RINDU!

RINDU!
Orang asing


__ADS_3

Kini waktu menunjukkan pukul 16.30 sore,Kira berada di perpustakaan.Ia pulang lebih awal dari cafe,karena hari sabtu perpustakaan dua kali lipat lebih ramai dari


biasanya.


Tak lama kemudian,banyak orang memasuki


perpustakaan yang cukup besar tersebut.


Ada yang menghampiri Kira.Ririn namanya..


"kak,aku mau balikin buku".


Setelah mencap kartu pengembalian,Kira menyimpan buku itu di meja.


"Kak,Adit kemarin kemari?"


"Nggak liat tuh"


"Terus kapan dia datang?"


"Sekarang!"Tersenyum pada orang di belakang


Ririn."Ririn,kamu menghalangi!"


Ririn menoleh ke belakang dan terkejut melihat


orang yang dirindukannya."Kakak kenapa gak


ngasih kode sih?"melotot dan berbicara tanpa suara pada Kira.


Kira hanya tersenyum melihat dua insan yang


sedang dilanda asmara tersebut.Ikut senang melihatnya.Melihat orang yang mencintai juga


dicintai.


Tapi dirinya..halah..sudahlah,untuk apa memikirkan cinta saat ini.Melihat adiknya tersenyum senang saja sudah menjadi kebahagiaan sejati baginya.


Tak ada waktu lagi untuk sekedar merasakan jatuh cinta.Setiap hari hanya bekerja,bekerja dan bekerja.Dari siang sampai malam terus saja begitu.


Bagaimana mau mengingatkan orang lain makan seperti pasangan lainnya,sementara


dirinya sendiri saja sering lupa makan hingga


terkena maag.


Kejadian itu kembali berlarian di fikiran Kira,membuatnya kembali pada hari itu.


"Aku gak mau kehilangan kakak"Mendongak melihat pria yang sedang memeluknya.


"Kehilangan adalah hal yang biasa..


Tapi percayalah,aku akan selalu menyayangimu Akira!.Walaupun tak selamanya Tuhan membiarkanku berada disisimu"


"Kakak kenapa sih?kok ngomong gitu?"


"hah?"Terkejut."Gak tau,aku kenapa ya.Heran aku juga".


Kira kembali ke hari dimana ia terakhir bertemu

__ADS_1


dengan lelaki itu.Lelaki yang ia rindukan pelukan menghangatkannya itu.Tiba-tiba kesadarannya kembali saat ada pengunjung yang hendak mengembalikan buku.


"Ra,kamu ngelamunin apa sih?"Tanya orang itu


ramah sepertinya pengunjung langganan.


"ah..maaf kak,tadi aku melamun..ada yang bisa


aku bantu?"Ucapnya.Kemudian ingatan tadi menguap beterbangan menembus atap perpustakaan.


Hari semakin larut,kini sudah waktunya Kira menutup toko.Setelah menutup pintu toko dan


memastikannya sudah terkunci rapi,Kira pun


menghampiri Juki.Duduk diatasnya namun tak


menyalakannya.


Dia malah merogoh tasnya mencari ponsel.Setelah dapat,Kira langsung menekan nomor yang begitu ia kenal.Tak lama,suara tunggu panggilan terdengar.Kemudian terdengarlah seseorang mengucapkan "halo"


"pio,kamu sudah pulang?"


"Sudah kak"dari sang lawan bicara.


"Sudah makan malam?"


"Belum kak"


"Kamu ini kebiasaan!,baiklah.Nanti makan malam sama-sama yaa..kakak tutup dulu"


"Baik kak"


Telepon pun terputus,memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.Memakai helm dan langsung tancap gas.


dimana para pedagang kaki lima berjualan.


Begitu banyak gerobak dengan berbagai tulisan.Semuanya berjajar,dari mulai pedagang


martabak,kebab,pecel lele dan masih banyak lagi.Tapi Kira berniat untuk membeli soto.Sangat enak di makan hangat-hangat bersama orang yang paling ia sayangi.


Kira berhenti di depan gerobak bertuliskan"Soto mamang Tukiman"soto langganannya.Dengan membayangkannya saja sudah sangat sedap.


"Mang,apa kabar?"Senyum manis kembali muncul di bibir mungilnya.


Yang ditanya masih diam memperhatikan.Mungkin mengingat-ingat.Karena sudah lama ia tak membeli soto disana.


"Aaahh..neng Kira?maap atuh nya,si mamang teh udah pikun,maklumlah sudah tua"Tertawa kecil.Namun tak menjawab pertanyaan Kira.


"Iya mang,Kira juga sudah lama gak kesini."Dengan dibumbui senyuman tentunya.


"Sok atuh neng,mau pesen berapa?


"Dua porsi ya mang,dibungkus"


"Siap,siap.Kela sakedap nya.Sok atuh duduk dulu"Menarik kursi plastik untuk Kira duduki.


"Makasih mang!"


Pelanggan lain di sebelahnya,tersenyum melihat wajah cantik Kira.Kira juga membalas senyumannya.

__ADS_1


Setelah soto siap,Kira membayar dan pamit pulang pada mang Iman.Ia pun melajukan lagi motornya ke arah pulang.


Kira melihat taman disana.Ramai orang berpacaran.Ahh..iya.Dia baru ingat kalau ini malam minggu,malam dimana pasangan akan berkencan.Menikmati keindahan malam ibukota.


Entah kenapa Kira membelokkan motornya ke parkiran taman tanpa sadar.Kemudian ia turun dan duduk di kursi taman yang tersedia di sana.Beberapa pasangan duduk di tengah-tengah dirinya.Mungkin hanya aku yang sendiri.Batinnya.


Kemudian ia memandang pasangan yang sedang saling menyuapi siomay satu sama lain.Terlihat aura kebahagiaan dari wajah sang perempuan.Merasa dicintai itu memang sangat membahagiakan.


"Hahh..membosankan".Menopang dagunya dengan tangan."Apa seperti ini orang-orang menghabiskan malam minggu mereka?"


Tanyanya pada diri sendiri."Hahh..apa peduliku?"


Kini mata Kira kembali memandang pasangan tersebut.Namun tidak dengan fikirannya.Sudah berlarian entah kemana.Hingga tersadar ada yang menyapanya.


"Kamu Kira?"ucap pria tersebut membuyarkan


lamunan Kira.


"Aku kak?"menunjuk dirinya sendiri.


"Iya,kamu Kira?"Mengulang lagi pertanyaannya karena tak dijawab.Kemudian Kira mengangguk.


Tiba-tiba laki-laki tersebut duduk membuat Kira bergeser karena takut.


"Jangan takut,aku bukan orang jahat.Temanku pernah mengajakku ke cafemu"


"Itu bukan cafeku kak"


"Iya,tempatmu bekerja.Temanku sering kesana,bahkan menjadi langganan.Katanya kamu ramah dan baik.Tapi ternyata kamu juga cantik"


"haha..terimakasih"


"Oiya,kenalkan namaku Satria"Mengulurkan tangannya.


"Aku Kira"Membalas uluran tangan tersebut.


"Sama siapa kesini?"Tanya pria bernama Satria itu.


"Pacar"dibumbui sedikit tawa.


"Aku kira belum punya pacar"terdengar samar-samar.


"Kenapa kak?"Tanya Kira.


"ahh..tidak,mana pacarmu?"Mencari-cari seseorang.


"Di parkiran"


"Kenapa ditinggal?"


Hanya dibalas senyum oleh gadis itu.


"Ehh sudah malam ya?Aku harus pergi kak,adikku menunggu di rumah"Berdiri.


"Oh..baiklah,hati-hati.Sampai ketemu lagi"


Kemudian Kira pergi dan dengan cepat pergi dari taman bersama Juki sang pacar.Ia merutuki kebodohannya karena dia diam di taman.Mungkin adiknya kelaparan menunggunya di rumah.


Sepanjang jalan ia terus saja mengatakan bahwa ia bodoh.

__ADS_1


Bersambung...


...Mana pacarnya?kenapa dia pulang sendiri?Memperhatikan motor yang semakin menjauh dari taman tersebut....


__ADS_2