
Nuwa tersenyum dan mendekati Yuma yang sudah mulai tersenyum cerah, dan seketika Yuma berlari dan memeluk Nuwa
"Nona,saya percayakan semua nya pada anda" bisik Yuma
Nuwa mengangguk dan melepas pelukan mereka
"Yang mulia kaisar, bolehkah hamba pinjam salah satu kediaman, ketika hamba sedang bermediasi, tidak boleh ada satu orang pun yang mengganggu karena hamba butuh kosentrasi penuh, yang boleh ada di dalam ruangan hanya hamba dan Jendral saja" ucap Nuwa
"Keberatan, bukan kah anda dan jendral adalah lawan jenis, siapa yang akan tau apa yang kalian lakukan di dalam sana" ucap Putri Beitian
Mata jendral Touyin menajam,dan menyorot ke arah putri Beitian, dan membuat nya gemetaran
"Anda siapa, saya istri nya dan saya tidak keberatan, saya percaya pada suami saya dan Juga nona Nuwa" ucap Yuma
"Silahkan kalian masuk ke kediaman Yinyang, di sana energi Qi nya sangat murni dan banyak" ucap Kaisar Nan
"Terimakasih yang mulia" ucap Yuma, Touyin dan Juga Nuwa,dan tak berselang lama mereka pun masuk kedalam ruangan Yinyang,
"Lepas pakaian anda Jendral" ucap Nuwa
"Tapi nona"
"Tenang saja, saya hanya suka pada pria rambut putih haha" ucap Nuwa
Jendral Tou Kikuk, gadis di hadapan nya ini sangat polos dan apa adanya, bahkan dia tidak malu mengatakan bahwa pria idaman nya adalah yang berambut putih
Jendral Tou pun membuka pakaian nya, lukanya masih merah dan menganga, benar benar sangat mengerikan
"Pejamkan mata, dan keluarkan energi Qi terbaikmu, sebelumnya minum pil ini" ucap Nuwa memberikan sebutir pil berwarna putih, bau rempahnya sangat harum, dengan cepat jendral Tou meminum pil tersebut, dan duduk lotus
Sebuah cahaya menyelimuti ruangan itu, dan tembus keluar
"Energi yang luar biasa" gumam kaisar Nan, dan di angguki oleh Yui, dia tau itu adalah energi Murni dari seorang peramal dari lembah keabadian, Nuwa memang pantas di juluki sebagai tangan Dewi,
"Ya dewa, berkatilah nona Nuwa, dengan tulus dia rela membantu suami ku" ucap Yuma
"Dia itu hanya gadis biasa yang tidak tau apa apa, kalian kenapa percaya begitu saja padanya" ucap Putri Beitian
"Jangan keterlaluan, zen membiarkan mu berada di sini karena zen melihat pertemanan kita, jika tidak, sudah sejak lama zen mengusir anda putri" ucap Kaisar Nan
Putri Bei langsung terdiam, dan menggenggam erat tangan nya, apa sebenarnya kehebatan dari gadis yang bernama Nuwa itu pikir nya
__ADS_1
"Ceklek"
"Yang Mulia, masuklah" ucap Nuwa
Dengan cepat Kaisar Nan masuk kedalam, lalu dengan cepat juga Nuwa mengunci pintu itu
"Duduklah yang mulia,jendral Touyin memiliki kualitas energi yang bagus,hamba akan mengobati kalian secara bersamaan" ucap Nuwa, kaisar pun duduk di dekat Jendral Touyin, dan perlahan Nuwa membuka penutup Matanya
Satu batang dupa sudah habis,energi Nuwa, kaisar Nan dan juga jendral Tou telah bersatu
"Wushhhhh"
Perlahan lahan daging tumbuh mulai berkembang di lengan sebelah kiri jendral Touyin sedangkan Kaisar Nan, sebuah berkas cahaya menusuk matanya, perlahan buram, namun lama lama menjadi jelas dan nyata, dia bisa melihat seorang gadis cantik sedang duduk di hadapan nya, Nuwa memejamkan mata dan merapalkan mantra nya, dia tidak sadar dari tadi kaisar Nan sedang memperhatikan nya
"Kenapa yang mulia membuka mata, heii" ucap Nuwa mengibaskan tangan nya di hadapan kaisar Nan, sekuat tenaga dia menahan tawa, dan juga menahan mata nya agar tidak berkedip, dia tidak akan mengakui bahwa dia telah sembuh, keinginan nya telah dikabulkan oleh dewa, orang pertama yang dilihat kaisar Nan adalah Nuwa.
Kaisar Nan pun menutup mata kembali, dia tersenyum, ternyata Nuwa luar biasa cantik, dan juga menggemaskan, tangan jendral Tou Juga Hampir tumbuh sepenuhnya, hari ini Tangan Dewi milik nuwa telah berhasil menolong dua Orang sekaligus
"SELAMAT, PEMAIN MENEMUKAN MISI RAHASIA YAITU MENOLONG JENDRAL, HADIAH YANG DI DAPATKAN ADALAH 5000 POIN" ucap System
Nuwa menahan diri untuk tidak melompat kegirangan, dengan poin poin nya lah dia selalu makan enak selama didunia novel ini
Tangan Jendral Touyin telah tumbuh sempurna, dia telah sembuh total
"Ya dewa, aku tidak percaya dengan semua ini, Nan aku sembuh hahahahah" ucap Jendral Touyin memeluk kaisar Nan, bahkan dia telah melupakan tata krama nya, namun, kaisar Nan tidak marah dan merasa tidak ada batasan diantara mereka seperti waktu mereka masih muda dulu
Nuwa menatap aneh kepada kedua pria itu, dia jadi memikirkan hal yang tidak tidak antara kaisar dan jendral
"Maaf, maafkan Hamba yang mulia, hamba terlalu bahagia sehingga melupakan tata krama" ucap Jendral Touyin
"Tidak apa apa Jendral, zen merasa sahabat Zen telah kembali, mulai sekarang jika hanya ada kita panggil saja namaku, begitupun sebalik nya, apa kau setuju Tou"? Tanya kaisar Nan
" Baiklah Nan"mereka pun kembali berpelukan
"Oh ya, apakah mata mu sudah sembuh"? ucap jendral Tou
Kaisar Nan memberikan kode ditangan nya dan langsung di mengerti oleh dirinya
" Belum" ucap Kaisar Nan menunduk
"Huffttt sepertinya, hamba gagal lagi, tapi jangan menyerah, hamba akan berusaha lebih baik lagi" ucap Nuwa
__ADS_1
Kaisar Han menahan senyum nya,dia sangat senang melihat semangat Nuwa, dan wajahnya itu sangat menggemaskan
"Kau berhutang penjelasan padaku nan" bisik Jendral Touyin, dan di balas anggukan oleh kaisar Nan
"Ceklek"
Yuma dan Xue mei masih menunggu dengan setia, sedangkan Putri Beitian dan perdana mentri menunggu dengan terpaksa karena mereka tidak ingin kehilangan berita, dan mereka juga ingin tau dengan apa yang dilakukan Nuwa di dalam
"istriku" panggil jendral Touyin
Mata Yuma berbinar, suaminya telah kembali normal, tangannya telah kembali
Mentri kiri dan putri Beitian menggosok mata tak percaya dengan apa yang mereka lihat, bukankah jendral telah menjadi pria cacat, tapi ketika dia keluar, keadaan nya sudah baik baik saja
"Hiks, terimakasih Dewa terimakasih nona Nuwa, saya tidak tau harus berkata apa lagi selain terimakasih" ucap Yuma menangis di pelukan suami nya
Yui menatap kaisar Nan, dia tidak memakai tutup mata,apakah kaisar nya sudah sembuh pikirnya
"Yang mulia, apakah anda sudah dapat melihat" ucap Putri Beitian semangat
"Tidak" ucap kaisar Nan tegas
"Huufft, hamba pikir Nona Nuwa memang dewi tapi ternyata dia tidak sehebat itu, buktinya yang mulia tetap saja tidak bisa melihat" ucap putri Bei
"Jaga mulut bau mu itu, aku tidak akan menyerah sampai yang mulia kaisar sembuh, pantang untuk ku mengalami kegagalan" ucap Nuwa
Kaisar Nan melihat wajah cantik itu dengan penuh cinta, namun mata Nuwa berhasil menatap nya
"Yang mulia, apa anda berbohong"? Tanya Nuwa
" deg, deg"
"Ti, tidak" ucap kaisar Nan gugup, dia pikir bahwa dia sudah ketahuan
"Hmm sudah lah, hamba pamit dulu untuk istirahat" ucap Nuwa, dia pun menarik tangan Xue mei untuk pergi beristirahat di kediaman nya
"Ayo ikut" ucap Kaisar Nan
Jendral Tou, Yui dan Yuma pun mengikuti langkah kaisar Nan untuk pergi ke ruangan pribadinya, putri Beitian dan ayahnya juga telah kembali,sepertinya mereka akan merencanakan sesuatu yang besar.
Bersambung❤
__ADS_1