
(sebelum nya)
Zian'er!! Kau tak boleh berbohong seperti itu. Di umur mu yang sekarang, apa kah aku masih harus memberitahu mu?!" Tanya Xiou Lin sembari mengerutkan keningnya.
"Aku tak akan datang kemari jika memang dia memang sedang sakit. Tapi firasat ku berkata lain. Aku berharap kau memberitahu ku." Lanjut Xiou Lin.
"Baiklah ayah, aku akan memberi tahu mu." Balas Wei Zian.
Bersambung....
_____________
"Sian Rin adalah seorang putri dari klan kegelapan. Kemarin beberapa penjaga nya datang kemari dan membawa Sian Rin kembali." Ucap Wei Zian yang berusaha menjelaskan.
"Ketika ujian penerimaan murid. Aku pernah melawan salah satu klan kegelapan. Bahkan Yuan Hao juga melawan salah satu nya. Jangan jangan..." Ucap Xiou Xin dalam hati nya.
"Hm...apakah penjaga nya itu adalah beberapa murid yang ada disini?" Tanya Xiou Lin memastikan.
"Iya, salah satu adalah Mu Sun Rou dan Nu Liang." Jawab Wei Zian.
"Sudah kuduga. Anak dari keluarga naga hitam itu ternyata adalah salah satu jalan kegelapan. Kalau begitu bisa kah kau memberi tahu ku dimana keberadaan klan kegelapan?" Tanya Xiou Lin.
"Ayah angkat tak perlu susah-susah mencari mereka. Karena merekalah akan datang beberapa hari lagi untuk menghancurkan sekte-" ucapan Wei Zian yang belum selesai di potong oleh Xiou Lin.
Dengan tatapan tajam dan penuh hawa membunuh. Xiou Lin memukul meja dan berkata "siapa yang berani menghancur kan sekte yang ku buat ini?!!".
"3 hari? Apa mereka akan datang 3 hari kedepan?" Tanya Xiou Lin.
"Iya, sekitaran 3 hari." Balas Wei Zian.
"Baiklah. Akan ku tunggu mereka!! Kalau begitu aku akan kembali ke kelas ku." Ucap Xiou min yang langsung berdiri dan pergi.
"Hati-hati di jalan ayah angkat." Ucap Wei Zian sembari melambaikan tangan nya.
"Walaupun ada ayah angkat yang menolong ku dalam masalah ini. Aku masih harus berlatih, agar tak menjadi beban nanti nya" gumam Wei Zian
................
Di kelas.
"Bagaimana? Apa Sian Rin memang sakit?" Tanya Yuan Hao berbisik kepada Xiou Lin.
"Tidak. Dia tidak sakit. Dia sekarang berada di rumah nya." Ucap Xiou Lin yang tak menjelaskan keseluruhan alasan mengapa Sian Rin tidak ke kelas.
"Begitu ya. Jadi hari ini aku berlatih seorang diri?!" Tanya Yuan Hao.
__ADS_1
"Tentu! Apa? Kau tak mau?" Tanya balik Xiou Lin sembari menatap Yuan Hao.
"A..tidak...tidak..aku mau kok" balas Yuan Hao sembari melambai lambai kan kedua tanya nya.
"Bagus lah kalau begitu." Balas Xiou Lin tersenyum.
Tak lama kemudian guru pelajaran berikut nya pun datang. Dan kelas pun masuk dalam jam pelajaran.
_________
Sepulang sekolah.
Xiou Lin dan Yuan Hao kembali berlatih di gunung suci. Yuan Hao kembali melatih teknik yang di berikan beberapa hari yang lalu oleh Xiou min, yakni teknik naga dewa Tian.
"Keluar kan energi Chi mu dan keluar lah dalam bentuk naga!!" Ucap Xiou Lin sembari membimbing Yuan Hao sedikit sedikit.
Bommmmmmmm
Bommmmmmmm
"Jika bisa pukul lah lebih kencang." Ucap Xiou Lin.
"Baik!!" Jawab Yuan Hao.
Jadi Xiou Lin menyuruh Yuan Hao membuka saja baju nya, agar lebih enek ketika sedang berlatih.
"Keluar kan semua tenaga mu!! Jangan terlalu lembek!!" Teriak Xiou Lin.
"Baik!!" Jawab Yuan Hao.
................
"Istirahat lah 30 menit." Ucap Xiou Lin.
"Ha...ha...ha.. sungguh melelahkan." Ucap Yuan Hao sembari selonjoran dengan nafas yang masih terengah-engah.
Karena Yuan Hao sedang beristirahat. Dan Xiou Lin tak perlu memberatkan nya, ia pun berlatih.
"Guru sangat cepat ketika menyerap energi Chi. Aku sungguh penasaran seberapa bangga nya orang tua guru" ucap Yuan Hao dalam hati nya.
"Akh...aku juga harus menyerap energi Chi. Agar pemulihan ku lebih cepat." Lanjut Yuan Hao yang langsung duduk dengan posisi duduk Lotus.
----------------
"Waktu habis! Kembali berlatih!" Ucap Xiou Lin.
__ADS_1
"Baik!" Jawab Yuan Hao.
Yuan Hao pun kembali berlatih, dan Xiou Lin yang kembali memperhatikan latihan Yuan Hao.
Lalu tiba-tiba jiwa dewa Tao Wen keluar.
"Anak itu sungguh beruntung bisa di ajari oleh mu yang seorang guru para dewa." ucap dewa Tao Wen
"Hahaha...dia lebih beruntung ketika menemukan sisa jiwa mu. Jika saja dia tidak menemukan nya, mungkin dia juga tidak akan menjadi murid ku sekarang, bahkan mungkin kami tidak bisa berkenalan." Ucap Xiou Lin.
Mereka pun berbincang-bincang dan obrolan mereka hanya bisa di dengar oleh orang dari dunia para dewa. Dengan kata lain, Yuan Hao tidak akan bisa mendengar obrolan Xiou Lin dan dewa Tao Wen.
"Hahaha...kau benar juga. Lalu bagaimana? Apa ada kabar dari Fan Zhe Zong?" Tanya dewa Tao Wen.
"Belum ada. Aku juga belum bisa merasa kelahiran nya. Mungkin dia mencuri tubuh bukan nya ingin lahir kembali. Anak itu!!" Ucap Xiou Lin yang menjadi kesal kepada Fan Zhe Zong.
"Sudah lah. Asal yang dia curi bukan tubuh yang masih memiliki jiwa, bukan kah itu tidak Masalah?" Ucap dewa Tao Wen.
"Hm...aku takut jika dia terlalu lama di luar dengan jiwa nya itu, dia akan terkena hukum dunia. Dia kan berasa dari dunia para dewa. Sebelum bertemu dengan ku, dulu, dia bersembunyi di pedang ku untuk melindungi diri nya." Ucap Xiou Lin.
"Hm...mungkin dia sudah menandai tubuh yang akan dia rasuki. Dan sekarang dia mungkin sedang menyatukan jiwa nya dengan tubuh baru nya. Lebih baik di sini kita mendoakan yang baik-baik saja. Dan jangan berpikir negatif." Ucap dewa Tao Wen memberikan saran.
"Iya. Lalu bagaimana dengan paman? Walau pun kau terus bersembunyi di tubuh Yuan Hao, lambat laun kau akan terkena hukum dunia." Tanya Xiou Lin dengan anda yang khawatir.
"Entah lah. Aku juga sebenarnya bingung. Eh! Bagaimana kau mendapatkan tubuh itu?" Tanya dewa Tao Wen yang menyadari sesuatu.
"Aku juga tidak tahu. Ketika aku melompat di jurang dewa, aku tiba tiba terbangun di sebuah kota dan mendapatkan tubuh ini. Lalu aku juga mewarisi ingatan ingatan nya." Balas Xiou Lin.
"Hm...dunia ini membingungkan. Akh~ sudah dulu ya mengobrol nya. Sampai jumpa " ucap dewa Tao Wen yang langsung masuk ke dalam tubuh Yuan Hao.
Xiou Lin yang merasa sedih tiba tiba, Ia pun menatap ke langit dan bergumam.
"Qu Xian Kyi, apa aku sudah berrenkarnasi?" Gumam Xiou Lin dengan suara yang kecil.
sore harinya.
"Yuan Hao. Ayo kita akhiri ini. Dan seperti nya kau mulai menguasai teknik naga dewa Tian. Kita lanjutkan besok" ucap Xiou Lin.
"Baik!!" Balas Yuan Hao.
Mereka pun menuruni gunung dan kembali ke asrama masing-masing.
bersambung...
__ADS_1