
Pagi baru kembali datang..
Rasa dingin menyeruak ke dalam tubuh Kira.
"Mimpi itu lagi"Ujarnya mengusap peluh di keningnya,ia begitu panik karena mimpi itu.
Kini Kira bangun lebih awal daripada sang adik.
Entah jam berapa ia tidur semalam.Karena terus terbangun oleh mimpi yang sama.
Kini ia memijat pundaknya yang terasa sangat pegal.Ingin sekali ia tidur lagi menghilangkan
rasa lelahnya.Namun sang waktu yang tak pernah berpihak itu
tak akan pernah berhenti.Ia terus berputar cepat.
Kira pun memaksakan diri untuk bangun dan
menyiapkan sarapan.Sudah lama adiknya tak sarapan dirumah.
Karena Kira selalu bangun siang beberapa waktu ini.
Dengan cekatan ia memasak menu sarapannya
pagi ni.
Nasi goreng telur ceplok.Begitu sederhana tapi
adiknya tak pernah bosan menyantap menu itu.
Kira pergi ke kamar Viona.Orang yang membuatnya semangat selama ini.Orang yang
selalu ia ingat ketika cobaan hidup yang begitu
berat menerpanya.
Tak ada lagi orang yang ia fikirkan selain
kebahagiaan adik semata wayangnya itu.
"Pioo..bangun,Sholat subuh lalu bersiap..cepat!"
Adiknya sedikit menggeliat.
"Kakak siapin nasi goreng telur tuh"
__ADS_1
Belum mau bangun juga,
"punya kamu telurnya dua"Membisikkan ke telinga gadis itu.Lalu Kira berlari.
Sudah ia duga,gadis SMU itu langsung pergi ke
kamar mandi dan sholat subuh.
"Sebaiknya aku bersiap duluan"Pergi ke kamar dan keluar dari kamar dengan handuk di pundaknya.
Selesai mandi dan bersiap,Kira pun menunggu adiknya yang sedang bersiap juga.
"Kak,hari ini aku main sama temen-temen gak apa-apa?"Melirik kakaknya.Kira hanya terdiam
memandang adiknya.Sudah Viona duga kakaknya akan begitu.Ia pun tertunduk.
"Haha..iya,pergi aja.Tapi jangan sampai pulang malam!"Adiknya yang mendengar itu langsung mendongak dengan wajah sumringah.
"Beneran kak?"Kira mengangguk.
"Makanlah!!"
"Siap boss!!wihh mantaap..nasi goreng buatan kakak.I miss youuu"Langsung berdoa kemudian menyantap sarapannya dengan lahap.
Setelah selesai sarapan,Viona pamit kepada kakaknya.Kira memberikan bekal lebih karena
Viona akan pergi dengan teman-temannya.
Kini tersisa Kira sendiri.Ia membereskan bekas
sarapan.Mencuci piring dan menyusunnya di rak dengan cepat.
Kemudian ia pergi bekerja mengendarai motor
scoopy kesayangannya yang ia namakan
Juki.
Motor yang ia beli dari hasil keringatnya selama
ini.Motor berukuran mini berwarna putih itu adalah cinta keduanya setelah sang adik saat ini.
Kira membelah jalanan kota yang ramai dengan
para pengendara lainnya.Yang sepertinya tak pernah sepi siang maupun malam.
__ADS_1
Menyusuri jalan ditemani Juki.Melihat gedung-gedung pencakar langit yang berjajar sepanjang jalan.Semuanya menjulang tinggi
menghiasi keindahan ibukota.
Beberapa kali Kira berhenti karena terhalang kemacetan.Bukan Jakarta namanya kalau tidak
macet.
Setelah kurang lebih setengah jam perjalanan.Kira dan Juki sampai di tempat yang di tuju.
Tak seperti kemarin,kini pintu tak dihalangi oleh
singa betina.Karena Kira datang lebih awal.Dilihatnya mbak pen yang sedang mengobrol dari luar.Kaca cafe itu memang transparan,jadi semuanya bisa dilihat dengan jelas dari luar.Maupun dalam.
"Ciaaa..sini duduk!!"Ucap Fenny.
"Sama siapa ke sini?" Tanya Laras rekan kerjanya juga.
"Pacarlah!!"Sambil tersenyum bangga kemudian melangkah menuju ruang ganti.
Sudah mereka duga,Kira pasti menjawab begitu.Yang ia maksud pacar adalah Juki.Karena hanya Jukilah laki-laki yang setia
menemani Kira selama ini.
Semuanya tertawa melihat sang rekan kerjanya.Senang sekali mereka menjahili Kira.
Karena memang,dari semua pelayan cafe disana.Kiralah yang usianya paling muda.
Pelanggan pertama datang.Dua orang pria yang sepertinya akan meeting di cafe itu sembari sarapan.
Kira menghampiri.Dia belum kenal dua pria paruh baya itu.Sepertinya pertama kali kemari.Fikirnya.
"Permisi pak,silahkan di lihat dulu menunya" tersenyum ramah seperti biasa.
"Terima kasih dek"Tidak lama,salah satu dari pria tersebut bicara lagi"Saya pesan kaserol nasi
ayamnya dua, juga coffe matchanya ya dek"Membalas senyuman Kira.
"Baik,tunggu sebentar ya pak"Setelah menuliskan pesanan dan tersenyum,Kira beranjak pergi ke dapur.
Begitulah hari-hari Kira dimulai hingga waktunya pulang tiba.Melayani pelanggan dengan senyuman manisnya.Membuat pelanggan yang sedang lelah ataupun lesu merasa tenang melihat senyum itu.
Berambung.....
Senyummu membuatku selalu merindukanmu Kira-Azzar.
__ADS_1