Reinkernasi Penyihir Lily

Reinkernasi Penyihir Lily
eps 15: kehilangan perasaan


__ADS_3

"eh adik, ibu? ayah?"kaget putri lily melihat keluarga lamanya


"ini tidak mungkiin, kalian ka kaliaan whaaaaaaaa........."tangisan putri lily meledak


"cup cup putriku yang cantik.. jangan terlalu bersedih sayang.., kami sengaja mengunjungimu di alam bawa sadar, ada yang ingin kami sampaikan"pinta ibunya lily


"apa itu ayah ibu? hiks hiks"


"kekuatan yang kamu miliki terlalu besar untukmu sayang"


"aku dan ibumu sudah bertahun-tahun mencari cara agar kamu bisa mengontrolnya dengan baik"


"selama ini kami hanya mencoba untuk meredakan kekuatanmu, pada saat kami sudah mengetahui ada cara untuk bisa mengontrol kekuatanmu..."


"ternyata cara itu sangat tidak wajar bagi kami"ucap ayahnya lily


"tidak wajar seperti apa ayaah ibuu?"penasarn bercampur takut


"ituu.."penuh keraguan untuk mengataknya


"aku tidak apa-apa ayah.. katakan saja"ucap putri lily


"kamu harus mencabut ketujuh indra perasaamu"


"senang(bahagia), sedih, takut, jatuh cinta, kasihan(iba), benci dan rindu


"begitukah"bersuara penuh kecewa


"maafkan ibumu sayang.."//memeluk erat


"ini demi kebaikanmu"


-keluarga sihirnya mencoba untuk mencabut ketujuh perasaanya sekuat tenaga sebelum mereka benar-benar hilang-


"AAAAAAARGGGGGHHH....!!!"putri lily penuh kesakitan


***


"mahali ben kami telah membawa anak yang kamu mau"ucap salah satu pengikutnya

__ADS_1


"HAHAHAHAHA KERJA BAGUS KERJA BAGUS.. tidurkan dia di altar"ucap paman ben


"AAAARRRRRRGGHHHHH...."teriak putri lily yang sadar


"eh?"


"tahan perempuan itu, jangan sampai kabur"teriak paman ben


"heh akh! kabur?"ucap putri lily menahan sakit


-putri lily hanya menujuk sesorang dengan jarinya penjahat itu tiba saja tubuhnya meledak berkeping-keping-


"aku muak dengan ka li aan.."


-ia memantulkan energi yang membuat orang-orang disitu tidak bisa bergerak dan merasa di tekan-


"mati"


-satu kata itu mengahabisi semua pengikutnya paman ben-


"ti tidaaaaaaaaak, pengikut kuuuuuuu..... tidaaaaak.."jeritan paman ben


"tunduk"pintah putri lily


-seketika tubuh paman ben mengikuti perintah dari putri lily


*oh tidak aku tidak bisa bergerak\,*


"ah aah keponakanku.. maafkan pamanmu ini pamanmu minta maaaaf!"


"MATI!"


"TIDAAAAAAAAAKKK!"


-semua benar-benar musnah-


***


-sementara itu di peperanagan kerajan antara kerajaan morsal dan kerajaan vonca masih terjadi, dan kemenangan memihak kerajaan vonca-

__ADS_1


-sedangkan putri lily kembali ke kerajaan dengan pakainan dan tubuh belumuran darah


"aaaah nona"kaget salah satu pelayan putri sebut saja yuji


"siapkan aku air untuk mandi"


"b baik putri"


-di kamar mandi putri-


"bagaimana apakah ada kabar soal ayag dan kakakku yuji?"tanya putri lily dengan wajah datar


"ah, kabarnya kemenangan berpihak kepada kerajaan vonca ratuku"


"dan para pangeran bisa diselamatkan karena pemberian gelang putrii.."


"bagaimana dengan ayah"tanya putri lagi


"kalau yang mulia raja beliau..."bersuara penuh ragu


"kenapa?"


"beliau sudah dibunuh oleh raja dari kerajaan vonca"


"hiksss.."tangisan pelayan yuji


"hmm mereka membunuhnya"


"bukankah berati kerajaan morsal telah benar-benar kalah?"


"iyaaa tapi para pangeraan tidak mau mengalaah... mereka ingin membalas dendam ayah mereka... sungguh putri kerajaan sedang berduka, mereka mengatakan pemakaman raja harus dilaksanakan danlam kemenangan, itu sebabnya mereka tidak mau mundur"


"heh para kakak bodoh"


//kaget


"aku akan menyusul mereka"


"kita lihat kemenangan akan tetap kepada mereka atau 180 derajat berpindah pada kami"

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2