
Acara masih berlanjut, pangeran Huan juga masih menatap sengit ke arah Nuwa, yang dikelilingi oleh orang orang besar
"Nona Nuwa, bukankah Zen telah memberikan giok tanda pengenal, lima tahun yang lalu, permaisuri sangat menunggu kedatangan anda Nona, namun harapan nya pupus karena tetua Liu mengatakan bahwa anda sedang melakukan meditasi pendewasaan" ucap Kaisar Gao yiyan
"Ada apa, kenapa permaisuri menunggu hamba"? tanya Nuwa
" Beliau sakit keras, tidak ada tabib yang mampu menyembuhkan sakit nya, saat ini permaisuri tak sadarkan diri sudah tiga tahun lamanya" ucap kaisar Gao sendu
Nuwa merasa bersalah, dia pasti akan membantu kaisar yang ada di hadapan nya, terlihat dari pancaran matanya yang penuh harap, sepertinya dia ingin meminta bantuan Nuwa, namun tidak berani
"Tenanglah yang mulia, besok hamba akan datang untuk menyembuhkan permaisuri" ucap Nuwa, dan ucapan nya itu berhasil membuat mata Kaisar Gao bersinar penuh harapan
"Terima kasih Nona, sebagai tanda terimakasih, Zen akan memberikan apapun yang nona minta" ucap Kaisar Gao
"Suruh saja, para koki dapur masak yang banyak, jangan lupa, rasanya juga harus enak" ucap Nuwa
"Ya, ya, Zen akan memerintahkan mereka masak banyak"sahut kaisar Gao, di meja itu terdapat kaisar Gao, Fu dan Qi, lalu kemudian datang Jendral Xiao bai membawa kursi nya untuk duduk di meja yang sama
" Salam para kaisar, salam nona Nuwa" sapa nya
"Salam juga jendral agung" sahut mereka semua
"Bolehkah saya mengenal nona Nuwa lebih jauh "? tanya Xiao bai terus terang, dari kejauhan kaisar Nan memasang telinga nya dengan tajam, dia semakin merasa rendah dan tidak percaya diri, mana mungkin dia berani tertarik pada sosok sempurna seperti Nuwa
"Yui, mari kita pulang" ucap nya
"Yang mulia" suara Yui tercekat, dia tau apa yang di rasakan oleh tuan nya, keberadaan nya di sana bagaikan debu yang tertutup kain, dia adalah kaisar yang di kucilkan
"Nona, sudahi tebar pesona mu, kasihanilah kaisar Bulan itu, dia merasa tidak punya teman" ucap Miu
Nuwa menatap kearah Kaisar Nan, dan matanya bertemu dengan tatapan Yui, kebetulan Yui juga sedang memandangnya, Yui hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Nuwa
"Maaf jendral dan juga para kaisar, Hamba izin kesana dulu, ya" tunjuk Nuwa ke meja Yui dan kaisar Nan
Baru saja Kaisar Nan akan berdiri, bau harum tubuh Nuwa menyeruak ke indra penciuman nya, dia semakin yakin, bahwa Nuwa lah yang telah membantu nya ketika terkena racun tempo hari
__ADS_1
"Salam yang mulia kaisar Meyu sheu nan beserta pengawal semoga panjang umur dan berkah selalu" sapa Nuwa
"Salam Nona" sahut mereka berdua
"Kenalkan nama hamba Nuwa" ucap Nuwa
Kaisar Nan maju dan berbisik di telinga Nuwa
"Terimakasih Atas bantuan anda tempo hari" ucap kaisar Nan tersenyum
Bulu kuduk Nuwa berdiri,ternyata Kaisar Bulan itu telah mengenali nya, sungguh indra yang tajam melebihi mata pikir Nuwa
Nuwa duduk bersama mereka, dia melambai lambaikan tangan nya didepan mata kaisar Nan, dan sang kaisar menangkap tangan Nuwa dengan mudah, Yui hanya melihat dan duduk diam saja, andai orang lain yang melakukan hal itu, sudah dipastikan tangan nya hilang seketika
"Zen buta dari kecil, bukan dari lahir, seseorang dengan sengaja mencelakai zen waktu itu, dan tidak di sangka takdir mengatakan bahwa zen harus menjadi buta seumur hidup" ucap Kaisar Nan
"Biarlah, yang penting anda tampan" ucap Nuwa ringan
"Uhuk, uhuk" Yui sampai tersedak liur nya sendiri saking terkejut nya dengan ucapan Nuwa, baru kali ini dia bertemu seorang gadis jujur dan apa adanya seperti Nuwa
" hehe, ternyata waktu itu yang mulia mendengar celotehan hamba" ucap Nuwa cengengesan
"Zen mengundang anda ke istana bulan, semoga nona berkenan" ucap kaisar Nan
"Baiklah, dengan senang hati, dengan catatan, makanan nya harus nikmat hehhe" ucap Nuwa lagi
Kaisar Nan tersenyum dan mengangguk dari kejauhan jendral Xiao bai menatap Nuwa penuh dengan rasa kagum, dia tidak memilih dalam berteman, kaisar Nan yang terkenal buta dan lemah pun mau di jadikan nya teman
"Heng, ayo kesana" tunjuk Xiao bai pada pengawal nya
"Mari tuan"
Mereka pamit kepada para kaisar, lalu mereka mendekati meja Kaisar Nan dan Nuwa
"Salam yang mulia kaisar Meyu sheu Nan" sapa Xiao bai
__ADS_1
"salam juga, anda siapa"? tanya kaisar Nan
"Hamba jendral Xiao bai dari kerajaan Gao"sahutnya
" Woah, sebuah kehormatan Zen bisa mengenal jendral perang yang terkenal gagah dan perkasa" ucap Kaisar Nan
"Tetap saja tampan yang mulia" sela Nuwa
"Ekhemm, seperti nya nona Nuwa penggemar rambut putih " ucap Xiao bai
"Benar, semua pria bersurai putih sangat tampan" sahut Nuwa
Ucapan Nuwa berhasil mematahkan hati kaisar Nan, terlihat dari raut wajah nya yang berubah murung
"Nona anda telah mematahkan hati kaisar bulan , meow" ucap Miu
"Tapi kaisar Nan tetap yang paling tampan di antara para pria berambut putih" ucap Nuwa cepat
Wajah Kaisar Nan, memerah kembali, hatinya berbunga bunga , dia sangat kekanakan, karena selama ini, dia tidak pernah dekat dengan gadis mana pun, mereka yang mendekat hanya ada mau nya saja, berbeda dengan Nuwa, dia datang menolongnya dari jurang kematian.
Yui merasa senang, ketika ada seseorang yang datang berteman dengan tulus kepada junjungan nya, Yui tau Nuwa bukan gadis bermulut besar, dia akan mengatakan apapun yang dia pikirkan
"Bolehkah hamba bergabung, siapa tau kita bisa bekerja sama kedepan nya" ucap Xiao bai
"Silahkan tuan, duduklah" sahut kaisar Nan,
"Si pria tampan ini juga, menyukai anda nona meow"ucap Miu
Nuwa melirik sedikit ke arah Xiao bai, dia adalah laki laki tampan yang memiliki rahang dan alis yang tegas, memang cocok menjadi jendral perang pikirnya, namun dia tetap menyukai kaisar Nan entah kenapa, dia pun tidak tau
Dari arah berlainan Kaisar Hao cun sedang duduk keluarga kerajaan nya
" Yang mulia, hamba sangat menyukai Nuwa, bisakah kita menjodohkan nya dengan Huan kita" ucap selir Chi atau lebih tepatnya Oriz, dia memiliki rencana untuk menjerat Nuwa agar selalu berada di dekat nya agar, dia mengetahui kelemahan Nuwa
"Zen rasa, itu adalah ide yang bagus" sahut kaisar Hao
__ADS_1
Permaisuri merasa ada yang aneh dengan kaisar Hao, pandangannya seperti kosong dan tanpa ekspresi, dia juga selalu menuruti perkataan selir Chi, bukan permaisuri cemburu, karena dia tau bagaimana sayangnya kaisar Hao pada selir Chi, dia adalah cinta pertama kaisar , maka wajar saja kaisar Hao sangat menyayangi nya.