
Tawa oriz membuat bulu kuduk semua orang merinding, para kaisar berdiri di samping Nuwa, dan tetua Liu berdiri di garda paling depan untuk melindungi cucu kesayangan nya, pertama Nuwa memecahkan sihir Kaisar Hao terlebih dahulu, setelah berhasil, kaisar Hao pun ikut bergabung untuk melawan sihir Oriz yang saat ini telah kembali ke wujud aslinya
"Huahhaha, apa kau tau Hao cun, bagaimana aku bisa memasuki istana mu, semua berkat putra dan putri mu, Lian dan Minyi
Kaisar Hao menatap tak percaya kearah kedua anak nya tersebut, dia menyesal karena telah gagal menjadi ayah yang baik dan tidak bisa mendidik anak anak nya
" Maafkan aku ayah, tapi itu semua adalah benar, aku ingin tahtaku kembali, jika anda memberikan nya, maka kita tidak perlu bertarung lagi" ucap Pangeran Lian percaya diri
"Huahahaha, tujuanku bukan untuk menolongmu, dasar manusia bod0h, yang aku inginkan adalah jiwa gadis itu" tunjuk oriz pada Nuwa
"Apa yang kau katakan, bukankah kita sudah sepakat"? ucap pangeran Lian murka
" Aku adalah aku, aku adalah peraturan yang kau patuhi"
"Wussshh"
"Aarghh, ayah tolong aku" teriak Lian dan Minyi, tubuh mereka terjerat benang berwarna hitam, semakin lama semakin erat, membuat kulit mereka terasa kebas, dan sakit luar biasa
"Lepaskan mereka, bukanlah kau menginginkan ku" ucap Nuwa
"Tidak, Nu'er apa yang kau katakan"! Teriak tetua Liu dan kaisar Hao cun, para selir dan permaisuri sudah di bubarkan dan di lindungi oleh para pengawal, satu satu nya wanita di sana hanya Nuwa saja
" Tenang lah kakek, Nu'er akan baik baik saja" ucap Nuwa
"Kau pikir kau saja yang bisa sihir, rasakan ini"
"sleb, sleb"
"Crassssshhh"
"Aaaargggggghhhhhhhh"
Oriz berteriak kesakitan, Nuwa menembak nya tepat ditangan kanan nya yang memegang jerat iblis, jeratitu terlepas, pangeran Lian dan Putri Minyi pun tidak menyia nyia kan kesempatan mereka untuk berlari,
"Apa yang anda gunakan nona, kenapa dia tiba tiba terluka"? Bisik Yui
" Rahasia" sahut Nuwa
Kaisar Nan hanya tersenyum saja, semakin lama Gadis bernama Nuwa semakin menarik saja pikirnya,
Namun tidak berselang lama, luka Oriz bisa kembali sembuh, dan hal itu membuat yang lain gencar membantu Nuwa untuk melawan Penyihir jahat itu
"Miu, senjata apa yang bisa mematahkan sihir si jelek ini" tanya Nuwa
"Kekuatan pikiran, anda harus berpikir, dulu di dunia anda tentu ada pelajaran sejarah tentang sihir, anda harus mencari tau sendiri, meow" ucap Miu
__ADS_1
"MISI DI NYALAKAN, KALAHKAN PENYIHIR ORIZ, IMBALANNYA PEMAIN AKAN DIBERIKAN CINCIN RUANG, TEMPAT UNTUK PEMAIN MENYIMPAN APAPUN YANG DI INGINKAN" ucap System
"Apa itu miu"?
" Cincin ruang, adalah cincin ajaib, anda bisa menyembunyikan apapun dalam cincin ruang, tanpa di ketahui oleh siapapun, meow"sahut Miu
"Wah menarik sekali, baiklah Oriz, aku datang" ucap Nuwa bersemangat
Para kaisar terus mencoba untuk menyerang Oriz, kaisar Hao terkena sihir dan keadaan nya sangat parah, dia mengalami luka dalam, para pengawal kerajaan di perintahkan untuk mundur membawa para kaisar yang telah terluka
"Mundur semuaaa" Teriak Nuwa
Bahkan tetua Liu juga sudah memuntahkan seteguk darah, kekuatan Oriz sungguh luar biasa
Nuwa memindai penglihatannya, dia ingat, dalam pelajaran sejarah saat dia masih sekolah,dia ingat seorang penyihir mempunyai sebuah wadah jiwa tepat di atas dada nya, dan tepat sekali, Nuwa melihat batu hitam di dekat tenggorokan Oriz, dan Nuwa harus bisa memecahkan Batu hitam itu
Nuwa mengangkat tangan kanan nya, orang lain pikir, Nuwa sedang menunjuk penyihir itu, tapi sebenarnya Nuwa sedang membidik leher Oriz, menggunakan sniper milik nya
"Apa yang kau lakukan Nu'er, mundur" ucap tetua Liu, dia tidak bisa melewati batas yang telah Nuwa pasang, kecuali kaisar Nan, dan pangeran Huan, mereka dapat masuk menembus batas itu
"Mari lakukan bersama sama" ucap kaisar Nan menopang tangan kanan Nuwa
Posisi kaisar Nan tepat di belakang Nuwa, dengan dagu menopang di pundak Nuwa, walaupun dia tidak bisa melihat, diam masih bisa merasa,
Pangeran Huan dan yang lain hanya menatap Kaisar Nan dan Nuwa dengan aneh, mereka seperti memegang sesuatu namun tidak terlihat
"Wahahaahha, apa kalian sedang bermain romantis romantisan, kalian benar benar menggelikan, yang satunya gadis polos dan bod0h, dan yang satu adalah kaisar Buta yang tidak berguna" maki Oriz
"Jangan banyak bicara, bersiaplah menunggu ajal mu" ucap Nuwa
"Wusssshhh"
Oriz bergerak kesana kemari, membuat Nuwa menurunkan tangan nya
"Ada apa" tanya kaisar Nan
Nuwa berbalik, dan seperti orang yang sedang memeluk kaisar Nan, dia menyimpan senjata nya di tangan kanan kaisar Nan, lalu dia berbisik pelan
"Saat ku bilang tembak, maka tekan tombolnya,dan arahkan ke leher nya,mintalah bantuan tuan Yui" bisik Nuwa, kaisar Nan mengangguk tanda mengerti
Sedangkan yang lain menatap malu melihat keintiman Nuwa dengan kaisar bulan tersebut
"Cucuku, telah dewasa" gumam tetua Liu
"Hiatt"
__ADS_1
Nuwa terbang ke arah Oriz, penyihir hanya tau sihir saja, mereka tidak punya senjata, sedangkan Nuwa saat ini menggunakan sebuah pedang untuk menyerang
"tranggg"
Tongkat sihir Oriz terlempar cukup jauh, dan hal tersebut membuatnya murka dan menc3kik leher Nuwa, pangeran Huan menyerang Nuwa dan menyerang dari belakang, namun Oriz membacakan mantra dan membuat tubuh pangeran Huan terlempar jauh, dan tertimpa reruntuhan, dengan cepat Zu mengkyu menolong tuan nya yang telah terluka
"Uhukk, uhukk"
Oriz menekan t3nggorokan Nuwa dengan Kencang, dan tidak fokus dengan yang lain
"Temb4k" bisik Nuwa pelan, lehernya terlalu sakit untuk berbicara, Oriz tidak main main, dia benar benar ingin Nuwa tiada
Pendengaran Kaisar Nan sangat tajam , dia langsung memecahkan Aray Nuwa, sehingga Yui bisa datang padanya
"Bantu Zen, arahkan tepat di lehernya" bisik Kaisar Nan pada Yui
Yui menopang tangan Kaisar Nan, dan mengarahkan tangan kaisar Ke arah tengkuk Oriz
"Slebbb, slebb"
Dua t3mbakan telah di luncurkan oleh kaisar Nan tepat di tengkuk penyihir Oriz
Mata Oriz terbelalak, permata kehidupan nya telah pecah, dia terdiam dan tangan nya terlepas dari leher Nuwa
"Uhukkk, Uhukk, Uhukk"
Nuwa terbatuk batuk, pernafasan nya hampir tersumbat,tubuhnya lemas dan limbung ke lantai
"Nu'er" teriak tetua Liu berlari menuju tempat Nuwa
"Aaarrrrrrggghhhhhh, Tidakkkkkk"
Tubuh Oriz perlahan berubah menjadi asap Hitam, mulai dari jari kaki, lalu merambat terus ke atas, sehingga Menjadi sebuah kepulan asap Hitam,akhirnya penyihir Oriz telah kalah.
"PEMAIN BERHASIL MENDAPATKAN SEBUAH CINCIN RUANG" ucap system
"Sringgg"
Sebuah cincin permata biru, melingkar di jari telunjuk Nuwa, yang dapat melihatnya hanyalah seorang petarung berilmu tinggi saja
Nuwa pingsan karena hampir kehabisan nafas, dan langsung di bawa oleh tetua Liu, kaisar Nan dan Yui mengikuti kemana perginya tetua Liu
Keadaan Aula di istana Kaisar Hao benar benar Hancur, dan membutuhkan renovasi dalam jangka lama, sedangkan,
Pangeran Lian dan Putri minyi, diamankan pengawal di penjara bawah tanah, untuk di minta pertanggung jawaban nya, karena telah berani bersekongkol untuk melawan raja, bersama dengan penyihir terjahat di dunia yaitu Penyihir Oriz.
__ADS_1