
setelah kakek itu meninggalkan Li Feng dan xuer
ia bergegas pergi ke suatu tempat dengan sangat cepat
"aku rasa sekarang sudah sedikit aman.." ucap kakek itu sambil mengamati sekitar
ia kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat dan membentuk sebuah pintu spasial berwarna hitam
setelah pintu tersebut terbentuk sepenuhnya barulah kakek itu membuka dan memasukinya
saat ia masuk disana dirinya berada ditengah ruangan tempat seperti persidangan
namun bedanya ruangan itu sangat besar dan banyak kursi serta orang yang duduk disana menggunakan jubah
sementara itu terdapat juga kursi paling tinggi dari semuanya
kakek tersebut lalu membungkuk dengan hormat dibawah kursi paling tinggi itu
"ketua klan orang yang dipilih oleh yang mulia dewa sudah tiba di dunia ini" lapor kakek itu dengan hati-hati
"benarkah...?" ucap orang yang berada di kursi tertinggi dengan tegas
"i... ya ketua klan saya sudah pastikan hal tersebut" ucap kakek itu dengan hati-hati
"baiklah kalau begitu kerja bagus.... sekarang kamu boleh pergi...." perintah orang tersebut
"ba... ik ketua" ucap kakek itu dengan sedikit takut
"dengarkan mulai sekarang perintahkan prioritas dengan semua klan kita untuk melindungi anak tersebut.....!!!" ucap ketua klan dengan tegas
"baik ketua klan!!!' teriak orang yang berada di ruangan itu secara bersamaan dengan patuh
mereka lalu pergi menggunakan pintu spasial yang sama dengan kakek tersebut
__ADS_1
"kamu berikan token ini kepada anak itu nanti...." perintah ketua klan sambil melempar sebuah token biru dan merah yang dibalut dengan warna emas murni
"baiklah ketua klan" ucap kakek tersebut dengan patuh
ia lalu membuka pintu spasial seperti sebelumnya dan pergi
sementara ketua klan menghilang dari kursi tertinggi dalam sekejap
di lubang
sekarang sudah banyak orang yang cukup kuat berkumpul di tepi luar lubang
Li Feng dan xuer sudah mengamati dari tadi di gunung tanpa diketahui sama sekali
"hei sekte darah seharusnya kalian tidak disini" ucap salah satu pria dengan pedang di pinggangnya dengan keras ke arah orang-orang yang memakai jubah merah darah
"kalian sekte pedang angin lagi...." ucap salah satu orang jubah merah itu dengan geram
"kamu harus tahan ingat perkataan ketua sekte" ucap salah satu orang berjubah merah menghentikan rekannya
sementara ditempat-tempat lain juga terjadi hal serupa
mereka hanya mengadu mulut tanpa bertarung sama sekali
bukan mereka tidak ingin bertarung tapi mereka semua hanya menahannya
sementara itu di dalam lubang masih terjadi pertempuran yang hebat
darah disana berceceran dimana-mana dan banyak juga mayat serta orang yang terluka serius
bahkan ada yang menghianati rekannya demi benda harta tersebut
di atas gunung
__ADS_1
xuer melihat semua dari atas gunung dari awal sampai akhir tanpa mengedipkan matanya
Li Feng yang melihat sikap xuer sedikit terkejut
karena anak seusianya biasanya akan takut ataupun jijik melihat pemandangan tersebut
"bagaimana perasaan kamu sekarang xuer?" tanya Li Feng dengan penasaran
"aku baik-baik saja Li Feng-gege" jawab xuer sambil tersenyum ke arah Li Feng
"dan juga mereka itu hanya serangga yang menjijikkan" ucap xuer memandang ke arah lubang dengan wajah muak
"kalau aku bagaimana?" tanya Li Feng sedikit menggoda xuer
"ka... lau.... Li Feng-gege tentu saja berbeda karena di dunia manapun kamu akan selalu xuer pandang berbeda dari yang lainnya
walaupun sikap dan perbuatan Li Feng-gege telah berubah" ucap xuer dengan senang dan sedikit malu
"sudah dipastikan anak ini tidak dapat ditolong lagi untuk sifat sosial nya" pikir Li Feng dengan membeku
sementara itu pertempuran terus terjadi bahkan saat menjelang malam
dan Li Feng serta xuer terus memandangi hal tersebut
apalagi xuer memandang mereka semua disana seperti serangga
"baiklah untuk hari ini kita tidur dulu" ucap Li Feng karena ia bosan telah memandangi tempat tersebut seharian
"baiklah Li Feng-gege" jawab xuer sambil tersenyum cerah
baginya hanya Li Feng seorang yang penting di dunia manapun
dan serangga seperti mereka yang terus membunuh itu sangatlah memuakkan baginya untuk terus menatap mereka
__ADS_1
Li Feng yang menyadari apa yang dipikirkan oleh xuer hanya menghela nafas saja