
Berharap malam ini ada keajaiban yang akan datang menghampirinyaa. Dan permintaan dinda pun di kabulkan tuhan. Adrian menghubunginya.
Dinda begitu sangat bahagia.
" Lagi dimana? " tanya adrian. " lagi di rumah " balas dinda. " ketemuan yuk " kata adrian lagi. Membaca pesan dari adrian, dinda melompat kegirangan. Dia begitu sangat bahagia. Tak menunggu waktu lama, dinda pun membalas pesan adrian " boleh.. kapan ?? " tanya dinda. " Sekarang! aku jemput kamu " jawab adrian. " oke , aku tunggu ". Dan dinda pun langsung berlari masuk kedalam rumahnya, bergegas mempersiapkan diri. Berdandan secantik mungkin, malam ini dia akan bertemu dengan lelaki pujaan hatinya. 15 menitpun berlalu, adrian sudah sampai di depan rumahnya. Dengan segera dinda menghampirinya, seperti biasanya dinda berdandan sangat cantik, dengan mengenakan dres berwarna putih dan bandana yang senada dengan bajunya, membuat adrian tak henti hentinya memandang dinda penuh kagum.
" kenapa kamu begitu cantik ? " tanya adrian. " gombal " jawab dinda. " serius. Kamu wanita tercantik yang pernah jalan sama aku " jawab adrian serius dan menatap wajah dinda. " udah ah, aku malu. Kita jalan aja yuk " kata dinda menimpali.
Mobil mereka pun melaju ke tempat yang mereka tuju.
Adrian mengajak dinda ke tempat yang sangat romantis. Taman yg penuh dengan lampu lampu yg berkilau.
Dinda terharu dan sangat bahagia. Tak menyangka malam ini dia akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini. Tapi dinda teringat akan kejadian malam itu, dinda memintaa maaf kepada adrian dan merasa sangat menyesal.
" Adrian, maaf ya soal malam itu, aku gak bermaksud untuk... " belum selesai dinda bicara, adrian langsung memotong pembicaraan dan berkata " jangan bahas itu lagi " kata adrian.
" iyaaaa " jawab dinda.
Tak terasa air mata pun menetes di pipi dinda, karena merasa begitu bersalah kepada adrian. Adrian pun mengusap air mata dinda dan menggenggam tangannya.
" dinda " panggil adrian lirih. " yaaaa " jawab dinda menyahuti panggilan adrian. " aku mencintai kamu ". Kata adrian sambil menatap wajah dinda. Tak menggubris perkataan adrian, air matapun semakin deras jatuh membasahi pipi dinda. Seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya malam itu. " dinda, kamu mau gak menikah sama aku ? " tanya adrian.
Sedikit ternganga, dinda semakin tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dinda tak menyangka sama sekali, adrian pria yang begitu di cintainya melamarnya..
Jantung dinda berdetak begitu kencang, perasaannya tak karuan, pikirannya kacau. Dia tak tau harus berkata apa apa lagi.
Dinda tak menyangka sama sekali bahwa adrian akan melamarnya. Perasaan haru, bahagia, sedih bercampur aduk d dalam hatinya.
" kamu yakin ? " tanya dinda.
" sangat yakin . " jawab adrian dengan masih menggenggam erat tangan dinda. " kasih aku sedikit waktu utk berfikir ya. Ini keputusean yang sulit buat aku." Kata dinda dengan hati yang sangat sedih. Dinda terpaksa harus mengatakan itu. " kenapa ? Kasih aku alasannya " tanya adrian lagi dengan sedikit kecewa.
" aku masih ingin mengenal kamu lebih dalam lagi adrian. Kita baru aja saling kenal. Aku gak mau nanti kamu bakal menyesal menikah sama aku. " jawab dinda sambil menggenggam kembali tangan adrian. " tapi kita pacaran kan ? " tanya adrian lagi. " iyahhh " jawab dinda sambil tersenyum. Adrian begitu bahagia mendengar jawaban dinda. Segera adrian memeluk wanita di hadapannya itu.
Yah walau sedikit kecewa, adrian dengan besar hati menerima keputusan dinda. Dan berharap suatu saat nanti dinda akan menerima lamarannya.
__ADS_1
Malam itu, dua sejoli yang sedang di mabuk cinta saling berpelukan mesra seakan dunia hanya milik mereka berdua.
Adrian memeluk dinda dengan sangat erat, seakan dia tak ingin melepaskan wanita yang di cintainya itu..
Malam itu mereka habiskan dengan penuh suka ria, bercanda gurau, tertawa bahagia, sampai mereka lupa bahwa jam sudah menunjukan pukul 01.00..
" udah masuk tengah malam, kita pulang yuk " kata dinda.
Sepanjang perjalanan, adrian menggengam erat tangan wanita yang begitu di cintainya itu. Seperti dia tak ingin melepaskan genggaman tangannya.. Dinda sangat bahagia
Sesampainya di rumah, seperti akan berpisah jauh, dua sejoli seakan sedih tak ingin melepaskan satu sama lain. Keduanya masih sangat ingin tetap bersama tp kondisinya tak memungkinkan. Hingga dengan berat hati, adrian pun pamit pulang.
" aku pulang dulu, besok kita bertemu lagi. " kata adrian dengan masih menggenggam tangan dinda. Dan dinda pun menjawab " iyaaah " sambil menatap balik wajah adrian lelaki pujaan hatinya itu. Setelah lama saling bertatapan penuh cinta, adrian pun mengecup kening dinda untuk pertama kalinya. Dinda menutup matanya, seakan menikmati kecupan hangat pria yang begitu di cintainya tersebut.
" makasih ya sayang " . Kata adrian setelah melepaskan kecupannya. " yaaahh " jawab dinda tersenyum.
Adrian pun pamit pulang dengan hati yang sangat bahagia, sementara dinda masuk ke dalam rumah dengan hati yang tak kalah bahagia.
Sesampainya di kamarnya, dinda membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dia mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya dan langsung mengganti kontak adrian dengan nama " Syg ".. dengan hati yang sangat bahagia dinda mengingat kembali awal pertemuannya dengan adrian. Mendadak dinda tersenyum, dan kadang pun tertawa cekikikan. Seolah tidak menyangka setelah 2 tahun lamanya dia merasakan hal ini lagi. Dinda jatuh cinta lagi.
Ring ring ring, handphone dinda berdering .. ring ring ring
Dinda membuka matanya dan meraih handphone, di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 10.00 pagi. 7 panggilan tak terjawab dari adrian. Dan ada begitu banyak juga pesan masuk dari adrian " ya ampun " ucap dinda dalam hatinya.
" selamat pagi sayang "
" lagi ngapain ? "
" hello "
" belum bangun ya ? "
" sayangku nyenyak banget tidurnya "
" yaaaannngg "
__ADS_1
" syg, aku anfal nih. Anfal rindu hehe "
" ntar kalau kamu udah bangun, segera kabari aku ya "
Dinda tersenyum membaca pesan manja dari adrian. Bak sejoli yang di mabuk cinta, dinda pun membalas satu persatu pesan adrian. Dengan kalimat yang tak kalah mesra.
" Selamat pagi juga sayang "
" maaf yaa syg, aku ketiduran. Aku mimpi indah soalnya. Mimpiin kamu lagi ada di samping aku. Makanya tidurku nyenyak. Hhe "
" adrian. Aku rindu 🥺 "
Kalimat cinta namun menyayat hati menjadi pesan terakhir balasan dari dinda untuk adrian. Setelah membaca pesan dari dinda, dengan segera adrian membalasnya " aku datang ".. bergegas dinda membalas pesan tersebut " jangan sekarang ".. " kenapa? " tanya adrian.
" ntar malam aja ya ? " balas dinda. " yah apa bedanya skarang atau sebentar malam? " tanya adrian lagi. " cucian aku menumpuk Yang. Ntar malam aja ya? " jawab dinda.. dan adrian pun tak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan kekasih hatinya itu.
Tidak terasa waktu malam pun tiba. Dinda segera mempersiapkan diri berdandan secantik mungkin seperti biasanya. Dengan mengenakan jumsuit berwarna peach dan jaket jeans berwarna hitam, malam itu dinda tak kalah cantik dari biasanya.
Seperti malam malam sebelumnya, adrian di buat kagum memiliki pacar secantik dinda.
Mobil mereka pun melaju ke arah pantai yang tak jauh dari rumah dinda.
Mereka menyusuri pantai dengan sambil bergandengan tangan. Di tengah perjalanan, adrian meminta dinda untuk berhenti.
Adrian memeluk dinda erat, dinda pun membalas pelukan tersebut
Di karenakan cuaca buruk malam itu, cuaca yg sangat dingin dan berkabut, angin berhembus seakan menusuk tembus sampai ke tulang, rintik hujan mulai terasa. Dinda dan adrian pun berlari menuju ke dalam mobil.
Di dalam mobil, adrian mengeluarkan cemilan yang di belinya sebelum menjemput dinda. Mereka mengemil sambil bercengkrama, tertawa ria dan begitu bahagia. Hingga hujan deras melanda kota itu.
Mereka terjebak di dalam mobil, dan berdua.
Sambil tatap tatapan, adrian meraih tangan dinda dan mengecup tangan itu. Adrian semakin mendekat, mendekat dan lebih dekat lagi, Dinda pun seakan pasrah dengan apa yang akan terjadi malam itu. cuaca malam itu seakan menjadi saksi akan kemesraan mereka berdua.
" aku boleh cium kamu gak? " tanya adrian. Tanpa menjawab sepatah kata pun dinda hanya menutup kedua matanya seolah memberi kode kepada adrian bahwa dia mengizinkan adrian untuk menciumnya. Tak menunggu waktu yang lama, adrian pun mengecup bibir dinda dengan begitu lembut dan mesra.
__ADS_1
Bak dua sejoli yang di mabuk cinta, malam itu mereka berdua begitu menikmati kemesraan itu. Hingga dinda pun larut dalam belaian adrian.