempercayai Li Feng menjaga xuer
"jangan-jangan...."
"benar dua orang itu adalah yang pertama aku temui saat pangeran tiba di kota Lexus dan yang kedua aku temui saat di depan kamar anda
mereka berdua mati mengenaskan dan tampaknya mereka disiksa serta diinterogasi sebelum mati" ucap Linus dengan muka serius
"apa paman yakin itu mereka?" tanya Li Feng memastikan
"aku yakin sekali, disetiap pasukan bayangan pasti ada tanda pengenal yang melekat di tangan mereka
dan aku melihat tanda itu sebelum mereka mati dan sesudah mereka mati"
"tampaknya mereka bukan dibunu melainkan ditangkap" gumam Li Feng
"apa disekitar sana ada bekas pertarungan?" tanya Li Feng serius
"tidak ada sama sekali bekas pertarungan disana" ucap Linus dengan sedikit merinding
__ADS_1
hanya satu kemungkinan bahwa tidak ada bekas pertarungan saat melawan pasukan bayangan
lawan terlalu kuat hingga mereka gagal bereaksi bahkan melindungi diri
tapi siapa? ini adalah pertanyaan di kepala Li Feng dan linus
"kemungkinan mereka mengincar aku di kota Lexus dan belum mengetahui keberadaan xuer" dugaan Linus
"jadi itu mengapa paman bersikeras tinggal di disini?"
"benar sekali, jika aku mengikuti kalian pasti akan berbahaya" ucap Linus dengan sedih serta khawatir
"haa... baiklah jika itu keputusan paman aku akan meninggalkan seluruh pengawal termasuk komandan pengawal pribadi aku didekat paman"
"tapi bukankah itu akan terlalu berbahaya bagi anda dan xuer tanpa pengawalan?"
"tidak apa-apa aku sekarang sudah mencapai tingkat kematian level 2 ranah puncak" ucap Li Feng dengan tenang
"baiklah jika begitu aku akan menyiapkan kereta untuk kalian berangkat"
"tunggu paman, kami hanya butuh 1 kuda saja" ucap Li feng mencegat Linus pergi
"1 kuda?
apa yang mulia pangeran yakin?" tanya Linus meragukan
"tidak apa-apa 1 kuda saja cukup dan panggil aku Li Feng paman" ucap Li Feng dengan tegas
"tapi...."
"tidak apa-apa kan anda ayah xuer serta sebentar lagi aku akan menikahinya jadi anda jangan terlalu sopan ke saya" ucap Li Feng sambil tersenyum
Linus merasa bersalah karena melarang Li Feng memanggil ia ayah sebelumnya
"baiklah nak Li Feng kamu boleh panggil aku ayah sekarang namun kamu harus menepati janji kamu sebelumnya" ucap Linus dengan tegas
"baiklah..." ucap Li Feng sambil menggaruk pipinya
"aku akan menyiapkan kuda dulu kamu tunggu xuer disini dulu saja" ucap Linus sambil tersenyum
ia lalu pergi ke kandang kuda dan mencari kuda terbaik
__ADS_1
sementara Li Feng masih di ruangan menunggu xuer selesai berkemas