Reinkarnasi Ke Tubuh Gadis Culun

Reinkarnasi Ke Tubuh Gadis Culun
Episode 5 : SMA


__ADS_3

"Jauhi aku! Jangan pernah lagi kamu berani menggandengku seperti tadi!"


Deggg...


Seruan Alex yang penuh dengan kebencian menggelegar di lorong kelas.


Semua perhatian saat ini tertuju kepada mereka berdua.


Alex adalah seorang pria tampan, pintar, dan profesional dalam segala hal, berpacaran dengan perempuan cupu dan biasa-biasa saja?


"Dia pantas mendapatkannya," ucap salah satu orang yang berada di lorong itu.


"Mereka sama sekali tidak ada cocok- cocoknya."


Semakin lama, kata-kata menyakitkan keluar dari mulut mereka. Dan dari sinilah Ran mendapatkan bullying untuk pertama kalinya.


"Brakk!!!" suara tubuh yang menghantam tembok dengan sangat keras.


"Kamu, berani sekali!"


"Tentu saja, aku bahkan berani menggunting mulutmu yang pedas ini."


Seketika Ran yang dulunya cupu, kini berubah menjadi ganas. Karena kini jiwanya bukan Ran sepenuhnya. Melainkan dua jiwa antara Ran dan Hani menjadi satu dalam satu raga yang utuh.


Kejadian kemarin jangan sampai terulang kembali hari ini dan seterusnya. Kemarin yang mengontrol adalah bawaan dari jiwa Ran yang penakut dan terbiasa melakukan hari-harinya seperti itu. Berada dalam tekanan dan ketakutan ia paksakan demi mencari uang dan mengejar cintanya. Namun, seseorang yang katanya ia "Cinta" tidak pernah menganggapnya ada.


Tapi, diriku yang kejam ini juga membutuhkan jiwa Ran yang masih mengandung sifat kepolosannya disaat-saat darurat. Seperti saat ditagih oleh ibu pemilik kontrakan. Mengingat hidupku ini yang berubah bagaikan jatuh dari langit. Aku tidak akan mengandalkan kekuasaan ku yang kini memang sudah tidak ada lagi untuk yang satu ini. Melainkan memasang wajah polos dan memelasku agar dikasihani.


Anjay... bermuka duaa....


Kemarin untuk pertama kalinya dalam hidupku (Hani) merasakan yang namanya ketakutan pada seseorang selain kepada tuan ayah dan ibuku.


Jadi begitu rasanya menjadi orang lemah. Walaupun dimarahi orang tak dikenal (pelanggan Resto Aoi contohnya) karena masalah kecil, harus ikhlas menerimanya. Dan bekerja lebih agar tidak melakukan kesalahan yang berulang dimasa depan.


Sedangkan orang tampannya Ran yang katanya "woow" bernama Alex, ia bisa mendapatkannya sepuluh ribu lebih dari seluruh dunia.


Saat ini Alex sedang menatapnya dengan mulut ternganga, dengan curiga dan tidak percaya seolah itu bukan dirinya.

__ADS_1


Memang iya....


Ran membuang sinis wajahnya. Lantas dia (Alex) sudah memperlakukan hal buruk pada pemilik tubuh asli ini.


"Semua orang yang jahat kepadanya, berarti dia juga jahat kepadaku."


Seketika ia lupa apa yang dulu pernah ia perbuat pada teman-teman sekelas dan sekolahnya saat menjadi Hani.


Alex perlahan mendekatinya. Namun ia pura-pura saja tidak tahu.


"Ran, ikut aku ke ruang BK!" ajaknya.


Dengan sinisnya ia menatap Alex dengan tatapan membunuh seperti yang Alex lakukan kemarin, sambil mengibaskan rambutnya, "Ogah!" lalu pergi.


Kini, melalui raga ini aku akan membantu Ran dan orang lain.


Karena kini ia sadar, kekuatan dan keberanian yang ia miliki ini seharusnya digunakan untuk membantu orang yang lemah. Bukan menjadi kuat untuk diakui menjadi yang terkuat.


Saat sedang berjalan keluar, ia melihat wajah seseorang yang pernah ia lihat sebelumnya. Yaitu, pelanggan Resto Aoi yang kemarin membentaknya sampai membuat keributan seisi resto. Hanya karena masalah keju yang sedikit membeku.


Ran mendekatinya dengan tatapan mata berbinar-binar dengan kedua tangan yang sudah gemas ingin melakukan sesuatu kepadanya.


Walaupun orang itu lumayan besar, brewokan, dan bapack-bapack sekalipun mampu ia kalahkan.


Gini-gini jiwa Hani saat ini masih berumur sembilan tahun, lho....


Suara bel sekolah sudah berbunyi, yang menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.


...°°°...


Ran meletakkan tas di sampingnya sambil duduk manis berpangku tangan dengan wajah datar.


Dalam satu kelas, terdapat lima belas bangku dan lima belas siswa. Ran duduk dimeja terakhir dari tengah.


Ia merasa risih karena sedari tadi, kanan, kiri, dan depannya memandanginya terus-menerus. Ia hanya memasang wajah datar dan pura-pura nya sambil terus berpangku tangan.


Namun ia sudah tidak tahan lagi.

__ADS_1


"APA LIHAT-LIHAT?!!" bentaknya membuat semua orang terkejut.


Ibu Guru yang mengajar mata pelajaran MTK dikelas ini sudah datang. Rambutnya disanggul kebelakang, ada tahi lalat kecil dibawah hidung, matanya sipit, menggunakan kacamata tipis namun tetap terlihat cantik. Bu Henny namanya.


Ran menyimak pelajaran sambil mengamati teman-teman di kelasnya. Sedikit demi sedikit ia mengingat kelakuan dan sifat mereka dari ingatan kecil tubuh ini.


Barisan kanan satu banjar kebelakang itu semuanya diduduki oleh para lelaki.


Barisan tengah terdapat dua perempuan didepan dan laki-laki dibelakangnya. Juga Ran yang duduk di bangku paling belakang.


Dan dibarisan sebelah kiri, dua perempuan, bangku paling depan dan bangku paling belakang, dan yang lainnya adalah laki-laki.


Maya, yang duduk di bangku paling depan dari tengah, pernah memaksa Ran memakan spaghetti lewat hidung, menyiraminya dengan air bekas pel saat sedang di dalam toilet, dan mencoret-coret hasil tugasnya setelah dirinya berbaik hati meminjaminya.


Nurime, yang sedang duduk di belakangnya, ia pernah memotong rambut Ran hingga membuatnya mengalami kebotakan dibagian tengah.


Nagisa, yang duduk di kiri bangku paling depan atau sebelahnya Maya, ialah yang paling sering membully Ran. Semua orang di kelas ini sudah menjadi budaknya.


Wajahnya sangat putih bagaikan putih tepung sajiku. Rambutnya terikat sebahu. Gaya nya seperti mak-mak arisan dengan banyak gelang meriah di kanan dan kirinya.


Memang, dia cantik, iya memang ... tetapi menurutku lebih cantik juga Ran dibanding dirinya.


Wanita yang cantik wajahnya, akan kalah dengan wanita cantik yang cantik juga hatinya.


Yana, yang duduk di barisan kiri paling belakang. Tepatnya di sebelahku.


Dia adalah orang yang suka menjadikan Ran sebagai kambing hitamnya. Kesalahan yang ia buat berserta geng nya di timpahkan semua kepada Ran.


Kini orang ini sedang cengar-cengir tidak jelas seperti orang yang sedang sakit jiwa. Entah apa yang dipikirkannya, entah sedang jatuh cinta, atau gila diputus cinta.


"RAN!!!" pekik bu Henny penuh amarah. "Kenapa sejak tadi Ibu menjelaskan, kamu malah memperhatikan ke arah lain?"


"Tadi dia bilang kepadaku kalau cara Matematika yang Ibu ajarkan terlalu mudah, Bu. Kalau begini bagaimana kami bisa pintar," tuduh Yana.


"Merasa sudah paling pintar?!! Kalau begitu, maju kedepan!!! Kerjakan soal ini melalui cara mu sendiri!!" seru bu Henny sambil menyodorkan spidol bertinta hitam kepadanya.


Karena sejak tadi Ran sedang mengamati Yana, jadi ia tidak konsentrasi pada pelajaran yang diajarkan. "Pantas saja sejak tadi perasaan ku sudah tidak enak," gerutunya.

__ADS_1


Kali ini Ran benar-benar panik. Ia mencoba mengamati beberapa contoh soal disebelahnya dan mencoba mencari jawaban pada soal yang akan di kerjakannya.


Senyuman kecil tiba-tiba saja muncul di bibirnya. Tangannya mulai bergerak mengerjakan soal dengan perlahan dan hati-hati.


__ADS_2