Rembulannya Erlangga

Rembulannya Erlangga
6. Dia


__ADS_3

Aku sengaja selalu hadir disekitarmu,


Berharap kamu menyadari adanya aku didunia ini.


Bayu, lelaki yang katanya akan menjadi ketua basket selanjutnya. Awalnya dia kekampus pagi-pagi ingin mengambil buku yang tertinggal diloker. Tapi ternyata Bayu mendapatkan hal yang lebih menarik.


El Kristal Rembulan, perempuan yang cukup terkenal. Setau Bayu, Rembulan ada hubungannya dengan Purnama. Seseorang yang berhubungan dekat dengan Erlangga setelah sekian tahun.


Bayu mengeluarkan kunci cadangan semua loker, mencari satu kunci yang cocok dengan loker Erlangga. Sebagai seseorang yang aktif di bidang basket. Bayu dipercaya memegang kunci cadangan loker. Bayu mengetahui tindakan dia ini, kurang sopan. Tapi Bayu, tidak akan mensia-siakan kesempatan jikaa itu berhubungan dengan


Erlangga.


“Kreet…”


Akhirnya Bayu berhasil membuka loker Erlangga. Dia memeriksa isi loker tersebut, mencari apapun yang tadi dimasukkan Rembulan ke loker.


Bayu menemukan sebuah surat yang berbeda dari yang lainnya. Surat berwana putih yang dilapisi mawar merah yang sudah dikeringkan. Sekilas Bayu dapat menangkap makna dibalik warna yang Rembulan pilih. Putih, melambangkan suci dan bersih sedangkan merah melambangkan keberanian, semangat atau rasa suka. Dapat Bayu simpulkan Rembulan menyukai Erlangga walaupun tidak terlihat jelas.


Bayu membuka surat tersebut, ada sedikit rasa penasaran dengan isinya. Sebelum Bayu sempat membukaya, ada yang memegang bahunya.


“Ketahuan ya,” senyum Bayu tanpa rasa bersalah sama sekali. Saat melihat Erlangga yang memegang bahunya.


“Ini surat dari …” Bayu berhenti dengan senyum menyebalkannya “tuan putri ya?”


Erlangga langsung mengambil surat tersebut dari tangan Bayu, “jangan ikut campur dengan urusan gue! Lo tidak berhak.”


Bayu menaikkan alisnya, merasa tidak setuju dengan ucapan Erlangga, “gue berhak! Ingat itu, setiap gerak loh bakalan gue awasi.”


Aku hanya takut hubungan kalian berdua hanya tonix.


Erlangga pergi meninggalkan Bayu dengan perasaan muak. Bagi Erlangga, Bayu hanya seseorang yang berpura-pura baik kepadanya tapi menikam disaat yang tepat. Erlangga harus berhati-hati.

__ADS_1


--


Rembulan melangkahkan kakinya menuju perpustakaan. Hari ini dia berencana untuk mengerjakan tugas ringkasan jurnal.


Rembulan membuka pintu perpustakaan, dia mendekati meja absen untuk mengisi buku pengunjung. Dapat Rembulan lihat banyak mahasiswa atau mahasiswi. Masa-masa pertengahan semester seperti ini perpustakaan selalu ramai karena sibuk dengan tugas-tugas.


Rembulan melangkahkan kakinya menuju tempat penitipan tas. Dia segera mengeluarkan barang-barang yang diperlukan dan mencari tempat duduk.


Rembulan melihat sekitar perpustakaan, memilih dimana akan duduk. Dia memutuskan duduk dimeja yang bisa diisi delapan orang. Meja yang berada didekat jendela, sekali-kali Rembulan akan mengalihkan pandangannya luar jendela.


Mata Rembulan terdiam pada satu fokus, Erlangga. Cowok yang memiliki wajah manis itu sedang berdiri menyadarkan dirinya dipohon. Erlangga memasukkan salah satu tangannya kedalam saku celana sadangkan satunya memegang rose red. Tanpa Rembulan duga, Erlangga yanga awalnya menundukan wajahnya melihat kearahnya. Rembulan dapat melihat ada senyuman kecil diwajah cowok manis itu.


Rembulan mengalihkan pandangannya kedepan meja, mencoba melupakan senyuman Erlangga dan bunga rose red.


Ingat Rembulan, tidak baik memandang seseorang yang tidak halal untukmu. Kata Purnama, seorang wanita


harus bisa menjaga aurat dan tundukan pandangan dari dai yangtidak halal.


Luna yang merasa ada yang memperhatikannya sejak tadi melihat kearah depan meja. Tatapan Luna tanpa sengaja bertemu dengan Rembulan. Luna tersenyum ramah seperti menyapa Rembulan. Luna memandang Rembulan cukup lama seperti menanyakan “apa ada yang bisa dibantu?”


Tatapan diam-diam mereka berhenti dengan adanya sapaan temannya Luna yang sering dipanggil Vita.


 “Konfirmasi gosip terbaru tentang Erlangga dong,” heboh Vita tiba-tiba.


“Gosip apaan?” jawab Luna dengan cuek. Luna mengabaikan pertanyaan dari Vita  dengan mengerjakan soal-soal dikerjakan sebelum bertatapan diam dengan Erlangga.


Mata Rembulan membesar mendengar nama Erlangga, dia antara terkejut dan tertarik. Rembulan akui dimulainya tantangan Elisa dimana Erlangga sebagai target, membuat Rembulan selalu ingin mengetahuui informasi tentang Erlangga.


 “Ada kabar, Erlangga dapat surat cinta lagi ya?”


Luna memutar matanya, Vita tidak bosan-bosannya membahas Erlangga. Erlangga yang punya banyak fans Luna yang harus ikut-ikut repot. Banyak yang mendekati Luna hanya sekedar ingin menanyakan tentang Erlangga. Ada kasus dimana Luna harus memiliki kesabaran yang sangat banyak.

__ADS_1


“Tiap hari juga seperti itu, perlu diingat loker dia penuh dengan surat semua.”


“Bukan itu! Maksudnya ada surat yang dibaca Erlangga ya? Terus Erlangga jadi lebih suka senyum. Padahal biasanya seperti kulkas, dingin”


Luna tertawa dan menatap temannya. “Dia memang kulkas! Iya ada satu surat yang menarik perhatian Erlangga”


“Kok bisa?” tanya Vita ingin tau.


“Cara cewek itu kirim surat beda dari anak-anak lain!”


Vita yang makin penasaran tidak dapat menahan kekepoannya.


“Apanya yang beda?”


“Erlangga bilang, itu bukan sekedar surat. Tapi puisi yang manis.” Luna terdiam sesaat, “Erlangga bilang dia dapat bunga dan dia suka.”


“Bunga? Erlangga suka bunga?” tanya Vita tidak percaya.


Luna tersenyum mengingat tingkah Erlangga memperlakukan bunga yang dia dapatkkan.


“Menurutku,bukan bungannya tapi cara cewek tersebut mengungkapkan kata dengan bunganya.”


Vita yang katanya fans berat dengan Erlangga tetap membicarakan Erlangga. Sedangkan Luna yang sudah merasakan bosan mengabaikan Vita dengan ocehannya.


Rembulan yang mendengar atau lebih tepat sengaja menguping pembicaraan mereka, menjadi cemas sendiri.


Apa yang dimaksud Luna adalah aku?


Rembulan berusaha konsentrasi pada tugasnya yang berakhir sia-sia. Pembicaraan Luna dan Vita terlintas terus-menerus, mengusai seluruh fokusya.


Tanpa Rembulan sadari, Luna menyeringai kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2