
Saat sampai di rumah,Kira langsung memarkirkan Juki dan bergegas masuk.Pintu rumahnya belum dikunci.Saat masuk,Kira disuguhkan oleh gadis yang sedang tertidur pulas di atas kursi meja makan.Wajah yang begitu tenang dilihatnya.Membuat hati nyaman.
Kini Kira berjalan pelan agar tak membangunkan gadis itu.Duduk dihadapannya
dan memandang wajah yang pulas itu.
Membuat semua kelelahannya menguap begitu saja saat melihatnya."Pio,bangun dulu.Jangan tidur disini,nanti badanmu pegal"Mengguncang pelan tubuh Viona.Sedikit menggeliat pelan.Merasakan tubuhnya diguncang.
"Hoaamm.."Menguap,matanya merah menahan
kantuk.
"Kamu lapar?mau makan dulu?kakak tadi beli
soto."Viona hanya mengangguk.Sudah sangat
mengantuk.Namun ingin mengahargai sang
kakak yang telah membelikan untuknya.
"Aku ke kamar mandi sebentar kak"Merasakan
mules di perutnya.Mungkin tadi siang memakan makanan pedas.
Kira menghangatkan soto dengan cekatan.
Diliriknya jam dinding."Hampir tengah malam".Sangat pelan hingga hanya dirinya
yang mendengar.
Soto pun siap.Hangat,wanginya tercium sangat
enak.Kira duduk menunggu sang adik yang
daritadi belum terlihat.Memejamkan matanya sebentar sembari memijat
lengannya yang terasa pegal.Lelah dan penat
kembali menerpa tubuhnya.
Viona kembali dari kamar mandi.Duduk di kursi
depan kakaknya.Dilihatnya wanita hebat
yang selalu memprioritaskan dirinya tanpa
memikirkan dirinya sendiri.
Segala cara dilakukannya demi kesuksesan Viona.Beruntungnya aku memilikinya.Batin
Viona dan tanpa sadar menitikkan air mata.
Kira membuka matanya."Kamu kok gak
bangunin kakak si?"Viona tersentak
lalu mengapus air matanya cepat.
"Kamu kenapa?"Mengelus kepala Viona.
"Tidak ada"Ucapnya tersenyum."Mari makan,nanti dingin lagi"Ucapnya.
Mereka kemudian menyantap soto hangat
tersebut,memang sangat lezat.Setelah itu,selesailah makan malam mereka.
Kira membereskan mangkuk bekas soto.
"Istirahatlah!Kau pasti lelah"Ucap Kira dengan tangan yang sedang mencuci mangkuk.
"Aku akan menunggu kakak selesai"Masih memandang ke arah wanita yang sangat
ia sayangi itu."Toh besok juga aku libur kok"
__ADS_1
"Begadang tidak baik untuk kesehatan"Selesai menyusun mangkuk. Kemudian menghampiri adiknya.
"Besok kakak tidak kerja kan?"Kira mengangguk."Sudah lama ya kak kita tidak
jalan bersama"Sebuah kode yang tak mungkin
tak dimengerti Kira.
Kira menarik nafas"Maaf ya Pio,kakak terlalu
sibuk bekerja dan tidak memikirkanmu"menunduk karena merasa bersalah.
"Tidak masalah kak,aku senang hanya dengan
melihat senyum kakak"Ucapnya lirih.
"Bagaimana kalau besok kita pergi ke mall,
sudah lama tidak kita tengok."
"Sungguh?"Ucapnya senang.
"iya."Mengacak rambut Viona.
"Terima kasih kak,aku sayaaaaang kakak,"
"Kakak juga,cepatlah tidur.Matamu sudah
sangat merah"Viona menurut,berdiri dan berjalan menuju kamar.Satu langkah,berbalik,tersenyum.Selangkah,berbalik dan tersenyum begitulah ia.Hingga keningnya membentur tembok.Viona mengaduh dan Kira hanya menggeleng sembari tertawa.
"Kenapalah anak itu?"Masih melihat adiknya yang kemudian hilang di balik pintu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi datang kembali.Kini pagi yang datang lebih santai dari sepekan terakhir ini.Ya,hari ini hari minggu.Hari dimana semua orang merasakan Quality time bersama keluarga.
Hari ini Kira dan Viona akan mengahabiskan waktu berdua.Sudah lama ia tak merasakan kebersaaman itu.
Anehnya,malam tadi Kira tertidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan mimpi buruk
Kira terus saja didatangi mimpi itu
setiap malam.
Kira lega.Semoga saja mimpi itu lenyap
selamanya.Walaupun hadir perasaan heran mengapa mimpi itu pergi.
Kira tak memikirkan lagi hal itu.Masa bodoh lah.Ia harus bersenang-senang hari ini dengan Viona.
Seperti biasa Kira memasak sarapan.Kali ini ia memilih menu nasi hangat dan telur balado
untuk sarapan.Dibukanya isi kulkas.Kosong.Ia berniat pergi ke pasar untuk berbelanja
seusai pulang dari mall nanti.
.
.
.
Kini waktu menunjukkan pukul sembilan pagi,Kira dan Viona sudah siap dengan baju
casual mereka.Sangat sederhana namun terlihat cantik ketika mereka memakainya.
Seperti biasa,di temani Juki.Yang berbeda,kali ini ada orang ketiga diantara Juki dan Kira.
Viona memegang pinggang kecil Kira.Tertawa lepas bersama menikmati kerinduan mereka masing-masing.Persetan dengan orang-orang yang terganggu.
Ini adalah hari kita.Tidak ada yang boleh menggangu.
Menikmati sejuknya udara ibukota di pagi hari.
__ADS_1
Walau tak sesejuk udara di kampung yang belum tercemari oleh polusi.
Tapi terasa nyaman ketika berada di sisi orang
yang sangat berharga dalam hidup kita.
Sampailah mereka di depan bangunan besar itu.
Tempat semua orang berada disana.Tempat menghabiskan akhir pekan.Bahkan di hari biasa mungkin mereka juga sering berkunjung kesini.
Tapi tidak dengan dua gadis yang baru sampai disana.Mereka berjalan sambil menggenggam erat tangan masing-masing di tengah-tengah ramainya orang yang berlalu lalang.
"Kemana dulu kita kak?"bingung melihat toko yang berjajar di lantai dasar tersebut.
"Jangan makan dulu,ke lantai atas yuk"Menarik lagi Viona yang hanya menurut.
Mereka meninggalkan pusat makanan yang berada di lantai bawah itu.Kemudian naik ke lantai dua.
Melihat toko sepatu dengan merk ternama,Viona menarik Kira ke dalam toko tersebut.Dilihatnya ribuan sepatu berjajar rapi di toko itu.
Melihat-lihat namun tidak ada sedikitpun
niat untuk membeli sepatu yang sangat
mahal bagi mereka.Melirik harganya saja sudah membuatnya menelan ludah.
Setelah selesai melihat-lihat,mereka keluar dari toko tersebut.
Beralih ke toko di sebelahnya yang merupakan butik wanita.
Seperti itulah mereka menghabiskan waktu
di mall.Hanya berlarian keluar kemudian masuk ke toko lain lagi tanpa membawa barang apapun yang dibeli.Hanya untuk mencuci mata.Menghilangkan rasa penat selama sepekan ini.
Walaupun kerjaannya hanya keluar masuk toko,
namun mereka berdua sangat bahagia.Menghabiskan waktu bersama.Tertawa lepas dan berfoto-foto ria untuk sekedar dijadikan kenang-kenangan.
Setelah lelah berlarian keluar masuk toko,
Mereka duduk sebentar di kursi yang tersedia
disana.
"Pio,nonton yuk,sudah lama sekali ya tak ke bioskop.Kakak sampai tak ingat kapan terakhir kita ke tempat begitu"
"Memangnya kakak punya uang?sudahlah simpan saja untuk kebutuhan"Menolak halus tawaran sang kakak.
"Sudah tidak apa-apa,hari ini kita harus bersenang-senang.Kakak juga bawa uang lebih"Menarik tangan Viona agar mengikutinya.
Setelah memutuskan film yang akan mereka pilih,mereka berdua pun mengantri untuk mendapatkan popcorn beserta cola.
Di sela-sela mengantri...Mereka mendengar orang yang sedang bertengkar di depannya.Dua pria tinggi itu mengoceh terus sedari tadi.
"Terserah aku lah!"
"Sudahlah,kamu tidak ada hak mencampuri urusanku!"
"Baiklah,aku juga tidak mau ikut campur soal percintaanmu yang alay itu."Kira bisa mendengar dengan jelas perang adu mulut tersebut.
Tiba-tiba,Kira di dorong ke depan oleh salah satu laki-laki itu.Menjadikan tubuh kecilnya sebagai perlindungan ketika terjadi sesuatu.
"Kau ini!!"Pria yang tadi beradu mulut dengan pria yang mendorongnya berbalik dan tidak sengaja mencolok mata kira dengan telunjuknya.Niatnya ingin mendorong pria di belakangnya dengan telunjuk.Namun pria itu malah menyolok mata Kira yang tingginya kurang dari sebahu di badannya.
kemudian pria itu diam mematung memperhatikan Kira yang mengucek matanya yang tercolok."Maaf dek.Aku tidak sengaja.Ini kau periksakan matamu ke dokter!"ucapnya menyodorkan uang beberapa lembar dari dompet miliknya.
"Haha..tidak usah berlebihan.Tidak apa-apa kok"tersenyum namun masih mengucek matanya yang terasa perih."Silahkan kak,aku tidak mau menyela antrian"Kembali ke posisinya di belakang pria berbadan gagah tersebut.
"Kamu sih,untung adiknya baik."Ucap pria di depan Kira.Mungkin ia menyangka bahwa Kira masih sangat muda.
"Masa bodoh!!"Ucap pria satunya ketus.
Bersambung!!!
__ADS_1
Akhir pekan manis Kira dan Viona belum berakhir.Tapi sebelum lanjut...
Kalian harus meninggalkan jejak dulu!!!terima kasih❤