
Tujuan Dinda utk semua pria hanya untuk membalaskan dendamnya kepada para pria krna terlalu sering menyakiti wanita.
Kecantikan, tak membuat dinda di cintai dengan tulus oleh org2 yg dia cintai.
Terkadang, kecantikannya justru hanya di manfaatkan oleh pria tak terkecuali kekasihnya sendiri.
Karena terlalu sering mendapatkan perlakuan yang kurang baik dan menyakitkan dari orang orang yang dia sayangi, sampai membuat dinda trauma dan tak ingin lagi mencintai siapapun.
Malam itu, Dinda tersenyum tipis seolah bahagia mendapatkan mangsa tiga pria sekaligus.
Di waktu bersamaan, Dinda membalas pesan WhatsApp ketiga pria yang baru di kenalnya sejam yang lalu. Yg tak lain adalah tiga sekawan Alex, Fredly dan Adrian.
Ketiga tiganya mengajak Dinda berkencan.
" Hy Dinda, ini aku Alex. Udah sampai rumah? " Tanya Alex memulai percakapan. " Yaahh,, baru aja sampe. " Jawab Dinda.
" Oh ya Dinda, besok malam bisa ketemu gak ? " Tanya Alex lagi. " Hmmm, bisa " jawab Dinda sambil senyum senyum tipis.
" Okey cantik, sampai bertemu besok ya " kata Alex bahagia. " Iya ganteng " jawab Dinda menggoda..
Setelah mengakhiri obrolan bersama Alex, Dinda membuka pesan dari Fredly.
" Ini Dinda ya? Hy aku Fredly " kata Fredly membuka obrolan. " Iya Fred, ini Dinda " jawab Dinda. " Dinda lagi ngapain skrg ? " Tanya Fredly kembali. " Oh, udah mau persiapan tidur nih Fred. " Jawab Dinda lagi. " Besok Dinda rencana mau kmna ? " Tanya Fredly lagi. " Gak kemana mana, paling nongkrong sama teman teman " jawab Dinda. " Loh , kata Alex Dinda janjian sama dia. " Tanya Fredly dengan sedikit kebingungan. " Yaah, Alex kan teman dinda juga. Gak salah kan jawaban Dinda? Hehe " Jawab Dinda dengan sedikit tertawa. Fredly dengan masih sedikit bingung pun hanya mengiyakan " oh ya udah deh. Oh yaa kapan kapan kita jalan yaa " kata Fredly.
" iyaaa.. oh ya fred, dinda tidur dluan ya. Dadaaa " dan Dinda pun mengakhiri obrolan bersama Fredly.
Terakhir, Dinda membuka pesan dari Adrian.
"Save ya, aku Adrian. " Agak sedikit berbeda dari pria kebanyakan, pesan Adrian agak sedikit aneh menurut Dinda, tp Dinda suka. Menurutnya Adrian sedikit menantang. Dinda pun membalas pesan dari Adrian. " Yaaa " jawab Dinda singkat. Anehnya, Dinda malah menunggu balasan dari Adrian. Seolah Dinda berharap akan berlanjut. Dan ring ring , handphone Dinda pun berbunyi , yaahh pesan dari Adrian. " Nama akun sosmed kamu apa ? " Tanya Adrian. Agak sedikit aneh menurut Dinda, tak langsung membalas pesan Adrian, Dinda malah keheranan dengan maksud dari Adrian. " Ini orang kenapa sih ? Kok aneh " kata Dinda dalam hati. Lebih anehnya lagi, Dinda malah segera menghapus foto dan postingan mantan kekasihnya di akun sosmednya. Sepertinya Dinda takut ketahuan oleh Adrian. Setelah semua menurutnya aman, Dinda pun membalas pesan Adrian. " Akun FB aku Adinda lestari " jawab Dinda. Dan Adrian pun membalas " oke "..
Semakin merasa aneh dan keheranan, rasa kantuk yang sedari tadi Dinda rasakan pun mendadak hilang. Dinda semakin penasaran dengan Adrian. Dan ring ring, bunyi pesan dari Adrian lagi. " Besok kamu kemana? " Tanya Adrian lagi. " Gak kemana mana, paling di rumah aja " jawab Dinda. " Ikut sama aku yah " kata Adrian. " Kemana ? " Tanya Dinda. " Ke puncak " jawab Adrian. " What puncak??? " Kata Dinda dalam hati. Semakin keheranan dan merasa sangat aneh. Tak seperti laki2 kebanyakan, adrian malah mengajaknya kenpuncak. menurut Dinda Adrian merupakan sosok yang lain, semakin menantang. Dan Dinda pun menjawab " okey, jam brpa ? " Yah walaupun agak sedikit gak suka, tapi karena rasa penasarannya Dinda pun mau di ajak jalan ke puncak, yang menurutnya agak sedikit aneh. " Oke besok jam 8 pagi aku jemput ya , rumah kamu dmna ? " Tanya Adrian lagi. " #?@?;$)(@)@?-$!-$)#(-*(8$) " jawab Dinda. " Baik, sampai ketemu besok ya " kata Adrian. "Iya " jawab Dinda.
Tanpa d sadari, jam sudah menunjukan pukul 3 dini hari, rasa kantuk seakan tak di rasakan dinda sama sekali. Karena rasa penasarannya, dinda mencari tau siapa Adrian melalui akun FB nya. Mendapatkan banyak informasi di akun sosmed Adrian tak membuat dinda mengerti dan tahu siapa sebenarnya Adrian, Dinda justru malah lebih penasaran lagi. " Kenapa dia begitu terkenal? Apakah dia seorang artis ? Apakah dia seorang yang kaya raya ? Aaaahhhhhhh , Dinda semakin tak karuan malam itu, sampai akhirnya dia pun tertidur dengan handphone ada di genggaman tangan nya.
Kukkuruyuuukkkk 🐔
Jam menunjukan pukul 7 pagi, Dinda terbangun dan langsung mengambil handphone nya dan melihat apakah Adrian sudah menghubunginya. Ternyata tidak, " kok bisa? " tanya Dinda dalam hati.
Dengan sedikit kecewa, Dinda segera meletakkan handphone dan tidur kembali.
Tak terasa jam menunjukan pukul 08.49 , Dinda terbangun dari tidurnya lagi dan segera melihat handphone apakah Adrian sudah menghubunginya atau belum. Dan ternyata, masih belum. Kali ini Dinda marah, berasa seperti di permainkan Adrian. " Apa sih maunya nih orang " tanya Dinda kesal.
Setelah jam menunjukan pukul 09.18 akhirnya yang di tunggu Dinda pun tiba, Adrian menghubunginya. " Udah siap? " Tanya Adrian. " Yah, udah " jawab Dinda berbohong. Karena sebenarnya Dinda belum melakukan apapun, bahkan belum beranjak dari tempat tidurnya. " Yaudah sharelok ya, aku otw " kata Adrian lagi. Setelah membaca pesan Adrian, Dinda pun langsung lompat dan berlari menuju kamar mandi. Dengan segera Dinda mempersiapkan dirinya. Secantik mungkin Dinda berdandan. Dinda mengenakan dres berwarna hitam, dengan rambut terurai panjang bak Cinderella di pagi itu, dengan tas mungil berwarna kuning dan sendal kuning yang senada dengan tasnya. Tak hanya itu, Dinda mengenakan lipstik berwarna merah merona. Layaknya wanita yang ingin menggoda mangsanya.
Tepat pukul 10.00 Adrian sudah berada di depan rumah Dinda, dengan mengenakan baju yang senada dengan Dinda, seperti layaknya pasangan romantis mereka berdua pun tersenyum saling bertatapan. Tak janjian sama sekali, kenapa tiba2 bajunya sama.
__ADS_1
Hati Dinda pun berkecamuk, antara penasaran bahagia takut bingung ahh campur aduk..
Setelah berjalan kurang lebih 100 KM, Adrian memulai obrolan " emang asli sini ya ? " Tanya Adrian. " Iya, kenapa? " jawab dinda. " Cantik " jawab Adrian singkat. Sambil tersipu malu, Dinda hanya tersenyum seolah tak bisa berkata apa apa lagi. Sesampainya di tempat tujuan , ternyata ada begitu banyak orang di tempat itu. Yah, kawan kawan Adrian. Karena notabenenya Dinda tdk suka gunung maupun puncak, Dinda memutusnya untuk duduk di dalam mobil saja. Dan Adrian pun tak memaksa Dinda.
Setelah beberapa menit menunggu Adrian berbincang bincang dengan kawan kawannya, Adrian pun datang menghampiri Dinda dan mengajak Dinda untuk berkenalan dengan teman temannya.
" Bisa bantu aku gak ? Ngaku jadi pacar aku ya ? "Kata Adrian dengan sedikit memohon. " Eeehhh,,, yaudah deh " .. Dinda pun mengiyakan permintaan Adrian.
Akhirnya Dinda pun berkenalan dengan teman teman Adrian.
Jam menunjukan pukul 3 sore, akhirnya mereka berdua pulang. Di perjalanan, Adrian banyak menanyakan hal pribadi kepada Dinda. " Kamu udah punya pacar belum ? " Tanya Adrian. " Hehe knp ? " Tanya Dinda. " Yah takut aja, takutnya kamu udah punya pacar terus dia marah kamu jalan sama aku " . Jawab Adrian. " Menurut kamu, Aku punya gak ? " Tanya Dinda lagi. " Cewek secantik kamu mana mungkin gak punya ". Jawab Adrian dengan tetap fokus menghadap kedepan sambil menyetir mobilnya. " Punya ya ? " Tanya Adrian lagi. " Gak punya " jawab Dinda. " Ohh " jawab Adrian singkat..
Mendengar jawaban sesingkat itu dari Adrian , Dinda memalingkan muka merasa kecewa, " kok bisa sih? Sesingkat itu?? " Tanya Dinda dalam hatinya.
Sesampainya di rumah Dinda, Adrian langsung pamit pulang.
Dengan sedikit kecewa, Dinda mengiyakan saja dan langsung masuk kedalam rumahnya.
Di kamarnya, Dinda melamun. Menerawang kesegala arah , dengan sejuta rasa penasaran dalam hatinya Dinda pun akhirnya tertidur.
Jam menunjukan pukul 9 malam, Dinda baru terbangun. Di raihnya handphonenya dan melihat ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari Alex dan Fredly, tapi pandangan dinda tertuju pada salah satu nomor kontak yang bertuliskan Mister' i (Rahasia).. yaaahh itu adalah adrian , diabaikannya pesan whatsapp dari fredly dan alex, dinda membuka pesan dari adrian " hy , selamat malam ".. dinda pun membalas pesan tersebut " yaa malam " ... agak lama dinda menunggu respon balik dari adrian , di benaknya dinda berkata apakah dia marah krna aku baru membalas pesannya ? Karena sebenarnya pesan tersebut di kirim adrian sejak jam 7 malam tadi ..
Dan ring ring, adrian pun membalas pesan dinda. " lagi dimana ? " tanya adrian. " di rumah aja nih. Kamu dmna ? " tanya dinda kembali. " sama , lagi di rumah juga. Mau jalan gak ? " tanya adrian lagi.. " hmmm, besok aja gmna? Udah jam segini. " kata dinda " baiklah, sampai ketemu besok ya. Aku jemput kamu " jawab adrian... " iya " jawab dinda bahagia. Dan obrolan mereka pun berakhir.
" apakah dia juga merasakan hal yang sama? " begitu banyak pertanyaan aneh yang melanda fikiran dinda..
Dan dinda pun kembali tertidur..
Keesokan harinya, hubungan dinda dan adrian semakin dekat. Adrian mengirimi dinda pesan lagi " selamat pagi dinda ", pesan sesingkat itu namun begitu menbahagiakan hati dinda.. " pagi juga adrian " balas dinda. " lagi di rumah atau lagi di luar? " tanya adrian. " di rumah aja , kamu dmana ? " tanya dinda. " lagi di rumah teman " jawab adrian. " ohh iyaaa " gak tau harus bilang apa lagi, karena gak mau mendahului dinda berharap adrian yang mengatakan sesuatu lebih dulu. Dan akhirnya yang di tunggu dinda pun tiba " bentar malam jadi kan ? Aku jemput ya ? " kata adrian. " iyaaa, sampai ketemu ntar malam ya adrian " jawab dinda dengan begitu bahagia..
Jam pun menunjukan pukul 7 malam. Dinda bergegas mempersiapkan diri, sebentar lagi adrian sampai untuk menjemputnya.
Dan 15 menit kemudian adrian pun sampai.
Dinda bergegas berlari kedepan karena tidak ingin membuat adrian menunggu lama. " yukk jalan " kata dinda.
Adrian melongo, seakan terpesona akan kecantikan dinda malam itu.
" kamu sangat cantik " kata adrian. " eee,, makasihh yaa " jawab dinda tersipu malu.
Yaaahh, dinda sangat cantik malam itu. Dia mengenakan celana jeans berwarna biru muda dengan atasan hitam yang agak terbuka di bagian bahunya dengan rambutnya yang terurai panjang.
" udah bisa jalan gak ? " tanya dinda. " eeee iyaiya yukk jalan " jawab adrian.
Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan 60 KM/jam. Malam itu adrian mengajak dinda jalan ke tepi pantai. Dinginnya angin malam itu seakan menusuk tembus sampai ketulang.
__ADS_1
Karena pakaiannya yang agak sedikit terbuka membuat dinda kedinginan. " kita duduk di mobil aja yuk, di luar sangat dingin " kata dinda. " yaudah, yuk " jawab adrian. Dan mereka pun kembali ke mobil, di dalam mobil adrian kembali menanyakan apakah benar dinda tak memiliki pacar. " kamu serius gak punya pacar ? " tanya adrian. " serius " jawab dinda sambil menatap adrian. " kenapa aku merasa kamu berbohong ya ?" Kata adrian lagi. " yaudah kalau gak percaya " jawab dinda kesal.
" kamu sangat cantik dinda, gak mungkin gak punya pacar " kata adrian lagi. " yaudah, aku punya pacar deh " jawab dinda dengan kesal. " kok pake deh " tanya adrian. " yaa kamu maksa , yaudah aku iyain aja. Kan kamu maunya itu " jawab dinda masih kesal. " yaudah, kita bahas yang lain aja " kata adrian.
Dinda semakin kesal, dinda berharap lebih dari adrian malam itu. Tapi ternyata adrian tak sesuai yang di harapkan. " ternyata semua laki2 sama saja " kata dinda dalam hati.
" oh ya din, kamu skrg kerja atau kuliah ? " tanya adrian. " gak kerja , gak kuliah " jawab dinda. " trus ngapain ? " tanya adrian lagi. " ya di rumah aja, gak ngapangapain " jawab dinda. " ohh gitu " kata adrian ngangguk ngangguk. " Kalau kamu ? " tanya dinda sambil menatap adrian. "Kuliah sambil kerja " jawab adrian dan menatap dinda kembali. " bohong " kata dinda dalam hatinya. Yaaah tanpa sepengetahuan adrian, dinda sudah terlalu banyak mencari tahu tentang adrian. "Oh ya, pacar kamu dimana ? " tanya dinda seolah membalas adrian. " nih di samping aku " jawab adrian tersenyum. " iihhh " dinda tersipu malu dan memalingkan wajahnya sambil senyum senyum. Tak terasa jam pun menunjukan pukul 00.10 tepat tengah malam.
" kita pulang yuk " kata dinda. " yaudah " kata adrian.
Akhirnya mereka pun pulang. Sesampainya di rumah dengan hati yang sangat bahagia dinda duduk di depan cermin sambil tersenyum. " yaah, aku mencintainya " kata dinda dalam hatinya.
Dan ring ring ring, handphone dinda berdering, segera di raihnya handphonenya berharap itu adrian tapi ternyata bukan. Itu adalah fredly sahabat adrian.
Fredly menagih janji dinda yang mau jalan bareng sama dia. " jalan yuk " kata fredly. " kapan ? " tanya dinda. " kalau besok gimana ? " tanya fredly.. dinda diam sejenak, karena di rasa besok dia gak punya janji sama siapapun, akhirnya dia pun mengiyakan ajakan fredly. " yaudah. Besok malam yaa. " kata dinda. " siap cantik " balas fredly. Dan obrolan mereka pun berakhir.
Keesokan harinya dinda mendapatkan pesan whatsapp dari adrian. Adrian mengajak dinda untuk nonton film bioskop. Karena sudah punya janji sama fredly dengan berat hari dinda menolak ajakan adrian. " maaf yaa, malam ini aku gak bisa. " jawab dinda sedih. " kenapa ? " tanya adrian. "aku sibuk malam ini, ada urusan lain. Besok aja gimana ? " bujuk dinda. " sibuk apa sibuk? " tanya adrian. Karena malam itu bertepatan dengan malam minggu. " enggak, aku benar benar sibuk malam ini. Ada yang harus aku kerjakan " jawab dinda. "Yaudah deh kalau gitu, besok ya janji ? " balas adrian. " iya, janji. Besok " dengan sedikit sedih dinda pun menolak ajakan pria yang di cintainya itu.
Dan malam pun tiba, jam menunjukan 19.08 fredly sudah berada d depan rumah dinda. Dengan mengenakan celana jeans berwarna hitam dengan atasan berwarna putih, rambutnya di kuncir satu dinda terlihat begitu cantik. Seperti adrian, fredly pun di buat terpesona melihatnya. " ternyata kamu benar2 cantik dinda " kata fredly sambil menatap wajah dinda. " terimakasih " jawab dinda. " oh ya fred, kita jalan kemana nih " tanya dinda. " kemana aja yang kamu mau " jawab fredly. " kita ke taman aja deh " jawab dinda. " baik putri " jawab fredly merayu.
Sesampainya mereka di taman, dinda terlihat murung. Yaah, dia sedang memikirkan adrian. Dinda berharap malam ini dia bersama adrian. Tapi sayang, dia terlanjur menerima ajakan fredly. Selama di taman dinda terlihat tidak bahagia, dan fredly pun merasakan itu. " kamu kok diam aja dari tadi ? " tanya fredly. " aku sakit perut " kata dinda . " kamu lapar ? " tanya fredly. "Gak kok, kita pulang aja yuk " kata dinda.. " yah din, kita baru aja nyampe loh. Duduk aja dulu. Yah mungkin kamu lapar. kita makan yah ?? " ajak fredly. " gak fred, aku gak lapar. Jawab dinda lagi. " yaudah, gimana kalau kamu rebahan aja dlu, kali aja sakitnya hilang . Yaahh ?? " pinta fredly dengan sedikit memohon.
Karena merasa kasihan, akhirnya dinda pun menuruti permintaan fredly. Sambil menatap handphonenya dinda berharap mendapatkan pesan dari adrian. Tapi sedari tadi, adrian sama sekali tidak menghubunginya. "Kamu dimana? Lagi apa ? Sama siapa ? Aku rindu. " kata dinda dalam hatinya.
Karena rasa penasarannya, dinda membuka akun sosmed adrian. Dan dinda terkejut melihat postingan adrian yang baru saja di bagikan 15 menit yang lalu. " BRENGSEK. KAMU SAMA AJA SEPERTI YANG LAINNYA "
Kalimat adrian di sosmednya membuat jantung dinda berdegup kencang tak beraturan. " apa yang dia maksud adalah aku? Apa dia tahu aku lagi jalan sama fredly ? Ohhh tuhaaann " dinda baru tersadar. Pantas sedari tadi adrian sama sekali tidak menghubunginya. " tuhaaann , tolonggg " tidak terasa air mata pun mengalir di pipinya. Hatinya terasa sakit, dia tak menyangka akan berakhir seperti ini.
Dinda berlari keluar menuju fredly, dan memaksa fredly segera mengantarnya pulang. Karena dinda memohon, akhirnya fredly pun menuruti permintaan dinda. Di perjalanan, hati dinda tak tenang. Dia berharap yang di maksud adrian bukan dirinya.
Sesampainya di rumah, dinda menuju kamar dan menangis sejadi jadinya. Entah kenapa hatinya terasa sangat sakit. Dia berharap tidak akan berakhir secepat ini.
Dinda pun memberanikan diri untuk mengubungi adrian. " hy, kamu lagi dmana? " tanya dinda.
Beberapa menit berlalu, adrian tak membalas pesan dinda. Dinda menunggu balasan adrian sampai tertidur. Setelah pagi menjelang, dinda langsung meraih handphonenya melihat apa balasan adrian, ternyata adrian tak membalasnya sama sekali. Hati dinda semakin sakit, dinda semakin yakin bahwa yang di maksud adrian di postingannya adalah dirinya. Seharian penuh dinda habiskan dengan berdiam diri di kamar. Dia merasa sangat menyesal, dia telah melukai hati adrian.
" tapi aku dan dia tak memiliki hubungan apapun " kata dinda dalam hatinya. Dinda teringat perkataan adrian malam itu, bahwa " pacarnya ada di sampingnya " ... apakah dia menganggapku pacarnya ? Apakah aku dan dia sudah berpacaran? Trus jadiannya kapan? Begitu banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran dinda.
Tak terasa sudah waktu sore, adrian bak menghilang di telan bumi. Seharian dia tak menghubungi dinda sama sekali.
Dinda sangat merasa bersalah. Hubungannya dengan adrian berakhir secepat ini. Ini begitu menyakitnya menurutnya. " aku bahkan belum mengatakan kalau aku mencintainya " tangis dinda pecah. Hatinya sangat sakit. Dia begitu merindukan adrian. Sosok misterius yang telah mencuri hatinya.
Malam pun tiba, dengan sedikit tenaga yang tersisa, dinda duduk di depan rumah sambil menatap langit dan bintang bintang. Berharap malam ini ada keajaiban yang akan datang menghampirinya. Dan permintaan dinda pun di kabulkan tuhan. Adrian menghubunginya.
Dinda begitu sangat bahagia
__ADS_1