
"Bagaimana para saksi, SAH?"
"sah!"
Suara para saksi yang seketika membuat pernikahan antara Karol dan Alvin kini resmi. Mulai hari ini, Lisa resmi mempunyai seorang madu. Disaat semua orang bahagia, Lisa malah menunjukkan yang sebaliknya. Lagian siapa yang akan senang suaminya menikah lagi?
Begitu pun dengan Alvin, ia terpaksa menikahi Karol, sebab faktanya, Karol hamil setelah tiga Minggu berlalu.
Dengan kata lain, Alvin akan segera mempunyai anak. Kini telah pupus harapan Alvin terhadap Lisa. Ia benar-benar sangat kecewa atas istrinya itu.
Bisa dibilang, orang yang paling bahagia untuk pernikahan ini ada dua orang. Yakni Bu Sry dan Karol itu sendiri.
Setelah menikah dengan Alvin, nama Karolina seketika berubah yang tadinya Karolina Dinari, sekarang namanya adalah Karolina Sanjaya.
Marga 'Sanjaya' otomatis disematkan di dalam nama Karol ketika ia resmi menjadi istri Alvin.
Selesai akad nikah, Lisa kemudian mengurung diri di dalam kamar seharian. Sementara Alvin juga langsung meninggalkan Karol setelah selesai acara.
Acara pernikahan pun tidak berlangsung megah. Mereka melaksanakannya di KUA yang hanya dihadiri sedikit orang. Tentu saja karena Alvin sangat tidak menyukai Karol.
Meskipun begitu, Karol dan Bu Sry tetap senang. Sebab bagaimanapun memang itulah yang inginkan. Bagi Karol, yang penting dirinya menikah dan segera bisa menikmati semua uang milik Alvin, sementara bagi Bu Sry, yang penting Karol menikah dengan putranya dan segera melahirkan. Sehingga mereka berdua sama sekali tidak mempermasalahkan hal kecil seperti pernikahan yang sederhana.
Malam hari pun tiba!
Apa yang Alvin takutkan pun terjadi. Ia harus menghabiskan malam pertamanya sebagai pengantin baru bersama dengan Karol. Wanita yang sangat ia benci.
Saat Karol sudah siap menyambut suaminya di tempat tidur, Alvin malah seketika tidur di sofa yang juga masih di dalam lingkungan kamar.
Bisa dibilang, kamar itu cukup besar dan luas. Terdapat kasur, lemari, meja rias, dan sebuah sofa untuk bersantai, juga termasuk kamar kecil untuk urusan toilet.
Melihat Alvin sama sekali tidak tertarik dan malah tidur di sofa, Karol merasa sangat kesal.
"Alvin, kita ini baru saja menikah. Kau harus bersikap adil terhadapku! Aku bagaimanapun juga adalah istrimu!" seru Karol kesal.
"Bodoh amat, aku menikahi mu atas dasar keterpaksaan, pada dasarnya aku memang tidak pernah suka dengan wanita ****** seperti mu." ucap Alvin yang terlihat malas meladeni istri barunya itu.
__ADS_1
Seketika sebuah tamparan mengenai pipi Alvin seketika.
"Alvin, aku adalah istrimu, bagaimana mungkin kau menyebutku wanita ******? Aku tidak serendah itu." ucap Karol.
Padahal, pakaian yang dikenakan Karol sudah sangat terbuka. Rupanya Karol mempunyai ekspektasi yang terlalu tinggi. Alvin sama sekali tidak pernah menyukainya.
Alvin segera bangkit dari tidurnya di sofa setelah mendapat tamparan dari Karol. Ia menyeringai dan menatap Karol dengan penuh kebencian.
"Kau bilang kau tidak serendah itu? Kau tidak mau mengaku dirimu adalah wanita ******, namun kamu malah memberikan dirimu kepadaku bahkan sebelum menikah. Jadi apakah kau pikir kau bukan wanita ******?" tanya Alvin.
Karol terdiam, mulutnya terbuka lebar namun tidak jadi mengatakan apapun. Air matanya keluar, ia tidak terima disebut wanita ****** oleh suaminya sendiri.
"Alvin, tega sekali kamu. Aku ini sedang mengandung calon anakmu!" ucap Karol. Pada akhirnya ia menggunakan kelebihannya yang sedang mengandung itu.
Jika ditanya, sebenarnya Alvin sudah tidak sabar melihat anaknya lahir, tapi ia sungguh tidak menyukai ibunya. Apalagi saat melakukan pembuahan, sebenarnya Alvin tidak pernah niat dan ia juga melihat Karol sebagai istrinya.
Alvin yang malang... kasihan sekali dirinya.
Tidak memperdulikan Karol, Alvin segera baring kembali di sofa itu dan menutup wajah dan telinganya di dengan bantal.
Selanjutnya, entah apa yang terjadi pada sepasang pengantin baru itu.
Kali ini Lisa harus berbagi suami. Kelak kehidupannya mungkin akan sangat berbeda dengan keberadaan Karol sekarang ini.
Pagi hari pun tiba!
Di meja makan, Alvin dan Lisa saling bertukar pandang sebelum akhirnya masing-masing menghela napas.
Alvin tidak menyalahkan istrinya. Ia adalah seorang pria yang pengertian, dimana ia juga mengerti bagaimana kondisi Lisa yang sampai pada keputusasaan sampai membuat keputusan gegabah seperti ini.
Bu Sry yang menyaksikan hal itu menunjukkan ekspresi yang sangat tidak ramah. Seolah Bu Sry sangat membenci Lisa.
"Alvin, dimana istrimu." ucap Bu Sry yang tidak menemukan Karol di manapun.
Alvin kemudian memutar bola matanya dengan perasaan malas saat membahas mengenai Karol, istri barunya.
__ADS_1
"Entah, aku tidak perduli dia ada di mana." ucap Alvin.
"Alvin! Karol itu istrimu juga, dia bahkan sedang mengandung." ucap Bu Sry.
"Bodoh amat!" ucap Alvin.
Sebuah tamparan kini kembali mengenai pipi Alvin yang terasa mulus. Wajah tampannya kini berbekas sebuah tamparan.
Alvin hanya terdiam saat ibunya sendiri yang menampar.
Sementara Lisa, ia segera memegang tangan suaminya. Ia sangat khawatir.
"Kurang ajar kamu, Karol juga adalah istrimu dan kau memperlakukannya seperti orang asing?" ucap Bu Sry. Alvin hanya terdiam di tempatnya.
Hiks...
Suara tangis kini mulai terdengar. Drama ikan terbang-pun terjadi. Karol mulai berakting di depan mertuanya.
Saat melihat Karol menangis dan berjalan sambil menarik sebuah koper, Bu Sry ketar-ketir.
"Karol, ada apa? Kamu mau kemana?" tanya Bu Sry yang langsung menghampiri Karol.
"Hiks... aku ingin pergi saja, keberadaan ku tidak diterima di rumah ini." ucap Karol yang menangis.
Alvin memutar bola matanya merasa malas melihatnya. Alvin sadar, Karol mulai memainkan peran dan ingin mencoba menaklukkan Alvin melalui ibunya. Dengan cara mengadu domba antara anak dan ibu itu.
"Siapa yang tidak menginginkan mu? Siapa yang membuatmu merasa sedih? Katakan saja, biar aku yang memberinya pelajaran." ucap Bu Sry kesal.
"Alvin tidak menginginkan'ku, dia sama sekali tidak menyukai keberadaan'ku di rumah ini. Dia bilang..." ucap Karol.
"Alvin bilang apa?" tanya Bu Sry sambil mengguncang tubuh menantunya itu yang berakting seolah dialah yang paling tersakiti.
"Alvin bilang aku hanyalah wanita ****** yang tidak pantas tinggal di rumahnya. Dia ingin aku pergi dari rumah ini." ucap Karol sambil menangis.
"Sial, kapan aku mengusirnya? Karol ini mengada-ada." batin Alvin kesal. Saat Alvin berdiri dan ingin membela dirinya, tiba-tiba sebuah tamparan melayang di pipinya.
__ADS_1
"Alvin, Katol adalah istrimu. Bagaimana mungkin kau menyebutnya wanita ******? Karol juga sedang hamil, kenapa kau malah mengusirnya?" tanya Bu Sry dengan nada tinggi setelah menamparnya.
Karol benar-benar iblis yang hanya akan mendatangkan pertengkaran saja. Hatinya sangat busuk, bagaikan sebuah bangkai.