
Setelah mendapatkan popcorn juga cola,Kira menghampiri adiknya yang sedari tadi menunggunya.
"Pio,maaf.Lama ya?"Ucap Kira dengan tangan yang memegang popcorn dan cola.
"Tidak kok kak.Ayo masuk"
Sampailah mereka di ruangan yang kini sudah gelap.Filmnya sudah mau mulai.Kira dan Viona
mencari tempat duduk mereka.Ketemu.Duduk dan menikmati film.Sudah lama sekali mereka
tak menonton.Kira tersenyum melihat wajah adiknya yang terlihat sangat bahagia.
Karena itulah misi Kira.Membuat Viona tersenyum bahagia.
Di tengah-tengah film,Kira teringat akan
kejadian tadi saat mengantri.Kedua pria yang bertengkar kemudian menjadikan Kira korban.
Tanpa sadar Kira celingak-celinguk.Matanya menyapu ruangan mencari sosok pria
berbadan tinggi tegap itu.
Viona yang menyadari akan hal itu menjadi ikutan celingak-celinguk walau tak tahu
mencari siapa.
"Kakak mencari siapa?"
"Hm?tidak.Hanya mencari tempat sampah"
"Nanti saja buangnya."Heran.Kenapa kakaknya bersikap aneh.
Kira juga heran mengapa ia mencari pria itu.
Tapi ketika dicari mereka tak ada.Mungkin hanya ingin memakan popcorn dan tidak menonton film.Fikirnya.Kenapa juga aku harus peduli.Melanjutkan menonton film.
Setelah film selesai,kedua gadis itu keluar dari
bioskop."Kau menikmati filmnya?"Tanya Kira.
"Tentu saja.Bagaimana dengan kakak?"Ucapnya dengan wajah ceria.
__ADS_1
"Sama.Filmnya sangat bagus"Mereka berjalan beberapa langkah.
"Ini yang kakak cari?"Tunjuk Viona pada tong sampah.
"Ah,ia.Ini yang kakak cari."Membuang sampah yang daritadi dipegangnya.Viona tersenyum heran.
"Sekarang kita kemana lagi?"
"Kau lapar?"Viona mengangguk."Bagaimana kalau kita makan?"
Mereka berdua pun turun lagi ke lantai bawah.Karena bioskop berada di lantai tiga.Di lantai dua,Kira melihat toko aksesoris.
"Pio,kesana dulu yuk.Sepertinya lucu-lucu"
"Kak,jangan menghabiskan uang.Aku sudah bahagia bersama kakak.Tidak usah memikirkan aku."Tolak Viona.
"Tidak apa-apa.Lagipula kapan lagi kita kesini?toh sebentar lagi juga kakak gajian.Ayolah"Menarik tangan adiknya yang masih mematung.
Ketika memasuki toko aksesoris tersebut,mereka disuguhkan dengan banyaknya aksesoris-aksesoris imut.Toko yang didominasikan warna merah muda tersebut,memanjakan siapapun mata yang datang kesana.
Mereka sedang memilih-milih.Hingga mata Kira tertuju pada benda kecil yang ada di salah satu rak.
dua gantungan kunci bergambar dua wanita yang sedang tersenyum lebar.Dipadukan dengan tulisan 'I'M PROMISE '.
"Ihh..lucu banget"Mengamati dua benda yang berada di tangan sang kakak.
"Beli yuk!"Dibalas anggukan Pio yang terpesona oleh benda kecil itu.
Kira mencari lagi untuk memastikan.Tak ada lagi benda seperti itu.Mungkin hanya tersisa dua lagi.
Baguslah,ia akan memakai benda couple itu dengan adiknya.
"Pio,sebelum kita beli ini.Bagaimana kalau kita membuat janji?"
"Bagaimana?"Viona tak mengerti.
"Kira berjanji tidak akan meninggalkan Viona Selamanya!i'm promise"Bersungguh-sungguh.
"Viona berjanji akan selalu di samping kak Kira.Selamanya i'm promise"Tersenyum.Kemudian keduanya berjalan menuju kasir untuk membayar.
Setelah itu mereka keluar dari toko.Benda kecil itu membuat mereka berdua semakin senang hari ini.Entah kenapa mereka sangat
__ADS_1
bahagia membeli kedua benda couple tersebut.
Kira dan Viona menuruni eskalator untuk
turun lagi menuju lantai dasar.
Sampailah mereka di lantai satu.Syurga makanan.Semua makanan tersedia disana.
Dari makanan lokal,mancanegara,makanan viral,dan masih banyak lagi.Harganya lebih mahal daripada jajanan kaki lima.Namun entah kenapa orang-orang sangat suka membeli makanan disitu.
Dua gadis itu tak berniat untuk masuk ke cafe
atau restorant mewah.Mereka lebih memilih jajanan yang berjajar dengan tulisan yang berbeda-beda.
Banyak yang tersedia di foodcourt disana.Namun perut mereka menginginkan burger.Sepertinya enak dimakan ditemani jus.
Saat mengantri,mata Kira berkeliling.Kemudian
berhenti pada dua sosok pria.Ah,pria yang satunya kan tak sengaja mencolok matanya.Kini mereka sedang berada di salah satu cafe mewah dengan dinding kaca yang transparan.Kali ini salah satu pria sedang tertawa terbahak-bahak.Namun pria yang satunya terlihat tak bersemangat.Mungkin
mereka masih bertengkar.
"Dek,coba lihat mereka"Menunjuk kedua pria
itu.
"Kenapa mereka kak?"
"Tadi yang satunya tak sengaja mencolok mata kakak.Niatnya ingin mendorong temannya karena kesal.Namun kakak di dorong oleh temannya.Karena kakak tingginya kurang sebahu dari laki-laki itu.Jadinya mata kakak yang tercolok. "Tertawa kecil.
"Dan anehnya,laki-laku itu meminta maaf dan memberikan uang juga menyuruh kakak ke dokter.Haha..lucu ya"
"Orang kaya memang begitu kak.Menurut mereka semua bisa diselesaikan oleh uang.Tapi kakak menerimanya?"
"Tidaklah.Untuk apa?hanya mata yang tercolok juga."Masih memperhatikan dua laki-laki tersebut.
Mereka sudah selesai makan.Kemudian beranjak pulang karena sangat lelah seharian mereka disana.Walaupun yang menghabiskan waktu keluar masuk toko.Membuat sangat lelah.
Kini semburat warna oranye telah menghiasi langit senja.Menandakan hari sudah petang.Kira melajukan motornya menuju pasar.Untuk membeli kebutuhan bahan makanan yang sudah habis.Bersama Juki dan Viona tentunya.
Dan begitulah akhir pekan Kira yang menyenangkan.Karena Kebahagiaan bukan dimana tempat dan bagaimana suasana di sekitar kita.Namun kebahagiaan adalah dengan siapa kita menikmatinya.
__ADS_1
Seperti Kira dan Viona.Kebahagian kecil yang tercipta namun menciptakan sejuta kenangan yang bisa dikenang di suatu hari nanti.
Bersambung...