RINDU!

RINDU!
Masa lalu Akira(Part 1)


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Kira bekerja menjadi penyiar.Semuanya berjalan baik sampai saat ini.Selama seminggu ini juga,Kira atau lebih tepatnya nama Rindu menjadi perbincangan hangat di media sosial.


Banyak nasihat-nasihat Rindu di re-upload disana.Dengan tagar Rindu tertera disana.Kira yang jarang bahkan tak pernah lagi main media sosial,jadi ia tak tahu.Namun,Viona yang memberi tahunya.Bahwa teman-teman di sekolahnya sangat menyukai Rindu.


"Kamu jangan sekali-sekali membongkar bahwa Rindu itu kakak ya Pio!"


"Siap kak Rindu,rahasiamu aman bersamaku"Bahkan,Viona pun menjadikan Rindu sebagai idolanya.Mendengar hal itu,Kira merasa senang,walaupun bukan nama Akira yang menjadi viral,melainkan nama Rindu.


Tapi,itu tak masalah baginya.Karena,kalau ia memakai nama asli,bisa malu.Bahkan,rekan-rekan kerjanya pun kini menyempatkan diri mendengarkan radio bintang untuk mengikuti trend.


"Wih,benar lho Cia.Rindu itu memang pantas menjadi viral,nasihat-nasihatnya,juga pembawaannya membuat kita larut dalam suasana.Tapi menurutku,suaranya imut.Sama denganmu Cia!Makanya,kamu coba dengarkan deh!seperti namanya,dia membuat rindu.Bahkan sekarang aku juga ingin cepat-cepat mendengarnya"Mengoceh panjang lebar.


"Ia deh mba,nanti aku coba dengarkan"Haha..itu memang aku mba.Membuat rindu seperti namanya?hihi..aku geli mendengarnya.


Jadwal shifnya di cafe,diubah.Kira seminggu ini pulang jam tiga.Bosnya sendiri yang menyuruhnya.Katanya bonus,tapi gajinya juga tidak akan dikurangi.Bonus katanya?kenapa bonus terus?Tapi,apa aku tidak dibilang serakah jika menerima tawaran ini?

__ADS_1


Karena bosnya yang memaksa,apalah daya.Ucapannya seperti hukum yang harus semua orang turuti.


Kini ia berjalan pulang.Berjalan kaki,karena motornya dipinjam Viona.Katanya,ia akan kerja kelompok.Dan rumah temannya agak jauh.


Kini Kira berjalan di trotoar.Bersamaan dengan mobil motor yang seperti tiada henti.


"Kalau dirasa-rasa,pekerjaanku sangat melelahkan ya.ih,belajarlah bersyukur Kira!Banyak diluar sana orang yang menganggur karena susah mencari kerja.Ohya,besok kan aku gajian.Ah,semangat sekali hanya dengan mengingatnya"Berbicara pada diri sendiri.Tali sepatunya lepas.Kemudian ia berjongkok untuk membenarkan.


Tapi,ada pria yang mungkin tak melihatnya hingga menabraknya.Kira mengaduh"Ah,maaf dik.Saya tidak sengaja.Saya buru-buru."Kira mendongak.Ia terkejut melihat wajah pria yang menabraknya.Mirip sekali dengan Aarav.Namun,pria itu kembali berjalan meninggalkan Kira.


Kira berdiri,memperhatikan punggung pria itu yang semakin menjauh.Apa itu kak Aarav?Ahh!tidak mungkin Kira.Kau hanya berhalusinasi.


"Halo?"


"Hallo kak,Pio boleh minta tolong belikan tissue?Apa perlu Pio jemput kakak?"

__ADS_1


"Tidak usah jemput,nanti kakak belikan tissuenya ya"


"Baiklah,terima kasih kak"Menutup telfon.


Mata Kira berkeliling.Mencari minimarket.Tidak ada di sekitar sini.Berjalan beberapa langkah lagi.Melihat minimarket di sebrang jalan.Kemudian menyebrang.


Kira masuk ke dalam minimarket."Selamat datang!"Ucap laki-laki di belakang kasir.


Kira tersenyum kemudian mencari rak yang menyediakan tissue.Saat ia sedang mencari-cari,ada seseorang yang menepuk bahunya.


"Dik,boleh geser sedikit?"Kira menoleh


"Oiya bu sil.."Kira terkejut hingga tak sengaja menjatuhkan tissuenya.


"Kamu!?"Ucap wanita yang begitu Kira kenal"Berani-beraninya kamu masih muncul di depan wajah saya!!saya kan sudah bilang,jangan pernah muncul lagi di hadapan saya.Pergi jauh-jauh!!saya muak melihat mukamu"Semua orang menoleh mendengar teriakan wanita paruh baya itu.Kira hanya bisa menunduk."Pergi kamu dari hadapan saya,cepat.Kamu telah membuat anak saya kehilangan nyawanya,kamu tahu itu?hah??"Menjambak rambut Kira.Kira hanya meringis dan berusaha melepaskan rambut dari genggaman ibu itu.

__ADS_1


Seseorang yang mendengar keributan dari luar,segera masuk."Bun,bunda apa-apaan bun?"Membantu Kira melepaskan rambutnya"Kira??kamu sebaiknya cepat pergi dari sini Kira"Kira menurut dan segera berlari,namun sebelum ia membuka pintu minimarket,Kira menoleh sebentar kemudian keluar.


Bersambung...


__ADS_2