Rela Dipoligami

Rela Dipoligami
Bab 6


__ADS_3

Lisa merasa sangat sulit untuk tidur pada malam ini. Mau bagaimana pun ia menutup matanya, ia tidak bisa. Pikirannya terus teringat akan suaminya yang sangat senang bermain dengan Dimas sebelumnya.


Sialnya lagi, Gina dan mertuanya memutuskan menginap di rumah Alvin. Tentu saja semua itu ada campur tangan Bu Sry yang membuat teman sosialitanya mau bermalam.


Karena hal itu, Dimas juga ada di rumah ini setidaknya sampai esok hari. Sedangkan Alvin malah sangat perhatian dan sangat senang ketika bermain dengan Dimas.


Bagi seorang pria yang memang telah mengharapkan seorang anak selama sepuluh tahun, tentu saja akan sangat senang jika dihadapkan dengan yang namanya anak-anak.


Di tengah malam....


Alvin terbangun dari tidurnya. Ia seketika ke toilet dan sekembalinya ia, Alvin baru menyadari bahwa istrinya belum tidur semalaman.


Alvin kemudian mendekat dan duduk di samping istrinya yang sedang berbaring. Setelah meminum segelas air putih, Alvin pun berkata, "Kenapa kau belum tidur? Apa ada yang mengganggu pikiran mu? Apakah Ibuku ada melakukan sesuatu lagi?" tanya Alvin kemudian.


"Tidak kok, tidak ada yang mengganggu pikiran ku dan ibumu tidak melakukan apa-apa padaku." ucap Lisa. Bilangnya seperti itu, padahal aslinya bohong. Lisa nyatanya tidak bisa berhenti memikirkan soal betapa inginnya Alvin seorang putra.


Alvin sebenarnya menyadari apa yang dipikirkan oleh istrinya. Alhasil, ia hanya bisa tersenyum pahit dan menghela napas.


"Kenapa istriku belum hamil juga? Aku harus menemui kembali dokter itu, padahal aku sudah setiap hari memberikan Lisa obat yang diresepkan oleh dokter itu selama tujuh tahun ini. Tapi kenapa efek obatnya belum juga kelihatan?" pikir Alvin. Ia seketika teringat akan dokter yang sangat yakin bahwa ia bisa mengatasi kekurangan Lisa secara perlahan.


Di awal dokter itu memang mengatakan pada Alvin bahwa prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama. Tapi sekarang sudah tujuh tahun, Alvin sudah tidak percaya lagi dengan obat yang diberikan oleh dokter itu.


Saat Alvin sudah mulai berbaring, ia kemudian melirik istrinya yang pura-pura tidur kemudian tersenyum.


"Aku harus pergi menemui dokter itu, kalau sampai terbukti dia menipuku selama ini, aku akan menghajarnya habis-habisan." pikir Alvin yang mulai merasa ditipu. Entah kenapa, Alvin mulai berprasangka buruk. Ia berpikir, mungkin saja selama ini dokter itu memberikan vitamin kepadanya.


Dengan kata lain, sebenarnya yang diberikan Alvin kepada istrinya secara diam-diam adalah vitamin saja. Meskipun begitu, ini masih prasangka Alvin saja. Belum terbukti kebenarannya.

__ADS_1


Alvin kemudian menutup matanya dan, pagi hari pun tiba dengan begitu cepatnya.


Bangun dari tidurnya, Alvin sudah tidak menemukan keberadaan istrinya di sana. Entah kemana perginya sang istri.


Setelah mandi dan berpakaian rapi, Alvin segera keluar dan mencari keberadaan Lisa.


"Ibu, apakah ibu ada melihat istriku pagi ini?" tanya Alvin pada ibunya.


"Owh, dia ke rumah sakit." ucap Bu Sry yang entah ada apa hari ini dengannya. Ia tersenyum seolah baru saja mendapatkan kemenangan. Melihat senyum yang tidak biasa dari sang istri, Alvin mulai menaruh curiga.


"Ibu, tidak biasanya ibu tersenyum seperti ini." ucap Alvin berterus-terang.


"Tentu saja, temanku dan menantunya ada di rumah ini, terlebih ada anak kecil yang membuatku senang." ucap Bu Sry.


Mendengar jawaban ibunya, Alvin tercekat. Ia menatap ibunya sejenak sebelum akhirnya pergi sambil bergumam, "Tidak biasanya Lisa pergi tanpa mengabariku."


"Tentu saja aku tersenyum seperti ini, istri mu sudah siap di madu. Bahkan tidak mungkin juga aku mengatakan kalau istri tercinta mu pergi menemui Karol untuk berdiskusi." pikir Bu Sry dengan senyum lebar di wajahnya.


Ternyata, Lisa akhirnya mengalah pada takdirnya.


Lisa ternyata telah pergi untuk menemui Karol dan membicarakan tentang pernikahan Karol dan suaminya. Tentu saja, semua itu didasari dari perasaan bersalah yang terus menyangkut di hatinya.


Alvin sudah sangat baik kepadanya, Lisa tidak tega mengubur impian Alvin untuk mempunyai seorang anak. Oleh karena itulah ia datang ke Karol untuk membuat perjanjian.


Bisa dibilang, Lisa telah sampai pada keputusasaan. Ia sudah rela di madu! Tentu saja mertuanya yang memerintahkan Lisa untuk menemui Karol, sebab itu sudah menjadi keinginannya sejak dulu.


Karol adalah seorang Wanita karir, penampilannya sangat modern dan sangat sempurna. Ia juga mengerti tentang perusahaan, dan dinilai sangat cocok dengan putranya menurut Bu Sry.

__ADS_1


Di salah sebuah restoran, dengan tanpa rasa bersalah, Karol tidak henti-hentinya tersenyum melihat Lisa.


"Kenapa kau ingin aku menikahi suami mu?" tanya Karol seketika. Karol malah dengan sengaja jual mahal dan mempersulit Lisa, hanya demi melihat penderitaannya semakin bertambah.


"Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku, jika kau tidak mau, aku akan pergi mencari gadis lain. Mertuaku bersikeras untuk memilihmu barulah aku datang ke sini. Kamu jangan sok jual mahal, aku tahu kau selama ini sudah mengincar suamiku." ucap Lisa dengan tegas.


Tampak ia tidak berani menatap wajah Karol yang terkesan meremehkan dirinya. Lisa saat itu juga seperti sedang menahan air matanya mengalir di depan Karol.


Saat Lisa hendak berdiri, Karol ketar-ketir saat memikirkan Lisa akan mencari gadis lain. Tentu saja akan ada banyak gadis cantik dan subur yang akan mengantri untuk menikah dengan Alvin, meski itu hanya sebagai istri kedua.


"Aku akan pergi mencari wanita lain jika kau tidak mau." ucap Lisa dengan nada datar.


Dunia ini terlalu materialistis, semua ini barulah terjadi karena Alvin sangat kaya. Andai saja Alvin miskin, gadis-gadis seperti Karol akan langsung merasa ilfil dan jijik seketika.


Yah, uang memang bukanlah segalanya, tapi tanpa uang segalanya akan terasa sulit. Inilah fakta mencengangkannya.


"Tunggu, aku bersedia mengikuti pengaturan mu demi menikah dengan Alvin!" ucap Karol yang seketika keluar dari permainannya. Tentu saja Karol tidak akan membuang kesempatan emas yang datang begitu saja.


Lisa hanya tertawa kecil kemudian pergi. Setelahnya ia menghela napas kemudian. Ia tidak pernah menyangka, ia sendiri yang akan mencarikan istri untuk suaminya.


Hal ini memang benar seolah-olah merobek hati Lisa. Sangat menyakitkan. Tidak akan ada wanita di dunia ini yang bersedia di madu, namun Lisa malah mencarikan istri untuk suaminya sendiri.


Tentu saja semua itu dilandaskan dengan sebuah keterpaksaan. Rasa bersalah yang sudah mengakar kuat di dalam hatinya, ditambah dengan Bu Sry yang seolah menjadi bahan bakar yang semakin membuat Lisa bersalah.


Alhasil, Lisa mengambil keputusan besar dengan pergi untuk mencari Karol dan memutuskan untuk menjodohkan Karol dengan suaminya. Dikarenakan ia sangat merasa bersalah pada Alvin yang sangat menginginkan seorang anak. Apalagi Alvin sudah sangat baik kepadanya.


note : Maaf belakangan jarang update, karena aku sibuk dengan ujian. Mulai hari ini akan konsisten update, insyaallah.

__ADS_1


__ADS_2