Reinkernasi Penyihir Lily

Reinkernasi Penyihir Lily
eps 5: ketiga kakak beradik


__ADS_3

dalam hatiku berkata


"laki-laki tua brengsek!,"tatapan marah melihat paman ben


"sepertinya putri tidak menyukai ku raja"ucap paman ben


itu membuat ku tamba marah, membuat istana bergoncang kuat.


"apa apaan ini"kata raja,


"s-sepertinya itu dari putri"ucap paman ben.


"kamu bisa memberhentikan goncangan ini"permohonan dari raja.


"akan saya coba raja"mencoba menghentikan goncanganya.


itu membuat putri tamba marah, moster dan paman ben seperti musuh yang sama yang ia liat.


goncangan tamba besar, semua tamu disitana itu belari keluar menyelamatkan dirinya.


"lindungi raja"ucap seto kepada semua prajurit.


***


aku pun pingsan di pelukan raja karna mengeluarkan kekuatanku dengn paksa karna marah.


itu membuat raja merasa keheranan.


"anak kecil ini sebegitu marah padamu, apakah kamu tau alasanya"tanya raja pada paman ben.


"ampun raja, hamba juga tidak tau kenapa purti begitu marah kepadaku."jawab paman ben


"baiklah kamu boleh pergi, akan kau panggilkan lagia kalau situasi sudah tenang."


"baik raja saya pamit undur diri"


***

__ADS_1


"kenapa putri sangat membenciku?, tunggu dulu setauku putri lahir pada saat kejadian kematian keluarga lily,  ini tidak mungkin, aku harus mencari tau lagi"kecurigaan paman ben.


Didalam istana putri.


"apakah putri lily sudah sadar?"tanya raja


"masih belum raja"jawab tabib


"sejooo! usir tabib ini. gantikan tabis kerajaan yang baru, dia tidak becus!"perintah raja


"b-baik raja"jawab sejo.


"yamulia..."rintihan tabib yang di tarik keluar dengan paksa


"pisst syam, apakah kamu liat wajah ayah yang begitu khawatir? dulu aku pernah hampir dibunuh tapi ayah tidak sekhawatir itu, apalagi melihatku"berbisik kepada pangeran syam


"bukan kamu saja. aku juga"ucap pangeran syam.


***


aku pun pingsan selama seminggu, kata pelayanku, bahwa raja terus menjengukku setiap hari,. tapi aku tidak melihat raja samsaklai pada saat aku sadar.


"adik...."suara kejauan


"kamu sudah sadar yaa..syukurlah"


aku menengok ke atas ternyaata dia adalah kakak kakakku pangeran syam dan pangeran selen.


"ayam.. eyen" kataku


"mau jalan jalan sama aku"ajakan pangeran syam


aku sontak mengangguk, karna aku sangat suntuk didalam kamar seminggu lamanya.


"aku juga ikut yaaaa"permohonana dari sejo


"tidak boleh"jawab serentak kedua kakakku

__ADS_1


***


walau ditolak kedua kakakku, tetap saja sejo pergi bersama kami tapi dengan cara diam-diam atau bisa disebut menguntit. karna ia masih khawatir akan keselamatanku di tangan kedua kakak-kakakku.


aku di bawah kedua kakakku di kerajaan utama, karna aku hanya dikurung di istana putri bersama pelayan pelayan.


"dek.. mau kakak tunjukan temapat kesukaan kakak di istana"seru pangeran selen.


aku pun mengangguk sekali.


pangeran selen membawaku ke tempat latihannya yaitu area pertarungan.


"suatu saat kakak akan melatih dirimu seperti kakak, agar bisa melindungi dirimu sendiri nantinya"ucap pangeran selen


"ini adalah cambuk kesukaan kakak, dan pedang yang berkilap sana hadia dari raja untuk kakak"menjelaskan.


"sudaah sekarang giliranku"kata pangeran syam dengan tidak sabar.


"heeey aku belum selesai..."teriak pangeram selen yang sudah di tinggal oleh pangeran syam dan putri lily


"ah sialan si anak kutu buku itu"ucap pangeran sele.


aku di bawah ke dalam perpus kerajaan yang begitu besar


"ini tempat kesukaanku di kerajaan, perang membuat ku stres dan membvosankan, perpustakaan ini lah tempat istirahatku.menjelaskan


sekeika mataku berbinaar karna melihat perpusatakaan yang begitu besar, kataku kepada kakak syam,


"ili uka pus(lily suka perpus)"ucapku.


:"yang benaar? waaaaah...... lihat selen, lily mempunyai kesukaan yang sama sepertiku hahahah"mencium pipiku karna kesenangan.


"huh! kalau besar nanti dia akan menyukai perang seperti ku"jawab penuh dengan kecemburuan.


"hahahaha takan ku biarkan adik perempuanku menyukai hal gila seperti itu"


kebahagiaan itu dilihat oleh sejo, yang membuatnya terharu akan ketiga beradik ini.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2