Reincarnation Of The King Sword God

Reincarnation Of The King Sword God
chapter 30: klan dewa waktu


__ADS_3

setelah kakek itu meninggalkan Li Feng dan xuer


ia bergegas pergi ke suatu tempat dengan sangat cepat


"aku rasa sekarang sudah sedikit aman.." ucap kakek itu sambil mengamati sekitar


ia kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat dan membentuk sebuah pintu spasial berwarna hitam


setelah pintu tersebut terbentuk sepenuhnya barulah kakek itu membuka dan memasukinya


saat ia masuk disana dirinya berada ditengah ruangan tempat seperti persidangan


namun bedanya ruangan itu sangat besar dan banyak kursi serta orang yang duduk disana menggunakan jubah


sementara itu terdapat juga kursi paling tinggi dari semuanya


kakek tersebut lalu membungkuk dengan hormat dibawah kursi paling tinggi itu


"ketua klan orang yang dipilih oleh yang mulia dewa sudah tiba di dunia ini" lapor kakek itu dengan hati-hati


"benarkah...?" ucap orang yang berada di kursi tertinggi dengan tegas


"i... ya ketua klan saya sudah pastikan hal tersebut" ucap kakek itu dengan hati-hati


"baiklah kalau begitu kerja bagus.... sekarang kamu boleh pergi...." perintah orang tersebut


"ba... ik ketua" ucap kakek itu dengan sedikit takut


"dengarkan mulai sekarang perintahkan prioritas dengan semua klan kita untuk melindungi anak tersebut.....!!!" ucap ketua klan dengan tegas


"baik ketua klan!!!' teriak orang yang berada di ruangan itu secara bersamaan dengan patuh


mereka lalu pergi menggunakan pintu spasial yang sama dengan kakek tersebut

__ADS_1


"kamu berikan token ini kepada anak itu nanti...." perintah ketua klan sambil melempar sebuah token biru dan merah yang dibalut dengan warna emas murni


"baiklah ketua klan" ucap kakek tersebut dengan patuh


ia lalu membuka pintu spasial seperti sebelumnya dan pergi


sementara ketua klan menghilang dari kursi tertinggi dalam sekejap


di lubang


sekarang sudah banyak orang yang cukup kuat berkumpul di tepi luar lubang


Li Feng dan xuer sudah mengamati dari tadi di gunung tanpa diketahui sama sekali


"hei sekte darah seharusnya kalian tidak disini" ucap salah satu pria dengan pedang di pinggangnya dengan keras ke arah orang-orang yang memakai jubah merah darah


"kalian sekte pedang angin lagi...." ucap salah satu orang jubah merah itu dengan geram


"kamu harus tahan ingat perkataan ketua sekte" ucap salah satu orang berjubah merah menghentikan rekannya


sementara ditempat-tempat lain juga terjadi hal serupa


mereka hanya mengadu mulut tanpa bertarung sama sekali


bukan mereka tidak ingin bertarung tapi mereka semua hanya menahannya


sementara itu di dalam lubang masih terjadi pertempuran yang hebat


darah disana berceceran dimana-mana dan banyak juga mayat serta orang yang terluka serius


bahkan ada yang menghianati rekannya demi benda harta tersebut


di atas gunung

__ADS_1


xuer melihat semua dari atas gunung dari awal sampai akhir tanpa mengedipkan matanya


Li Feng yang melihat sikap xuer sedikit terkejut


karena anak seusianya biasanya akan takut ataupun jijik melihat pemandangan tersebut


"bagaimana perasaan kamu sekarang xuer?" tanya Li Feng dengan penasaran


"aku baik-baik saja Li Feng-gege" jawab xuer sambil tersenyum ke arah Li Feng


"dan juga mereka itu hanya serangga yang menjijikkan" ucap xuer memandang ke arah lubang dengan wajah muak


"kalau aku bagaimana?" tanya Li Feng sedikit menggoda xuer


"ka... lau.... Li Feng-gege tentu saja berbeda karena di dunia manapun kamu akan selalu xuer pandang berbeda dari yang lainnya


walaupun sikap dan perbuatan Li Feng-gege telah berubah" ucap xuer dengan senang dan sedikit malu


"sudah dipastikan anak ini tidak dapat ditolong lagi untuk sifat sosial nya" pikir Li Feng dengan membeku


sementara itu pertempuran terus terjadi bahkan saat menjelang malam


dan Li Feng serta xuer terus memandangi hal tersebut


apalagi xuer memandang mereka semua disana seperti serangga


"baiklah untuk hari ini kita tidur dulu" ucap Li Feng karena ia bosan telah memandangi tempat tersebut seharian


"baiklah Li Feng-gege" jawab xuer sambil tersenyum cerah


baginya hanya Li Feng seorang yang penting di dunia manapun


dan serangga seperti mereka yang terus membunuh itu sangatlah memuakkan baginya untuk terus menatap mereka

__ADS_1


Li Feng yang menyadari apa yang dipikirkan oleh xuer hanya menghela nafas saja


__ADS_2