
Mata kaisar Nan melihat sekelompok pelayan yang sedang asyik bergosip, ketika melihat ada kaisar Nan datang mereka langsung diam tak bersuara, seolah olah tidak ada orang di sana, ternyata itulah yang di lakukan para pelayan nya ketika dia masih buta
"Kalian bekerja yang benar, kalian di beri upah bukan hanya untuk main main dan bergosip jika kalian masih betah di istana ku maka mulai sekarang patuhi peraturan" tegas kaisar Nan
Para pelayan saling lirik, mereka tidak menduga, bahwa mereka akan ketahuan, padahal, biasa nya aman aman saja
"Ma, maafkan kami yang mulia, kami berjanji akan bekerja dengan giat" ucap salah satu pelayan
Kaisar Nan tidak berkata apapun lagi,dia terlalu malas untuk mengetahui tabiat para penghuni istana yang sebenarnya
"Kumpulkan para pengawal, dan juga para mentri,, keputusan sudah keluar" ucap nya lagi, kasim langsung berlarian untuk menyampaikan titah kaisar tersebut
Tak berselang lama aula istana sudah di penuhi oleh para pengawal dan juga para calon mentri yang nama nya akan di sebutkan, mereka menunggu dengan perasaan was was, kaisar Nan sengaja mengumpulkan mereka guna memberi ruang pada Yui dan Jendral Tou untuk mengatur tempat kencan nya bersama Nuwa
"Ada apa ini, kenapa tiba tiba yang mulia memanggil kita"
"Ada apa ini ya"?
Suara ricuh terdengar di aula, mereka kaget karena tiba tiba di kumpulkan
" Zen ingin mengatakan siapa saja mentri yang terpilih" ucap Kaisar Nan
"Pertama tama Zen memerintahkan para prajurit untuk memperketat pengawalan istana, sudah cukup kalian berleha leha selama ini, terlalu banyak tikus yang mengambil keuntungan dari dalam istana secara cuma cuma, jangan kalian pikir karena Zen buta, kalian bisa seenak nya mengambil harta yang bukan milik kalian, lalu untuk para pelayan, dilarang ada yang berhubungan dengan pengawal istana, jika zen sampai mendengar kabar itu, maka kalian akan di pecat dari istana" tegas Kaisar Nan
Mereka saling tatap satu sama lain, ternyata gerak gerik mereka telah ketahuan, keringat mereka bercucuran karena takut terkena hukuman
Dua batang dupa telah habis, mentri kiri Bei berubah posisi menjadi penasehat kerajaan, bukan tanpa sebab kaisar Nan mengangkatnya menjadi penasehat kerajaan, namun karena dia ingin mencari tau kenapa dia sampai membawa putri nya ke istana Nan.
...****************...
Jendral Tou dan Yui juga sudah selesai dengan persiapan nya, para pelayan sudah menaruh banyak makanan di padang rumput belakang istana
"Yui, panggil nona Nuwa kemari" ucap Kaisar Nan, dengan cepat Yui pergi memanggil Nuwa, yang saat ini sedang berada di kolam istana bersama Xue mei
"Salam nona Nuwa, saya membawa titah kaisar, yang mulia mengundang anda untuk pergi ke halaman belakang istana sendiri" ucap Yui
__ADS_1
"Pergilah Nona, " ucap Xue mei mendorong tubuh Nuwa
Nuwa merasa aneh, ada apa kaisar Nan memanggilnya secara tiba tiba, namun mata nya langsung berbinar ketika dia melihat banyaknya makanan di bawah pohon besar yang ada di belakang istana, Nuwa tidak menyangka bahwa di belakang istana Nan ada padang rumput yang sangat luas dan hijau, terdapat beberapa bukit juga disana
"Berhentilah menatap kagum seperti itu Nona" ucap kaisar Nan keluar dari persembunyian nya
"Yang mulia, mata anda"? Tanya Nuwa menutup mulutnya, Kaisar Nan membuka penutup mata nya, dan memandang Nuwa dengan penuh Cinta
" Ya, zen telah sembuh, dan ini adalah hadiah dari Zen untuk nona Nuwa" sahut Kaisar Nan
Nuwa berjalan dan langsung duduk, dia dihadapkan dengan berbagai macam makanan, kaisar Nan sungguh sangat mengerti kesukaan Nuwa pikirnya
"Sejak kapan"? Tanya Nuwa dengan mulut penuh
Kaisar Nan tersenyum dan menghapus jejak makanan yang ada di bibir Nuwa
" Deg, deg,"
"Deg, deg"
"Jangan bicara ketika makan, kunyah dahulu, dan habiskan, baru boleh bertanya" ucap kaisar Nan melepaskan tangan nya dari wajah Nuwa
Nuwa menunduk malu, seumur hidup nya baru kali ini dia merasakan bagaimana dekat dengan lawan jenis
"Si*l kenapa jantungku berdetak kencang sekali, memalukan sekali" gerutu Nuwa dalam hati
"Nona Nuwa sangat manis ketika malu" ucap kaisar Nan, dan perkataan nya itu membuat wajah Nuwa semakin panas, namun dengan selera makan Nuwa yang luar biasa, dia tidak perduli dengan segala macam gombalan Kaisar Nan,
Nuwa sudah selesai dengan makanan nya, dengan cepat para pelayan membereskan bekas makan Nuwa dan kaisar Nan, mereka tidak berani lagi berkomentar, awal nya mereka terkejut melihat kaisar Nan sudah sembuh, namun mereka di ancam oleh kaisar agar tetap bungkam, dengan tatapan mata kaisar Nan yang begitu tajam saja, mereka mengerti bahwa jika mereka berani berbicara maka mereka akan tiada.
"Huaaaaahh" Nuwa menguap dan menutup mulutnya
"Tidurlah disini" ucap kaisar Nan menepuk kaki nya
Tanpa malu malu Nuwa menidurkan kepalanya di pangkuan kaisar Nan
__ADS_1
"Ceritakan pada hamba, bagaimana yang mulia bisa menjadi seorang kaisar sedangkan mata anda tidak dapat melihat" ucap Nuwa
"Zen hanya putra satu satunya, jika bukan pada zen, maka tahta harus diberikan kepada siapa, beban berat ini sudah Zen tanggung sedari kecil, Zen pernah merasa putus asa, karena para rakyat selalu meremehkan kekuatan Zen, hanya karena zen buta" ucap kaisar Nan
"Maaf yang mulia, hamba menanyakan hal yang seharusnya ,sehingga membuat anda kembali mengingat masa lalu" ucap Nuwa
"Berhenti lah berbicara Formal, panggil saja Nan" ucap kaisar Nan
"Hemm lalu anda panggil saja hamba Liu Nuwa" sahut Nuwa
"Tidak, zen ingin memanggilmu sayang saja" ucap kaisar Nan, rupa rupa nya dia sudah belajar banyak dari jendral Tou, termasuk menggombal
Nuwa terkejut sampai terbangun
"Siapa orang yang telah membuat tuan tampan ini menjadi pandai menggombal"? tanya Nuwa heran
"Zen menyukai anda Nona, bagaimana jika zen datang ke kerajaan Hao untuk meminang anda, dengan meminta restu kepada tetua Liu" ucap kaisar Nan
Nuwa terkejut, matanya sampai melotot tak percaya, dia merasa ini mimpi, tiba tiba saja dia di lamar oleh seorang pria tampan bersurai putih, pria idaman yang dia cari
Sedang asyik berbincang, tiba tiba Yui datang, dia berlari kencang sampai nafasnya terengah engah
"Yang mulia, Lubang portal telah terbuka, para mahluk mitologi datang menyerang, mereka mencari orang yang telah melukai raja serigala" ucap Yui
Nuwa berpikir sejenak, rasanya dia ingat sesuatu ketika Yui mengatakan tentang Raja serigala.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Apa yang telah terjadi ??
Maaf Author banyak pelajaran,jadi baru bida up,,sebentar lagi mau ujian jadi waktu othor di pakai untuk les..
Maaf ya,, 🙏🙏🙏
__ADS_1