Reincarnation Of The King Sword God

Reincarnation Of The King Sword God
chapter 32: menyelamatkan putri Qin


__ADS_3

Li Feng setelah menenangkan xuer ia kembali mengamati pertempuran di dalam lubang dan putri Qi yang melarikan diri


sementara itu ditempat lain saat ini putri Qin bersama dengan kakek disebelahnya terus berlari secepat mereka bisa


walaupun ia masih heran kenapa orang-orang di kuat itu membiarkan dirinya


namun ia masih waspada sampai ia tiba di ibukota negara Qin


tiba-tiba putri Qin dan kakek tersebut berhenti karena merasakan aura seseorang didepannya


"siapa kalian keluarlah" ucap putri Qin dengan waspada


"wah wah memang seperti rumor putri Qin memiliki tubuh yin sempurna serta badan dan wajahnya yang memikat" ucap seorang pria bertopeng saat ia keluar dari depan jalan


"tenang saja anda bisa menikmati tubuhnya nanti dimanapun anda mau" ucap seseorang lagi dari belakang pria bertopeng


putri Qin yang familiar dengan suaranya dan mengenal betul siapa itu sekarang benar-benar marah


"dasar brengsek!!!" teriak putri Qin dengan kesal dan marah


"hahaha.... brengsek?... dunia ini memang kejam putri kecil, bukankah hal tersebut juga yang menimpa kakak mu dulu" ucap orang dibelakang topeng itu dengan menyindir


"apa kamu mau memulai perang pangeran pertama Feng?" tanya putri Qin dengan kesal dan geram


"hahaha... ternyata kamu mengenal aku hanya dari suara saja apakah kamu menyukai aku putri Qin?" tanya pangeran Feng dengan menyindir lagi


"tentu saja tidak, dan aku tanya sekali lagi apakah kamu mau memulai perang pangeran Feng?" tanya putri Qin sekali lagi dengan geram


"tentu saja tidak.... dan bagaimana bisa orang yang akan menjadi budak melaporkan hal tersebut" ucap pangeran Feng dengan mengejek putri Aini


"budak?... memangnya kamu bisa..." saat putri Qin berbicara dengan geram ia ditusuk dari belakang


"kakek..... bagaimana kamu bisa?...." ucap putri Qin dengan tidak percaya


"apakah kamu bodoh?... dari awal kakek mu itu adalah orang dari kerajaan Feng dan juga ia membantu dalam menangkap putri pertama" ucap pangeran Feng mengejek


"kalian...." saat ini putri Qin sangat geram dan kesal namun ia bahkan tidak bisa mengumpulkan aura sedikit pun


"ini...." ucap putri dengan tidak percaya


"tenang saja yang mulia putri anda akan merasakan nikmat surga sama seperti putri pertama


dan saya akan merasakan anda juga dari bawah sampai atas" ucap kakek itu sambil menjilati leher putri Qin


"kakak juga begini?...." ucap putri Qin tidak percaya


"betul juga bagaimana jika saudara ini saling bertemu lagi.... bawa dia kesini" perintah pangeran Feng dengan senyum mengejek


setelah itu seseorang membawa wanita cantik yang diborgol dari leher, kaki, tangan, dan badan

__ADS_1


"kakak...." ucap putri Qin tidak percaya


"benar ini kakak kamu tapi sekarang ia hanyalah wadah kosong dan patuh karena kami sudah menggunakan teknik jiwa" ucap pangeran Feng sambil menendang putri Qin pertama sampai jatuh


bisa terlihat dari mata putri Qin pertama bahwa ia memandang kosong tanpa apapun


"dan sekarang akan aku gunakan teknik jiwa itu padamu juga supaya patuh saat kita bersenang-senang" ucap pangeran Feng sambil menjilati bibirnya


.....


diatas gunung


saat ini Li Feng melihat dari awal sampai akhir tentang proses putri Qin


jujur saja ia saat ini sangat marah karena teknik jiwa hanya boleh menghukum penjahat paling keji saja


xuer yang melihat perubahan pada suasana hati Li Feng menjadi cemas dan khawatir


"Li Feng-gege apa kamu tidak apa-apa?" tanya xuer dengan cemas


pertanyaan mencemaskan xuer membuat Li Feng menjadi sadar dari amarahnya


"oh aku tidak apa-apa xuer tenang saja" jawab Li Feng sambil tersenyum hangat ke xuer


xuer yang mengerti apa yang ingin dilakukan Li Feng dan mengamati juga dari tadi tentang putri Qin mengerti perasaan Li Feng


"Li Feng-gege jika kamu mau menyelamatkan mereka aku tidak apa-apa sekarang jangan khawatir" ucap xuer dengan tersenyum lembut


"baiklah kalau begitu aku pergi dulu xuer" ucap Li Feng sambil tersenyum lembut dan semangat ke xuer


"hmm..." xuer mengangguk


Li Feng selama beberapa hari ini mengumpulkan energi kedalam tubuhnya


dan membentuk fondasi seni bela diri baru, yaitu walau tanpa energi apapun ia masih bisa memproduksi energi itu dari tubuhnya


serta meningkatkan dirinya secara otomatis tanpa bantuan alam sekalipun


sekarang energi itu telah berkumpul cukup banyak didalam energi Li Feng


dan melintasi jarak dari atas gunung ketempat putri Qin ada dalam sekejap tentu akan lebih muda


Li Feng lalu mengambil kuda-kuda untuk melompat sejauh mungkin


ia kemudian menekan tanah dan melompat tinggi dengan cepat


dan mengarahkan dirinya ke arah tempat putri berada saat ini dengan kecepatan penuh


jika orang lain melihat Li Feng saat ini mereka akan mengira bahwa Li Feng terbang dan bukan melompat

__ADS_1


sekarang putri Qin kedua melihat kakaknya yaitu putri pertama dalam kondisi mengenaskan


namun ia saat ini hanya takut, geram, kesal, dan marah


tapi walaupun dengan banyak emosinya tetap saja ia saat ini tidak bisa melawan


dan pilihan dirinya satu-satunya hanyalah pasrah saja


"baiklah kalau begitu aku mengandalkan kamu tuan" ucap pangeran ke pria bertopeng tersebut


"baiklah" ucap pria bertopeng itu dengan senang


ia kemudian maju dan tiba didepan putri Qin kedua saat ini


dan akan mengendalikan putri menggunakan teknik jiwa miliknya


"akhirnya aku punya mainan baru lagi..." pikir pria bertopeng tersebut dengan bahagia


namun saat putri kedua sudah pasrah akan keadaan


ia melihat sesuatu mendekati dirinya dengan sangat cepat


pria bertopeng itu lantas juga mundur dengan cepat dan memasang pertahanan


"boooommmm.....!!!" suara ledakan yang kuat


ledakan dahsyat tersebut membuat asap debu mengepul serta orang bertopeng itu dan pangeran Feng menjadi hati-hati


"siapa kamu?" tanya pangeran Feng dengan hati-hati


"aku dan kamu punya nama belakang dan depan sama tapi sikap kamu itu sangat menjijikkan" ucap Li Feng dengan kesal


"kamuuu....!" ucap pangeran Feng dengan kesal dan marah


saat kabut debu perlahan menghilang muncul sosok anak laki-laki yang sedang mencekik seorang kakek disana


serta putri Qin pertama yang memiliki tatapan kosong juga berada disampingnya


Li Feng kemudian melepaskan cekikannya dari kakek itu dan memandang pria bertopeng serta pangeran Feng dengan marah


"sekarang giliran kalian...!!!" ucap Li Feng dengan kesal dan marah


......


Thor: astaga Thor benar-benar ingin up lebih banyak lagi namun semua itu tidak memungkinkan yah😢


jadi bagi pembaca setia novel ini tetap bersabar karena jadwal update yang tidak pasti untuk sekarang ini sampai tidak diketahui 🙏🙏🙏


mohon dukungannya untuk like, vote, komen, share, dan rating 🌟 5

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2