
Namaku lily, keluarga ku semuanya adalah penyihir. Ayahku sangat pintar dalam mengendalikan kekutan api sedangkan sihir ibuku adalah penyembuhan. aku mempunyai satu adik laki laki yang begitu kutu buku yaah kelemahanya adalah dia belum bisa menggunakan sihinya dengan baik, sihirnya adalah melihat masa depan.
sedangkan aku!
"yah kakaku bisa segalanyaa si paling berbakat" ketus adiknya lily,
hahaha yaah begitulah dia sering cemburu karna aku bisa mengendalikan semua kekutan sihir.
***
kami tinggal jauh dari pemukiman kota, yah karena banyak rumor aneh tentang penyihir, penyihir yang jahat, penyihir bisa membunuh dan banyak lagi.
walaupun begitu kami menjalankan kehidupan kami dengan bahagia.
'lily apakah kamu bisa ke pasar kota kita kehabisan roti sayang" sahut ibu lily,
"jangan menggunakan sapu terbang yaa nanti tidak ada toko yang akan menjualnya padamu" sahut ibu lagi. "yaampuun.. jalan kaki sangan melelahkan buu"balas lily dengan mengeluh,
"dasar bodoh, kamu kan bisa menghilang" suara cekikan adinyaa.
sambil aku menepukan kempalaku "oh iya juga ya hehehe"
__ADS_1
***
aku pun bergegas ke pasar untuk membeli semua hal yang ibu catat di notanya yang begitu panjang
"huh,.. dasar ibu katanya cuman beli roti, eh notanya sepanjang ini, tanganku kan cuman dua" berjalan sambil mengeluh.
saat aku berbelanja aku melihat masyarakat berbondong bondong berjalan sambil membawa barang tajam juga api, aku pun tamba kaget karena tujuan mereka seperti ke arah rumahku di atas bukit.
denagn sedikit keberaniaan aku menanyakan kepada penjual toko di depanku
"permisi bu, ada masalah apa sampai masyarakat mengamuk seperti itu?"tanya ku
aku pun sontak kaget dan bergegas tuk kembali.
***
belum sempat aku menemukan keluargaku dan memberitahunya, sudah ada saudara ayah paman ben datang dan mengikat ayah, ibu dan adiku. aku pun sontak kaget,
"pamaa...! lepaskankan orang tua dan adiku!" teriaku...
"oh keponakanku yang berbakat jika kamu mau keluargamu selamat serahkan semua kekuatanmu padaku."tertawa jahat.
__ADS_1
"kamu tidak bisa mengalahkanku karna aku sudah bertambat kuat!"lirih dengan sombong
"oh jadi pamanlah yang melakukan ritual terlarang itu!"teriaku sambil marah.
"hhaha dan bodohnya masyarakat mempercayai diriku bawa keluarga kalian lah yang melakukan ritual terlarang"
"kenapa paman? ayahku adalah kakak kandungmu, kenapa kamu tega!?"tanyaku.
lily menyerangan paman ben dengan kekuatanya tapi itu adalah hal yang percuma. karna lily juga belum bisa mengendalikan kekuatannya yang begitu banyak.
***
aku kehabisan kekuatanku dan melemah,
"anak berbakat sepertimu sayang sekali harus mati" hahahaha.
aku menggertakan gigi menahan rasa sakit juga sedih melihat ayah, ibu dan adikku terkapar lemah, airmataku tak berhenti menetes, apalagi saat aku melihat semua masyarakat telah sampai. menarik paksa aku dan keluargaku keluar. aku kembali mengingat kembali kebahagian dulu, ibu yang selalu khawatir dan hangat itu harus kulihat dia pergi dengan cara mengenaskan dan ayahku yang selalu ribut di dalam rumah dengan aktivitasnya yang tidak berguna harus melihatnya diam dan kesakitan, dan adikku yang masih kecil, dia adalah adik yang menyebalkan tapi dia adalah sosok yang paling kulindungi dan juga harus melihatnya pergi dengan kesakitan. sebelum akhir hidupku.,
"aku berjanji dan bersumph di kehidupan ku berikutnya akan ku balasakan dendam terbesar ini," hujan dan petirpun menjadi sanksinya.
Bersambung~
__ADS_1