Rela Dipoligami

Rela Dipoligami
Bab 3


__ADS_3

Bu Sry yang sedari tadi menguping di depan pintu, kini membuka mulutnya lebar-lebar. Ia tidak menyangka, menantu yang ia harapkan akan hamil selama sepuluh tahun ini, malah tidak akan pernah bisa hamil. Kekesalan mulai terlihat di wajahnya. Entah apa yang Bu Sry akan perbuat setelah hari ini.


Sementara itu, Alvin hanya bisa menghela napas dan mulai membujuk istrinya. Alvin berusaha menenangkan dan menghibur istrinya namun sangat tidak berguna.


Hati wanita mana yang tidak hancur ketika mendapati sebuah fakta bahwa ia tidak akan pernah bisa hamil dan tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu karenanya. Tentu saja impian setiap wanita yang telah bersuami adalah dapat mempunyai seorang anak. Namun itu tidak akan di dapatkan oleh Lisa. Alvin juga terlihat sangat bersalah.


Padahal, ia ingin mengajak istrinya untuk pergi ke panti asuhan dan mencoba untuk mengadopsi anak. Adapun tujuan Alvin pulang cepat kali ini adalah untuk membicarakan masalah adopsi anak ini kepada istrinya. Namun siapa sangka, hal yang berada di luar kendali Alvin terjadi. Istrinya itu malah mengetahui sebuah fakta bahwa ia tidak bisa mengandung.


Singkat cerita, pagi hari pun tiba. Alvin memutuskan untuk tidak masuk bekerja hati itu. Ia memutuskan untuk menemani istrinya yang terlihat sedang sedih.


Hati Lisa terasa sangat sakit bukan karena Alvin yang telah membohonginya selama ini. Tapi karena sebuah fakta mencengangkan bahwa ia tidak bisa hamil. Bagi seorang wanita seperti Lisa yang telah mendambakan memiliki seorang anak selama sepuluh tahun dan malah mendapatkan fakta seperti ini. Dapat dibayangkan bagaimana hancurnya perasaan Lisa.


Sesekali sang mertua lewat dan mengintip kedua suami dan istri itu di dalam kamar. Bu Sry selaku mertua Lisa sudah mencari-cari waktu yang tepat untuk memarahi Lisa. Sepertinya, ia mempunyai rencana buruk. Namun Bu Sry menunggu sampai Alvin mau pergi dari rumah sebelum menjalankan aksinya.


Beruntungnya Alvin menemani sang istri seharian itu sampai perasaannya membaik. Sampai akhirnya tidak terasa keesokan harinya pun telah tiba.


"Mas, kamu tidak bekerja?" tanya Lisa.


"Tidak, aku akan menemanimu sampai kamu merasa lebih baik. Kau harus ingat, bahwa bagaimanapun kondisi mu, apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu." ucap Alvin.


"Perusahaan mu juga membutuhkan seorang pemimpin. Kemarin asisten mu tidak berhenti menelepon, sepertinya ada banyak pekerjaan di kantor." ucap Lisa.


"Pekerjaan ku di kantor tidak lebih penting dari dirimu. Bagiku kau adalah segalanya. Aku akan tetap di rumah apapun yang terjadi sampai perasaan mu membaik." ucap Alvin.


Lisa membuang mukanya.

__ADS_1


"Perasaan ku sudah membaik kok. Lagian tidak ada gunanya aku terus bersedih." ucap Lisa yang langsung menahan air matanya tumpah. Ia menunduk dan memandang jari jempolnya kemudian kembali berkata, "Toh aku juga tidak akan pernah bisa hamil lagi. Aku adalah wanita yang tidak berguna, aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu dan tidak bisa memberikan kamu keturunan." ucap Lisa.


Alvin langsung memeluk istrinya dengan pelukan erat.


"Jangan bilang seperti itu, aku akan selalu bersamamu. Kau masih bisa menjadi seorang ibu, kita akan pergi ke panti asuhan. Kita bisa mengadopsi seorang bayi. Yah, kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan." ucap Alvin berusaha menenangkan. Namun kata-katanya itu, malah semakin menyakitkan.


Bayangkan saja, disaat Lisa sedang sedih karena tidak bisa mempunyai anak, eh Alvin malah membahas soal mengadopsi anak. Itu justru semakin memperbesar dan memperparah luka di hati Lisa.


Sementara itu, Bu Sry yang sedari tadi menguping terlihat agak kesal mendengar putranya akan mengadopsi bayi dari panti asuhan. Keinginannya untuk segera menjalankan rencana buruknya mulai semakin besar, seolah semakin termotivasi lagi untuk menciptakan keretakan dalam pernikahan dan kehidupan rumah tangga putranya sendiri.


Bu Sry bisa dibilang tipe wanita egois. Hanya karena dia ingin cucu, ia malah membenci menantu yang sangat menghormati dan memperlakukannya bagai ratu.


Sifat baik Bu Sry kepada menantunya juga seolah telah menghilang bagaikan air yang direbus hingga menjadi uap dan pergi entah kemana.


Setelah beberapa saat, keadaan mulai membaik.


"Pergilah bekerja!" seru Lisa. Alvin menanggapi dengan diam.


"Aku tidak ingin hanya karena diriku kau mengabaikan tanggung jawab mu sebagai seorang pemimpin di perusahaan mu. Mereka masih membutuhkan kamu untuk memimpin dan mengambil keputusan." ucap Lisa.


"Kau mengusirku?" tanya Alvin.


"Aku hanya butuh waktu sendiri saja. Kumohon... mengertilah!" ucap Lisa.


Alvin kemudian menghela napas kemudian mengambil tas yang telah dipersiapkan oleh Lisa sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi bekerja dan memberikan waktu untuk kau menyendiri." Alvin mendekatkan mulutnya kemudian berbisik, "Ingatlah bahwa aku akan selalu ada bersama mu dalam keadaan apapun."


Lisa kemudian tersenyum.


"Terima kasih, aku sangat bersyukur bisa mempunyai suami seperti mu. Bagiku, kau adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepadaku." ucap Lisa. Ia sangat bersyukur bisa mempunyai Alvin, seorang pria setia dan kaya. Ia juga mau menerima segala kondisi Lisa bagaimanapun. Bahkan Alvin siap mendampingi dalam keadaan apapun. Kesetiaan Alvin juga sudah tidak diragukan lagi.


"Kau juga adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada ku." ucap Alvin sambil tersenyum dan kemudian menatap istrinya sebelum akhirnya pergi untuk bekerja.


Lisa kemudian menghela napas saat suaminya sudah pergi. Ia langsung membuang dirinya ke kasur dan mulai mengingat kenangannya selama sepuluh tahun pernikahan. Mereka berdua adalah sepasang suami-istri yang sangat romantis. Mereka saling menyayangi satu sama lain.


Sementara itu, Bu Sry yang sedang ada di depan pintu sambil membaca koran, kini terlihat sangat senang ketika melihat putranya akhirnya akan pergi ngantor. Saat melihat ibunya, Alvin sebagai anak yang sangat berbakti langsung mencium tangan ibunya.


"Ibu, aku pamit yah. Tolong jagain Lisa!" ucap Alvin yang sangat mempercayai ibunya itu. Bu Sry tersenyum manis.


"Tenang saja, akan aku pastikan akan menjaga istrimu sebaik-baiknya." ucap Bu Sry yang langsung berjanji pada putranya. Namun sebenarnya itu hanyalah janji palsu saja.


Setelah mobil Alvin meninggalkan rumah sangat jauh, Bu Sry langsung masuk ke dalam.


Saat Lisa sedang melipat pakaian, tiba-tiba Bu Sry langsung datang untuk membuat hancur perasaan Lisa lagi dan lagi.


Bu Sry langsung berkata, "Wah-wah-wah, sepertinya ada perempuan manja nih."


***


Entah apa yang Bu Sry rencanakan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2