RINDU!

RINDU!
Awal yang tak disengaja


__ADS_3

Saat Kira memasuki ruangan untuk melakukan penyiaran,ia begitu terkesima melihat pemandangan itu.Ruangan yang tertata rapi,Begitu minimalis namun berkesan modern.Tulisan'RADIO BINTANG'Tertera disana.Dengan lampu-lampu berkelap-kelip.Sangat memanjakan mata yang memandang.


Mengapa sebagus ini?.Orang tidak ada yang lihat juga.Entahlah,mungkin demi kenyamanan penyiar.


Kira dan Satria duduk.Satria memasangkan earphone ke telinga Kira.Kira masih sangat gugup.Ia menutup matanya,menarik nafas.Sementara Satria memulai berbicara.


"Halo,halo,halo guys..Gimana kabar kalian?aku harap kalian baik-baik saja.Jadi kali ini,aku tak sendirian.Namun ditemani nona manis disampingku.Silahkan perkenalkan dirimu nona"Melirik Kira dan tersenyum.


"Halo semua,perkenalkan namaku Rindu,bagaimana sobat LDR?kalian sehat-sehat saja?.Semoga begitu ya..Juga,mana suaranya nih para sobat jomblo,tak usah berkecil hati.Takdir hanya belum mempertemukan kalian dengan jodoh."Suara Kira membuat Satria dan yang lainnya menarik senyum otomatis.Pembawaannya yang ceria dan semangat,dan juga suaranya yang imut menambah kesan nyaman.


Tiba-tiba hujan turun dari langit.Mengiringi mereka yang sedang mendengarkan.


Sementara di sisi lain..


"Kacau,kenapa dia tak bisa bekerja dengan baik?"Memukul setir dengan keras.Handphonenya tiba-tiba terjatuh."Ahh..sial"Mengambil handphonenya.Kebetulan sedang lampu merah.Namun sikutnya tak sengaja menekan tombol radio mobilnya.


"*Wah,diluar hujan teman-teman.Sangat nyaman bukan,untuk mendengarkan radio bintang sembari membayangkan pasangan jauh kalian."


"Betul sekali.Wah,Rindu ini sangat perhatian kepada kalian,sobat LDR*"


Zain terdiam mendengarkan.Tak mematikan suara dari radio tersebut.Padahal,dari pertama ia membeli mobil mewah itu,tak pernah sekalipun ia mendengarkan radio.


"Oiya,kalian berada dimana sekarang?untuk kalian yang pulang sekolah,pulang mengaji,pulang les,bahkan baru bangun tidur?.Atau untuk kalian yang baru pulang kerja dan lelah,tenang dan rileks.Rindu disini untuk menghibur kalian semua.Haha..bahkan,untuk kalian yang masih berjibaku dengan pekerjaan kalian,tenanglah..siapa yang bersungguh-sungguh,ia pasti akan berhasil.Jika kalian lelah,tarik nafas dan buang.Jangan fikirkan apapun yang membuat kalian stres.Hanya diam dan rasakan tetesan air hujan yang terus terjatuh diluar sana.Kalian semua juga harusnya belajar dari air hujan.Bagaimana berkali-kali terjatuh,namun ia tak pernah mengeluh."

__ADS_1


Tanpa sadar,Zain menarik nafas,mencoba rileks seperti yang di katakan penyiar tersebut.Perlahan,ia melupakan kejadian yang membuatnya kesal tadi.Bahkan,kadang tersenyum ketika suara dari radio itu,membumbui candaan dalam pembicaraannya.


Zain sudah sampai di rumah.Ia masih diam di dalam mobil,menunggu hingga penyiar radio itu mengakhiri acara siarannya.Hingga penyiar itu mengakhiri dan mengucapkan salam perpisahan.Lalu berganti pada siaran radio lain.Zain turun dan memasuki rumahnya.


"Sayang,kamu sudah pulang?"Menyambut sang anak.Namun Zain hanya melewatinya."Mulai lagi dia"Mengikuti anaknya menaiki tangga.Benar saja,suara kekacauan terdengar sangat keras dari kamar Zain.


......................


Semuanya bertepuk tangan saat siaran sudah selesai."Waww..Rindu,aku sampai tidak bisa berkata-kata tadi.Bahkan,hampir selama siaran berlangsung,aku hanya menimpali kamu saja.Kamu mengalahkanku nona."Satria masih tak percaya gadis itu bisa seperti penyiar profesional.


"Tidak usah berlebihan kak,aku hanya menjalankan tugasku."


"Tidak berlebihan Kira,kamu memang sangat bagus.Bahkan aku saja yang mendengarnya merasa sangat nyaman."Ucap laki-laki yang sepertinya lebih berumur dari Satria.Tim disana juga.


"Ah,tidak kok kak.Aku hanya sering berbicara dengan para pengunjung perpustakaan yang sering curhat padaku.Jadi aku sudah tau moodnya anak muda jaman sekarang"Mereka mengobrol lama.Lebih banyak yang memuji Kira.Sikap Kira yang baik dan ceria,membuatnya cepat akrab dengan orang-orang disana.


"Aku kan membawa motor,kak"


"Tidak papa,aku antar kamu dengan motor kamu.Nanti aku pulang naik taxi saja."


"Lah,tidak usah kak.Merepotkan kakak saja."


"Tidak papa,aku suka hal-hal repot.Sekalian jalan-jalan sebentar.Ayok"Naik ke motor Kira,kemudian memakai helm."Helmnya ada satu?"Kira mengangguk.Kemudian membuka lagi helmnya."Ini,kamu saja yang pakai."

__ADS_1


Mereka menyusuri jalanan petang berdua.Lebih tepatnya bertiga,dengan Juki."Kira,kamu sudah punya pacarkan?"Kira tertawa.Masih saja ingat dengan omonganku waktu itu.


"Haha..tidak kak,maksudku,pacarku adalah..ini,motor ini.Dia kunamakan Juki.Memang terdengar konyol sih.Tapi aku sangat menyayanginya."Menepuk Juki.


"Ha?yang benar saja!"Ikut tertawa mendengar kekonyolan Kira.


Kembali lagi ke rumah besar milik seorang pengusaha terkenal itu.


Mama Zain masih berdiri disana.Di depan pintu kamar yang mungkin sekarang sudah berantakan itu.Namun,sekarang tak ada lagi suara keributan di dalam.Mungkin harimau itu sudah tenang.Mamanya kembali menuruni tangga meninggalkan lantai dua.


Sementara yang berada di dalam..


Zain terduduk di pinggiran kasur.Tangannya berdarah terkena pecahan vas.Teringat lagi suara penyiar itu.


"Jika kalian lelah,tarik nafas dan buang.Jangan fikirkan apapun yang membuat kalian stres.Hanya diam dan rasakan tetesan air hujan yang terus terjatuh diluar sana.Kalian semua juga harusnya belajar dari air hujan.Bagaimana berkali-kali terjatuh,namun ia tak pernah mengeluh."


Ia mengingat itu dan kembali menuruti apa yang dibacarakan wanita bernama Rindu itu.


Kamarnya berantakan,sangat berantakan.Ia mencari Smartphone nya di jas.Ketemu,kemudian menghubungi nomor yang begitu ia kenal."Pastikan wanita itu tak muncul lagi dihadapanku.Kalau perlu,beri dia pelajaran!"Mematikan telfon sepihak.Dilempakannya benda kecil tak bersalah itu.


Siapa wanita yang bernama Rindu itu?Kenapa suaranya sangat imut?Aghh..berfikir apa aku ini.Jelas-jelas aku sedang membenci makhluk bernama wanita.Mengacak rambutnya.


Baiklah,begitulah pertemuan pertama kalian dengan Rindu.Semoga kalian merindukanku ya..hihi.Baiklah,sampai jumpa besok!!!

__ADS_1


Kata perpisahannya tadi kembali terngiang di kepala Zain.Membuatnya sedikit bergumam.Apa aku merindukannya?.


Bersambung........


__ADS_2