RINDU!

RINDU!
Mulai terbiasa


__ADS_3

Kira Sedang disibukkan dengan pelanggan.Hari ini pelanggan lebih banyak.Karena ini waktu makan siang,jadi para pekerja makan di cafe itu.Kira sangat sibuk,namun tiba-tiba Andri memberitahukan bahwa ia dipanggil oleh bu bos.Ia sudah bertanya pada Andri.Namun Andri pun tak tahu alasannya apa.


Ada apa ini.Apa aku membuat kesalahan.Tadi aku tidak datang terlambat,pelanggan juga tidak ada yang komplain,ada apa ini?.Pertanyaan bermunculan di otaknya.Bersamaan dengan dadanya yang berdegup kencang.


Kini Kira sudah berada di depan pintu ruangan.Ia mengambil nafas sejenak,sebelum memasuki ruangan tersebut.Ruangan yang ditakuti para pekerja.Dan kini,Kira akan masuk tanpa tahu apa kesalahannya.


Sudahlah Kira.Cepat masuk,tak ada gunanya kamu diam disini.Kira mengetuk pintu.Suara wanita itu terdengar mengucapkan "masuk".


Kira berjalan dengan hati-hati.Menarik bibirnya untuk tersenyum.Walaupun dadanya bergemuruh bagai ombak di lautan.


"Duduk,Kira"Wanita itu tersenyum.Namun senyumannya malah menakutkan bagi Kira.


Kira duduk.Tubuhnya bergetar.Namun ia berusaha menguasai dirinya agar tak membuat bosnya semakin marah.


"Jangan tegang gitu dong..Saya manggil kamu cuma mau nyuruh kamu pulang"Ucap wanita yang bernama Eliza itu.


"Kenapa bu?"Hah,ada apa ini.Apa aku di pecat?.Ya tuhan,apa salahku?"A-apa saya melakukan kesalahan bu?"


"Tidak Kira,saya akhir-akhir ini melihat kerjamu sangat baik.Jadi,anggap saja ini bonus untuk kerja keras kamu.Cepat keluar dan pulang.Sebelum saya berubah fikiran"Belum apa-apa sudah mengancam.


"Baik bu,terima kasih. "Membungkuk dan tak lupa,senyum otomatis.Lalu beranjak pergi dari kandang harimau itu.


Tak Kira sangka,para karyawan lainnya menunggu Kira sedari tadi dengan wajah panik.Termasuk mbak Pen,pada saat Kira keluar,mbak Pen langsung menyerbu dengan pertanyaan.


"Tidak papa kok,mbak.Aku hanya disuruh pulang.Aku pulang dulu ya semua.Takut bos berubah fikiran"Mengulang kata-kata bu Eliza tadi.Kemudian berlalu ke ruang ganti.


Mereka yang menunggu Kira panik,kini berubah menjadi heran.Apa Kira dipecat?.Mereka tenggelam dalam lamunan masing-masing.Tapi kenapa Kira terlihat baik-baik saja.Berperang dengan fikiran mereka.


...----------------...


Kira sudah selesai mandi sejak tadi,ia menunggu adiknya yang tentu saja belum pulang.Toh ini baru jam satu.Kira sedang sibuk di dapur.Menyiapkan makanan untuk dirinya dan Viona.


Ia memasak sup ayam untuk menunya.Kebetulan juga ada persediaan ayam di kulkas.Kira memasak dengan cepat dan telaten."Siap!"


Harum semerbak tercium,bau khas sup sangat menyengat di hidung.Membuat yang menciumnya keroncongan.

__ADS_1


Kira mengangkat kedua tangannya meregangkan otot-ototnya."Ah,membosankan sekali."Kira berjalan menuju lemari kaca yang ada disana.Meski sudah lama tak ada yang menyentuhnya,namun barang-barang di sana tak ada yang berdebu.Viona memang sering beres-beres rumah.Anak itu memang selalu teliti dalam hal apapun,dalam hal-hal kecil sekalipun.


Bahkan,dalam hal bersih-bersih rumah.Lama sekali jika membereskan sesuatu.


Harus bersih sampai tak ada debu yang terlihat sedikitpun.


Kira mengambil buku yang ada disana.Ia mengambil buku berjudul 'Tak akan kembali'.Novel kenangan dirinya dengan laki-laki itu.


Suara ketukan di pintu membuat Kira mengembalikan lagi buku itu.Buru-buru duduk.


"Assalamualaikum,kak.Pio datang!."


"Waalaikumsalam.Ih,kenapa kamu tau kakak sudah pulang?.Kan kakak mau buat Surprise!"


"Yaiyalah,orang Juki ada di depan.Gimana aku tidak tau coba?"Ikut duduk di hadapan Kira.


"Hihi.Iya juga ya.."


"Tapi kenapa kakak pulang cepat?"Hendak mengambil Tempe goreng.Namun tangan Kira memukulnya.


"Baiklah.Baiklah.."Menurut dan pergi ke kamarnya.


Mereka sudah selesai makan,Kira juga kini sedang bersantai selepas mencuci piring.


"Kak,tahu tidak.Tadi Hana ditembak sama kakak kelas."Sudah lama sekali Viona tidak curhat tentang di sekolahnya.Kira diam mendengarkan.Ia juga rindu dengan cerita-cerita Viona.


"Lantas,bagaimana?"


"Diterima.Semua orang yang ada disana menyoraki mereka."


"Ohya?.tapi kamu tahu kan,kalau kakak tak mengizinkan kamu berpacaran?"Viona mengangguk."Bagus"mengacak rambut Viona.Kemudian melirik jam dinding,sudah jam setengah tiga."Kakak mandi dulu ya.Takut terlambat."Kemudian pergi berlalu.


"Baiklah.Aku akan memendamnya sendiri.Aku sudah menebaknya,kakak akan bicara begitu."Setelah itu berjalan ke kamarnya.


Setelah pamit pada Viona,Kira memanasi motornya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Semangat ya kak.Aku bakalan dengerin kakakku yang cantik ini."Mengepalkan kedua tangan menyemangati.


"Terima kasih nona Viona"Tersenyum lebar.


......................


Kira telah sampai si depan gedung bertuliskan'Radio bintang'.Tak kusangka sebesar ini.Membatin kemudian berjalan masuk.


Kira melihat Satria sedang duduk di sana bersama beberapa orang."Permisi"Ucapnya sopan.


"Kira!"Semua orang memandang Kira.Kira semakin tersipu malu.Satria berjalan menghampirinya,kemudian menggenggam tangannya.Membawanya untuk duduk.


"Kalian keluarlah dulu,aku akan melatih dulu nona manis ini."Semuanya menurut.Kini hanya mereka berdua di ruangan itu.


"Baiklah.Aku harus melatihmu darimana ya?"Kemudian,Satria melatih Kira dari mulai berbicara,penuturan kata,dan lainnya.


Kira belajar dengan sungguh-sungguh.Hingga saat ia berlatih,Satria langsung puas dengan hasilnya.


"Kan,sudah ku duga.Kau memang berbakat dalam segala hal"Tak lama,ada orang masuk.


"Sat,bersiaplah.Sebentar lagi!"Tersenyum pada Kira kemudian keluar lagi.


"Apa mereka sudah tahu kak.Kalau aku pengganti rekan kerja kakak?"


"Tentu saja.Jangan takut,mereka baik.Skill kamu juga lebih bagus daripada rekan kerjaku sebelumnya."Bersungguh-sungguh.


"Kak,aku boleh meminta sesuatu"Satria tersenyum menandakan iya."Apa aku boleh mengganti namaku menjadi Rindu?.Aku malu kalau ada temanku yang tahu bahwa aku menjadi penyiar radio terkenal seperti ini."


"Rindu?tentu saja boleh.Nama yang indah.Ayo ke studio,kita sudah harus mulai."Menarik tangan Kira.Namun Kira menahannya"Kenapa lagi?"


"Aku gugup"Satria malah tersenyum.Ia menakup kepala Kira dengan kedua tangannya.


"Jangan gugup.Aku disini,toh tidak ada yang bisa melihatmu.Nanti juga kamu mulai terbiasa Oke?"Kira yang terkejut dengan sikap Satria,Hanya mengangguk.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2