Reincarnation System

Reincarnation System
jujur


__ADS_3

"Nan, aku ingin pulang hiks, hiks" Nuwa masih saja menangis, sementara Kaisar Nan tidak tau harus bicara apa lagi, besok dia akan menanyakan nya lagi setelah Nuwa sadar,


Xue mei dan kimi bergegas masuk, mereka terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri, hingga akhirnya mereka kecolongan dengan keadaan Nuwa


"Maafkan kami yang mulia, kami terlambat" ucap Kimi dan Xue


"Hemm ganti pakaian nya, biarkan dia tidur" ucap Kaisar Nan , lalu Xue mei dan kimi dengan cepat mengurus Nuwa


Sedangkan Kaisar Nan kembali ke aula dengan pikiran yang di penuhi dengan Nuwa, dia akan pamit pulang, namun seperti biasa,tengah malam dia akan kembali,dan masuk kedalam kamar Nuwa


Acara sudah selesai seluruh tamu undangan sudah kembali, kecuali tetua Liu, dia menginap di kerajaan Fu, karena masih rindu kepada cucunya, kaisar Fu memberikannya ruang pribadi untuk dia beristirahat


...***************...


Pagi sudah datang, matahari mulai menerangi wajah Nuwa sampai tidurnya terganggu, namun ketika dia bergerak, ada sesuatu yang mengahalangi pergerakan nya, matanya melotit, dia ingat semalam dia mengajak kaisar Nan tidur bersama, dengan cepat Nuwa memeriksa seluruh tubuhnya di kamar mandi


Setelah dia rasa dia baik baik saja dan masih suci, Nuwa pun mengelus dada lega,


"Tok Tok"


" Kemarilah sayang" ucap Kaisar Nan lembut


"Ada apa Nan tampan" tanya Nuwa


"Kamu sebenarnya siapa, dan dari mana"? Tanya Kaisar Nan


" Deg"


Nuwa terdiam kaku, sepertinya ada sesuatu yang dia lupakan, apa yang dia katakan dia sendiri pun tidak ingat


"Anda mengatakan bahwa anda bukan dari zaman ini nona , meow" ucap Miu , dia bahkan hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar pengakuan Nuwa semalam


"Ahh, itu hanya meracau saja Nan, jangan dia anggap serius, aku tidak pernah minum sebelumnya, mungkin karena itulah pikiran ku kemana mana" ucap Nuwa mencoba beralasan


"Tidak, kamu membohongi Zen" ucap Kaisar Nan kekeh


"Zen tetap mencintai Nu'er, walaupun Nu'er adalah mahkluk luar angkasa sekalipun" ucap Kaisar Nan


Hati Nuwa menghangat, dia rasa, jujur pada kaisar Nan pun dia tidak akan rugi, lalu Nuwa pun memutuskan untuk menceritakan perjalanan nya kedalam buku Novel ini


"Jadi Nu'er akan kembali ke dunia asal Nu'er lagi, Zen tidak mau" ucap Kaisar Nan memeluk Nuwa


"Nan, kita hanyalah ciptaan dewa, apa yang dia kehendaki, itulah yang akan terjadi" ucap Nuwa mengelus lembut rambut kaisar Nan

__ADS_1


"Berjanjilah Nu'er tidak akan kemana mana, dan tidak akan meninggalkan Zen sendirian" ucap Kaisar Nan menatap mata Nuwa dengan dalam, terlihat raut wajah yang penuh dengan kekhawatiran


"Hemm"Nuwa hanya bisa mengangguk tanpa bisa berjanji


" Pantas saja Nu'er ku sangat berbeda, hehe" ejek kaisar Nan


"Mulai berani meledeku ya" ucap Nuwa


"Tok, Tok"


"Nona, apakah anda sudah bangun, hari sudah siang nona" ucap Xue mei dan kimi mengetuk pintu


"Pulanglah Nan, nanti siang aku akan melakukan perjalanan lagi ke istana xi,namun sebelum itu aku akan pergi ke desa tempat kimi berasal"ucap Nuwa


Kaisar Nan berdiri dan mengecup kening Nuwa dengan lembut, lalu mengecup bibir Nuwa sebentar


"Jaga dirimu sayang,kemana oun kau pergi Zen akan mengikutimu" ucap Kaisar Nan, menghilang bagaikan terbawa angin


Nuwa tersenyum sambil memegang bekas bibir kaisar Nan


"Argggghh kenapa kau manis sekali sih Nan tampan, coba lama sedikit haha" Nuwa tertawa sendiri dengan ucapan nya lalu membuka kan pintu untuk Xue mei dan Kimi


"Selamat pagi Nona, ceria sekali kelihatannya sedang bahagia" goda Xue mei


"Bagaimana tidak, semalam nona Nuwa di kelilingi banyak pria tampan, sampai sampai banyak tatapan iri dari para gadis" ucap Kimi


"Kita mau kemana nona"? Tanya Xue mei


" Ke kerajaan Xi, namun sebelumnya kita temui dulu keluarga kimi di desa ya" ucap Nuwa menepuk pundak kimi


Kimi terkejut, nona nya masih ingat dengan janji nya, padahal dia sendiri sudah melupakan hal itu


"Tapi nona, desa kami sangat kumuh, nona pasti tidak akan betah" ucap kimi


"Yang penting ada makanan saja hahahaha" canda Nuwa


"Makanan kami alami dari alam Nona, seperti ikan, daging rusa liar, dan buah buahan" ucap Kimi


"Tenang lah kimi, aku ini adalah pemakan segala, kemanapun aku pergi aku akan betah selama disana tidak kelaparan " tambah Nuwa lagi


"Baiklah nona, kami akan bersiap" sahut Kimi bersemangat


...****************...

__ADS_1


Nuwa, Xue mei dan Kimi sudah siap, saat ini mereka sedang berpamitan dengan kaisar Fu dan Permaisuri Shawei, dengan berat hati kaisar Fu memperbolehkan Nuwa pergi, mereka juga tidak boleh egois karena Nuwa juga memiliki urusan nya sendiri, sebagai tanda terimakasih Kaisar Fu memberikan sebuah kereta kuda yang terbuat dari besi, agar mereka terhindar dari bahaya ketika dalam perjalanan,selain itu kaisar Fu juga memberikan hadiah berupa dua kantong emas dan bahan makanan untuk mereka makan, dengan cepat Nuwa menyimpannya dalam cincin ruang, agar tidak mengundang kejahatan pikirnya,


Nuwa dan lainnya pun pergi dengan kimi sebagai kusirnya, gadis itu kembali menyamar sebagai seorang pria


Xue mei dan Nuwa duduk di dalam kereta, sembari bercerita di dalam sana


"Bagaimana kencan mu semalam Xue, sepertinya pangeran Holan semakin serius kepadamu, buktinya dia sudah tidak malu untuk mendekatimu walaupun di hadapan orang tuanya" ucap Nuwa


"ahhh Nona jangan bahas lagi" ucap Xue mei malu malu


"Dihh malu hahahah" ejek Nuwa tertawa terbahak bahak


"Kim, apakah desamu jauh dari sini"? Tanya Nuwa


" Lumayan Nona, butuh waktu satu hari untuk sampai" ucap Kimi


"Kau terus lah berjalan, siapapun tidak akan ada yang bisa melihat kereta kita, karena aku sudah menutupinya dengan aray pelindung, dan kudanya tidak akan mati kelelahan karena aku sudah memberikannya pil kebugaran, dia mampu berjalan walaupun sampai satu minggu lamanya" ucap Nuwa


"Wahh hebat sekali, nona" seru Kimi


"Kau masuklah, tanpa kau arahkan kuda ini juga akan tau, kemana kita akan pergi" ucap Nuwa


"Lalu bagaimana jika malam datang nona"


"Matanya memiliki elemen cahaya, dia bisa melihat didalam kegelapan" ucap Nuwa lagi


"Ah kalau begitu saya masuk saja" ucap Kimi, diapun ikut duduk bergabung bersama Nuwa


Satu hari kemudian•••••••••


Nuwa dan Rombongan telah tiba di sebuah desa terpencil yang diberi nama Desa Gori, desa ini tidak memiliki pemimpin, mereka tidak ada dalam perlindungan kaisar, karena itulah kehidupan mereka mengandalkan tanaman, dan bahan makanan dari alam liar, Desa ini terdiri dari empat puluh kepala keluarga saja, pantas saja hidup mereka sulit, karena mereka semua hanya bisa mengandalkan keberuntungan untuk bertahan hidup, konon katanya desa ini di cap sebagai desa terkutuk, karena selalu membawa sial bagi kerajaan yang mereka datangi.


Suara kereta kuda Nuwa membuat warga desa kaget, karena tidak pernah ada lagi orang berkunjung setelah sekian lama


"Hana" panggil seorang wanita paruh baya,


"Ibu" sahut Kimi turun dan berlari memeluk wanita yang dia panggil dengan sebutan ibu


"Siapa mereka Nak"?


" Dia adalah tuanku yang baru bu, dia sangat baik, dan yang satu lagi adalah saudarinya bu" jelas Kimi


"Selamat datang nona " sambut warga ramah

__ADS_1


Nuwa tidak menyangka mereka akan menyambutnya dengan baik, ternyata warga desa tidak seburuk yang dia bayangkan.


Bersambung~🌻


__ADS_2