
hari penerimaan murid pun dimulai, Xiou Lin pun berdandan, sebelum berangkat Xiou Lin menitipkan Xiou Po pada neneknya dan Aliang Lyu, dan memberi beberapa pil obat untuk menghilangkan aura-aura segel yang masih ada di tubuh si nenek.
...----------------...
...(sesampainya di sekte cahaya suci)...
Xiou Lin pun mencari tempat pendaftaran, ketika sudah sampai ditempat pendaftaran, namun Xiou Lin malah di remehkan oleh si penjaga, penjaga itu bilang kalau Xiou Lin tak akan mampu masuk kedalam sekte cahaya suci itu, jadi lebih baik Xiou Lin pergi saja, baru saja Xiou Lin ingin meladeni perkataan si penjaga, datang lah seorang anak bangsawan, anak bangsawan itu sungguh sombong, si penjaga pun mendekati anak bangsawan itu, di memperlakukan anak bangsawan itu dengan baik.
ia sadar diri, bahwa ia yang sekarang bukanlah ia yang dulu yang seorang guru para dewa, yang selalu di hormati para kaisar dewa, dewa, tentu saja manusia juga, Xiou Lin juga tak perlu memikirkan soal keuangan, tapi tetap saja itu hanya masa lalu, Xiou Lin pun makin bertekad untuk menjadi kuat dan membalas dendam nya itu. ia pun pergi ketempat pendaftaran sebelah.
setelah mendaftar Xiou Lin pun masuk kedalam,ia juga mengingat kalau Ri Lin juga ingin masuk kedalam sekte itu, ketika Xiou Lin sedang menunggu ujian masuk dimulai, datanglah Ri Lin menghampirinya dan menyapanya.
"Xiou Lin" sapa Ri Lin
"hm....sudah kuduga kau akan kesini"
"hehe..aku kan sudah bilang kalau aku ingin masuk kesini, HM... ngomong ngomong aku minta maaf ya soal sikap mama ku waktu itu"
"ah...kau tak perlu mempermasalahkannya"
mereka pun mengobrol beberapa saat, sampai tiba waktunya ujian dimulai, Xiou Lin dan Ri Lin pun pergi ke aula tempat ujian nya, disana banyak tuan muda dari berbagai keluarga bangsawan, bahkan anak bangsawan tingkat perak tahap menengah, sampai tingkat emas tahap tinggi.
Xiou Lin bergumam, hm.. seperti sekte ini sungguh di kagumi banyak orang, tidak lama kemudian semua tetua pun keluar, banyak anak muda yang kesakitan kerena tekanan semua tetua itu, Ri Lin kebingungan Xiou Lin masih mampu untuk berdiri, walau sedang dalam tekanan para tetua tingkat 7 Golden core.f dari seratus ribuan orang yang mendaftar, hanya 700 orang yang masih bisa berdiri dalam tekanan para tetua.
"untuk anak yang mampu menahan tekanan kami, buatlah barisan baru disebelah kiri."
"SIAP TETUA" ucap semua murid yang mampu menahan tekanan dari para tetua.
......................
__ADS_1
beberapa menit kemudian, para tetua pun datang ke kelompok mereka, Xiou Lin melihat kearah kanan, rupanya kelompok di sebelahnya, yang tak bisa menahan tekanan dari para tetua itu, sudah memulai ujian nya duluan. tetua pun mulai menjelaskan ujian yang akan di lakukan, dari yang tetua jelaskan, Xiou Lin menyadari kalau para tetua akan memberikan ujian yang berbeda dengan kelompok sebelah kanan.
"ujian pertama yang kalian akan lakukan adalah kuda-kuda, kalian harus menahan kuda kuda itu minimal 5 menit" ucap tetua yang bernama Tuou Liang
"apa!?..hanya kuda kuda!?, itu sih gampang, ku kiara ujiannya akan lebih sulit, rupanya hanya segini" protes para murid
5 menit kemudian, terlihat hanya tersisa 600 orang yang masih mampu berkuda kuda, 10 menit kemudian tersisa 300 orang yang tersisa, yang masih mampu berkuda kuda.
para tetua sudah menduga itu akan terjadi, para murid yang mendaftar ke sekte itu, sudah melupakan latihan dasar dari kultivasi, yaitu latihan fisik, mereka selalu meremehkan latihan fisik, padahal itu pasti akan membantu mereka dalam hal bertarung. setelah setengah jam, terlihat hanya tersisa 10 orang, waktu terus berjalan, sampai hari pun mulai malam, para murid sudah kelelahan berkuda kuda seharian, murid yang masih bisa berkuda kuda hanya tinggal 3 orang, yaitu Yuan Hao dari keluarga bangsawan, seorang wanita bernama Sian Rin dari keluarga biasa, dan Xiou Lin.
Sian Rin terlihat sangat cantik, yang membuat Yuan Hao terpesona oleh kecantikan nya, Yuan Hao pun memperingati Xiou Lin jangan mendekati Sian Rin, Xiou Lin menjawab kalau ia tak tertarik dengan Sian Rin, Sian Rin pun terkejut, baru pertama kalinya ia mendengar kata itu dari seorang pria.
"hah?!...maksud mu Sian Rin tidak cantik?!"
tanya Yuan Hao
"ya, dia tidak memiliki 1% pun dari kecantikan wanita ku" jawab Xiou Lin
“dia sungguh bodoh, wanita dari guru para dewa tentu saja cantik, wanita bernama Sian Rin ini tidak pantas dibandingkan dengan istri guru!!..huh!!”ucap Fan Zhe Zong
"dimana?...dia berada di tempat yang jauh"
jawab Xiou Lin sambil melihat keatas Langit, yang mengartikan bahwa istri nya berada di dunia para dewa.
jam 18.00, hanya tersisa Xiou Lin seorang yang mempu berdiri, terlihat Yuan Hao dan Sian Rin sudah tumbang beberapa menit yang lalu, para tetua pun keluar dan menyuruh mereka istirahat dulu di asrama dan melanjutkan ujian kedua esok hari, lalu nanti jam 6 pagi harus sudah kumpul kembali di aula ujian.
mereka pun membungkuk memberi hormat dan pamit pergi, ketika tengah malam Xiou Lin pun bangun dari tidurnya, ia pergi kesebuah gunung di belakang sekte cahaya suci, gunung itu di sebut juga gunung suci, ia pergi kesana untuk menemui seseorang, sesampainya di puncak gunung, terlihat seorang pria tua berdiri memandangi sebuah pohon dengan raut wajah yang terlihat sedih, pria itu bernama Ruay Wei Zian, di berada di ranah Nascent Soul tahap 3, tidak lain tidak bukan, dia adalah ketua sekte cahaya suci.
Xiou Lin pun menghampiri nya.
__ADS_1
"hm? siapa kau"
"bukanya kau adalah murid baru?, mengapa kau belum tidur?" tanya ketua sekte
tetua itu merasa familiar dengan hawa yang dimiliki oleh Xiou Lin, ia terdiam sesaat, dan setelah di ingat ingat, ia pernah merasakan hawa itu ketika bertemu dengan pembangun sekte cahaya suci, yaitu guru para dewa yang bernama Xiou Lin. ketua sekte pun melotot kaget, ia memandang Xiou Lin sekali lagi, tapi tetap saja ketua sekte itu merasa sedang dengan Xiou Lin ayah angkat nya.
"a..apa...kau guru Xiou Lin?!" tanya ketua sekte
"lama sekali menyadari nya...ha..kau terlihat sungguh tua ya, bocah cengeng, padahal dulu kau selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi ketika aku berkunjung ke dunia fana, kau seperti seorang anak kucing yang mengikuti induknya"
"ayah angkat"
Wei Zian pun memeluk Xiou Lin dengan eratnya sambil menangis di pelukan Xiou Lin, sebelum Xiou Lin menjadi guru para dewa, ia mengadopsi seorang anak laki-laki, bernama Ruay Wei Zian, dan sekarang anak angkat nya lah yang mengurus sekte yang dibuat oleh Xiou Lin, ketiak Wei Zian kecil, ia sempat bertanya kepada Xiou Lin mengapa Xiou Lin tidak menikah saja, Xiou Lin menjawab istrinya mandul, Wei Zian bertanya sekali lagi pada Xiou Lin mengapa Xiou Lin tak menikah lagi saja, dia kan guru para dewa, jadi wajar jika memiliki wanita lebih dari satu, Xiou Lin menjawab dengan mimik serius kalau dia tak akan meninggalkan istri nya itu.
...----------------...
...kembali ke Xiou Lin yang sekarang...
mereka pun berbincang-bincang untuk menghilangkan rasa rindu nya, Xiou Lin juga bercerita banyak hal kepada Wei Zian ketika Xiou Lin masih di dunia para dewa dan ketika ia berrenkarnasi.
Namun Xiou Lin bingung, karena sejak di awal cerita, raut wajah Wei Zian terlihat sedih, Xiou Lin bertanya "ada apa dengan mu?", Wei Zian menjawab "sekte cahaya suci ini sekarang sedang mengalami kesulitan, pulau tak berujung yang ayah angkat buat sekarang sudah di kuasa oleh kaisar iblis, saya tak bisa berbuat apa-apa, saya merasa malu tak bisa menjaga peninggalan ayah angkat", tanpa Wei Zian sadari mata nya mengeluarkan air, Xiou Lin pun menenangkan anak nya itu agar tak terlalu bersedih, dia akan masuk kedalam pulau tak berujung untuk memusnahkan kaisar iblis didalam nya.
Namun karena sekarang Xiou Lin masih lemah, ia harus berlatih lebih keras lagi, jadi dia meminta waktu sekitar satu Minggu untuk memperkuat diri, Wei Zian pun mengerti, ia memberikan banyak pil yang bisa membantu kultivasi kepada ayah angkat nya itu.
"ayah, apa kau mendaftar di sekte ini atau sedang menyelinap?" tanya Wei Zian
"aku mendaftar"
"kalau begitu, ayah tak perlu ikut ujian lagi, aku akan langsung memasukan ayah ke sekte bagian dalam murid elite, bagaimana?"
__ADS_1
"tidak perlu, aku tak mau menarik banyak perhatian orang-orang, ya sudah aku hanya ingin mengunjungi mu, kalau begitu aku pergi dulu ya, aku ingin beristirahat" ucap Xiou Lin sambil perlahan berjalan menuruni gunung.
bersambung...