
Hari ini,sepulangnya dari cafe,Kira berniat untuk pergi ke rumah pak Iwan.Pemilik perpustakaan tempat ia bekerja.Setelah berfikir semalaman,Kira memutuskan untuk pergi ke rumah pak Iwan menyampaikan keputusannya.
Kesalnya,semalam mimpi itu kembali datang.Dia kira,mimpi itu tak akan datang lagi.Tapi sayang,mimpi itu masih kembali.
Kini Kira sudah ada di depan pintu rumah pak
Iwan.Ragu untuk mengetuk pintu.Tapi tak urung mengetuknya juga.
Seorang wanita paruh baya keluar.
"Lho,Kira.Kenapa kemari nak?mari masuk."Itu bu Mira.Istri pak Iwan yang sudah sangat mengenal dirinya.
"Ia bu"Duduk di kursi yang berada di ruang tamu."Pak Iwannya ada bu?"
"Ada.Sebentar ibu panggilkan.Ibu ambilkan minum ya"Berjalan menuju sebuah ruangan.Tak tahu ruangan apa.Ia hanya menyapu ruangan melihat isi rumah yang sederhana,namun begitu nyaman.Foto-foto keluarga terpajang di dindingnya.Keluarga bahagia.Batin Kira.
Tak lama,pak Iwan muncul diikuti bu Mira yang membawa nampan di tangannya.Pak Iwan hanya mengenakan kaos oblong dan sarung.Yang membuat perut buncitnya terpampang jelas.
"Ada apa nak?Kamu aneh sekali.Kemarin izin tidak bekerja,sekarang datang ke rumah bapak.Apa ada masalah?"
"Ah,tidak kok pak.Semuanya berjalan baik.Hanya saja.."Ucapannya menggantung.Dilihatnya suami istri itu masih menunggu ucapan selanjutnya."Hanya saja,saya mendapat pekerjaan baru."
"Jadi kamu berniat mengundurkan diri?"Terlihat gurat kekecewaan di wajahnya.
"Tidak pak,begini.Kira masih ingin bekerja.Tapi,hanya hari sabtu dan minggu saja.Maaf Kira lancang."Menunduk merasa bersalah.
"Iya,tak apa-apa.Bapak senang kamu masih mau bekerja disana.Biarkan hari-hari lainnya kita biarkan tutup.Agar mereka rindu sama kamu dan ramai pada hari sabtu dan minggu."Ucapnya bersungguh-sungguh.
"Sungguh pak?"Sumringah seperti anak kecil yang hendak di belikan mainan.Pak Iwan pun mengangguk.
__ADS_1
"Tapi memang kamu tidak lelah melakukan semua pekerjaan itu nak?"Kini bu Mira yang bertanya.
"Lelah pasti ada bu.Tapi jika kita melakukannya dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh,pasti akan terasa menyenangkan"Ucapnya dengan tersenyum ceria seperti biasanya.
Mereka pun mengobrol melebar kemana-mana.Semuanya diceritakan.Walaupun dari sekian banyaknya cerita mereka tak banyak yang dimengerti Kira, namun Kira senang karena bisa tertawa bersama mereka.Mengurangi sedikit kerinduan pada orang tuanya.Kenapa mereka sangat baik.Begitu batin Kira.
Saking senangnya bercerita,mereka tak sadar jika diluar menunjukan bahwa hari sudah petang.Kira pun hendak pamit.
"Sudahlah.Kamu tidak usah kerja hari ini."
"Lha,tidak bisa begitu dong pak,kemarin saya bolos.Masa hari ini bolos lagi?"Protes.
"Tidak papa.Anggap saja ini bonus karena kamu sudah menyenangkan hati kami"Kali ini bu Mira yang menjawab.
"Terima kasih bu.Saya pamit dulu."Mencium tangan kedua paruh baya tersebut.Mereka senang dengan kehadiran Kira.Karena selama ini,mereka juga kesepian.
Karena anak pertama mereka sudah menikah,sedangkan yang lainnya kuliah di luar kota.
Kini Kira sudah selesai mandi.Ia menunggu Viona yang belum pulang sedari tadi.Ia berniat menelpon Satria untuk mengatakan bahwa ia menerima penawarannya.
Namun ia masih ragu.Setelah menarik nafas,Kira memutuskan untuk menekan nomor tersebut.
Nada tunggu membuat jantungnya berdebar.Hingga suara Satria pun membuatnya tersentak.
"Hallo"Ucap dari sebrang.
"Ah,maaf kak.Tadi aku melamun."
"Aku tebak,kamu bakal nerima tawaran aku kan?"
__ADS_1
"Ia kak,aku bersedia bekerja dengan kakak.Tapi aku juga butuh bimbingan dari kakak."
"Benarkah?.Tenang saja,tinggal dibimbing sedikit saja pasti sudah mahir dalam berbicara".
"Ia kak,terima kasih"
"Kamu bisa datang besok jam tiga sore.Siarannya kan jam empat,jadi aku bisa mengajarimu sebentar.Kamu bisa izin ke bosmu kan?"
"Iya kak.Aku usahakan.Tapi lokasinya dimana?"
"Di alamat yang tertera di kartu namaku!"
"Baik kak.Aku tutup dulu ya"Bergegas menutup telfon karena mendengar suara adiknya.Bisa ramai kalau adiknya tahu dia telfonan dengan idolanya.
"Oke.Aku tunggu besok nona"
Telfon terputus.Bersamaan dengan itu,Viona membuka pintu.
"Kak,bagaimana?kakak sudah bicara sama pak Iwan?"Kira mengangguk."Terus dia setuju?"Mengangguk lagi."Kakak udah nelfon kak Satria?"Mengangguk lagi."Ih..manggut-manggut mulu!"Bahkan Kira mengangguk lagi,kali ini sambil tertawa."Yeaayy..gak sabar dengar suara kakak di radio.Nanti aku pamerkan ke teman-teman ahh"
"hisstt..anak ini!"Mengacak rambut Viona.
...Di tempat lain......
"Bun,besok kasih izin Kira pulang jam tiga ya?"
"Iya,ganteng.Demi kamu apasih yang enggak"Tersenyum pada anaknya.
Bersambung...
__ADS_1
Siapa yang masih suka dengerin radio??>_<