
" Siapa wanita itu ? "
" Apakah itu Silvia ? "
" Apakah Adrian sudah benar benar melupakan aku dan memiliki kekasih yang baru ? "
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Dinda. Dadanya sesak, hatinya begitu sakit. Dinda menangis sejadi jadinya.
Di lemparnya handphonenya hingga pecah berkeping-keping.
Praaaaaaaaakkkkkkkkk
Pecahan handphone jatuh berserakan di lantai.
Dinda teriak seakan tak sanggup lagi menanggung sakit yang di rasakan. Air mata terus mengalir di pipinya.
Kini semua benar benar hancur, tak tersisa.
Hari hari pun berlalu, bulan demi bulan silih berganti. Dinda masih dengan kehidupannya seperti dulu, merenungi nasipnya. Berharap ada sebuah keajaiban akan datang menghampirinya.
Teriknya mentari di siang itu, tak sebanding dengan panasnya suasana di dalam kamar bernuansa serba putih di sebuah hotel tak berbintang berada di ujung kota Kalimantan. Di atas lantai berceceran beberapa pakaian dalam pria dan wanita.
Di atas ranjang minimalis dua makhluk berlainan jenis saling memadu kasih. Dua desah anak manusia berpadu di udara, menandakan betapa mereka menikmati kehangatan di siang itu.
Ronde demi ronde mereka lalui, seakan tak pernah merasa puas.
Hingga malampun menjelang, sang wanita memberikan kecupan hangat di bibir pria di sebelahnya sembari berkata " aku kerja dulu ya syg" kata wanita itu dengan begitu hangat dan lembut.
Oh yaaa, perkenalkan wanita itu bernama Clara. Seorang penari striptis di sebuah cafe yang tak jauh dari hotel tersebut.
Clara berkulit sawo matang, berambut hitam pendek sebahu, tinggi badan 160cm, berat badan 50kg.
__ADS_1
Clara pun mulai bersiap siap, malam itu seperti biasanya dia mengenakan baju yang sangat terbuka.
Dan melaju pergi dengan motornya seorang diri. Sementara pria yang bersamanya tertidur pulas tanpa sehelai benangpun di badannya.
Jam pun menunjukan pukul 2 dini hari. Pria itu terbangun dari tidurnya, segera dia membersihkan tubuhnya. Dengan mengenakan jaket jeans berwana hitam dan di padukan dengan celana jeans berwarna denim, pria itu mengendarai mobilnya dan melaju ke arah sebuah club' malam yang berjarak sekitar 11 KM dari hotel tempat dia menginap.
Sesampainya di club' malam, kawan kawannya sudah menunggunya dan satu persatu memanggil namanya, " Adrian " . Yaaahh pria itu adalah Adrian.
Dengan segera dia menghampiri teman temannya.
Dengan di temani sebotol Vodka, malam itu mereka habiskan dengan bersenang senang.
" Gimana kabar Clara? ' tanya vicky kepada Adrian. " Baik " jawab Adrian singkat. " Clara wanita yang baik Adrian. Kamu beruntung mendapatkannya " kata Vicky lagi.
Mendengar perkataan Vicky, Adrian hanya tersenyum sambil manggut-manggut.
Tiba tiba seorang wanita datang menghampiri mereka. " Adrian " panggil wanita itu. Adrian menoleh kearah wanita itu dan terkejut setelah mengenali siapa wanita itu. Wanita itu adalah Nadia, sahabat Dinda.
Yaa, Adrian berbeda dari sebelumnya. Penampilannya lusuh, rambutnya acak acakan, seperti tak terurus.
Tak merespon perkataan Nadia, Adrian malah menanyakan kabar Nadia.
" Hay nad, apa kabar " tanya Adrian sambil mengulurkan tangannya..
" Baik, aku baik " jawab Nadia. " Ohya Adrian, bisa ngomong sebentar gak? tapi gak di sini. " Lanjut Nadia. " Yaudah kita ke parkiran " jawab Adrian.
Sesampainya mereka di parkiran, Adrian bertemu Clara.
Dengan cepat Clara menghampiri Adrian, dan mencium pipi Kanan Adrian tepat di hadapan Nadia. " Hay " Clara mengulurkan tangannya mengajak Nadia berkenalan. " Aku Clara pacar Adrian " kata Clara kepada Nadia sambil tersenyum. " Hallo, aku Nadia " jawab Nadia. Mendengar nama Nadia, Clara terkejut seakan mengenali nama itu. Di tatapnya wajah Adrian, di genggamnya tangan Adrian, namun Adrian melepaskan genggaman itu. " Kamu masuk aja dulu, aku ingin ngomong bentar sama Nadia " kata Adrian. " Yah , ngomong aja. Emang apa salahnya kalau ada aku ? " Tanya Clara kepada Adrian dan sesekali menoleh ke arah Nadia.
" Aku bilang masuk " kata Adrian tegas. Dengan terpaksa Clara pun menuruti permintaan Adrian.
__ADS_1
Setelah kepergian Clara, Nadia memulai percakapan dengan menanyakan apakah benar wanita itu adalah pacar Adrian. " Dia pacar kamu ? " Tanya nadia sambil menatap ke arah Adrian. " Hmmm " jawab Adrian bergumam.
" Kamu sehancur ini ? " Tanya Nadia lagi. Nadia menggeleng gelengkan kepalanya seakan tak menyangka hidup Adrian akan seperti ini. " Kenapa ? " Tanya Adrian " Kamu mencintainya ? " Tanya Nadia lagi seolah tak percaya Adrian akan memacari seorang penari striptis. " Aku gak peduli tentang rasa itu lagi. Ohya, kamu mau ngomong apa ? " Tanya Adrian menatap wajah Nadia. " Dinda " jawab Nadia singkat sambil menatap tajam wajah adrian.
Mendengar nama itu, Adrian menundukkan kepalanya, seolah dia teringat akan sesuatu " gimana kabarnya sekarang ? " Tanya Adrian. " Kacau ". Jawab Nadia
Adrian menoleh dan menatap wajah Nadia, seakan tak mengerti dengan maksud perkataan Nadia. " Kacau? " seakan mengulang ucapan Nadia, dahi Adrian berkerut Dia kebingungan. Dan Nadia Pun menjelaskan semua kepada Adrian.
" Dinda masih seperti dulu. Tak banyak yang berubah dari dirinya. Dinda seakan menjadi orang yang berbeda. Dia menjadi seorang yang sangat pendiam, sering mengurung diri di kamarnya, bahkan sampai saat ini dia belum memiliki kekasih baru. Sangat sulit baginya untuk membuka hati untuk yang lain. Dia begitu trauma takut mencintai dan di cintai. Dia sangat merindukan kamu Adrian. " Kata Nadia sambil menatap wajah Adrian, air matanya tak terbendung lagi. Seakan dia benar2 mengetahui apa yang sedang terjadi kepada sahabatnya itu. Nadia tahu semua hal tentang Dinda dan seberapa hancurnya sahabatnya itu saat ini.
Adrian terdiam , dia seakan tak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya air mata yang bisa menjelaskan bahwa betapa hancurnya pula hati Adrian.
" Dia tak pantas untuk laki2 seperti aku Nadia. " Ucap Adrian lirih. " Aku sudah terlalu menyakitinya, bahkan aku tak bisa memaafkan diriku sendiri. Dia pantas bahagia bersama pria yang lebih baik ". Lanjut Adrian .
" Itu menurutmu. Tapi tidak menurut Dinda. Dia merindukan kamu Adrian. Dia masih sangat mencintai kamu, dan aku yakin kamu pasti masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya kan? . " Tanya Nadia sambil menatap tajam ke dalam mata Adrian.
Mata Adrian berkaca kaca dia sangat ingin menangis namun di tahannya. " Sekarang aku bukan seperti aku yang dulu nad. Hidupku kini seberantakan ini. Kini aku hidup bersama seorang penari striptis. Sudah 5 bulan aku meninggalkan rumahku dan hidup seperti ini. Aku meninggalkan semua kenangan tentang Dinda. Kamarku di penuhi foto foto Dinda, di setiap sudut rumahku seakan ada Dinda. Aku seolah mendengar suara Dinda memanggil Namaku dimana mana. Aku pergi dari rumah, tanpa membawa apapun. Aku meninggalkan semuanya. Aku memulai hidup yang baru di sini dan aku bertemu clara. Dia mencintai dan menerima segala kekuranganku . " Belum selesai Adrian berbicara, Nadia memotong pembicaraan. " dan kamu mencintainya ? " Tanya Nadia. Tanpa menjawab pertanyaan Nadia, Adrian menoleh menatap wajah Nadia dan kemudian menundukkan kepalanya lagi. " Gak, kamu gak mencintainya Adrian. Aku bisa melihat dari mata kamu " Kata Nadia dengan sangat yakin. Adrian hanya diam, tak merespon perkataan Nadia. " Oh ya , aku bisa minta nomor handphone kamu gak ? " Tanya Nadia sambil mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya. " Aku gak pegang handphone. Sudah 5 bulan aku gak main handphone. Semua barangku, pakaianku, semuanya aku tinggalkan di rumahku. Aku gak membawa apapun. " Jawab Adrian masih sambil menunduk. " Jadi yang mengangkat telepon Dinda waktu itu siapa ? " Tanya Nadia penasaran. Adrian menoleh ke arah Nadia, seakan dia bingung dengan perkataan Nadia " gini ya Adrian, waktu itu sekitar 3 bulan yang lalu katanya Dinda sempat menelpon nomor kamu, tapi yang mengangkat teleponnya seorang perempuan. Dinda sangat kecewa waktu itu. Dia pikir itu pacar kamu " kata Nadia menjelaskan " mungkin itu adik aku. " Jawab Adrian.
" Trus setelah 5 bulan ini kamu ngapain aja ? Handphone kamu gak punya, tempat tinggal juga enggak punya. Selama 5 bulan ini kamu habiskan dengan begini begini aja ?? " Tanya Nadia penasaran.
" Iya " jawab Adrian singkat .
" Yah tapi kan kamu bisa beli handphone baru. " Kata Nadia lagi. Adrian tersenyum sambil menggelengkan gelengkan kepalanya, " aku gak punya uang nad, aku hanya numpang hidup sama Clara. " Jawab Adrian . " Gak, kamu gak boleh kayak gini Adrian. Kamu merusak diri kamu sendiri, hidup kamu, masa depan kamu, semuanya. Kamu pulang ke rumah ya, dan kamu balikan lagi sama dinda. Aku akan bantu kamu. " Sebelum Adrian menjawab perkataan Nadia, tiba2 Clara muncul dan menarik tangan Adrian sembari berkata, " maaf ya mbak, apa maksudnya ya. Aku dengar semuanya loh mbak. Sekarang dia pacar aku ya. Bisa gak, Biarin dia bahagia sama aku? " Kata Clara menatap tajam dengan penuh emosi ke arah Nadia. " Hmmmmm " Nadia hanya menghela nafas panjang dan kemudian menatap ke arah adrian. " Sayang ayo kita pulang " kata Clara sambil menarik tangan Adrian. Adrian seakan tak bisa menolak ajakan Clara hanya manggut-manggut dan ikut melangkahkan kaki menuju ke arah mobilnya. Adrian sesekali menoleh ke arah Nadia yang sedari tadi masih keheranan melihat merek berdua.
Mobil mereka pun melaju keluar dari parkiran tersebut. Nadia masih berdiri di situ seakan tak percaya dengan yang baru saja terjadi.
Beberapa bulan pun berlalu.
Di dalam ruangan yang berukuran 4 x 4 M bernuansa kuning hitam yang banyak di penuhi boneka boneka Minnie the Pooh itu, Nadia duduk di depan cermin riasnya. Nadia menatap wajahnya sendiri seakan kurang percaya diri melihat penampilannya hari itu. Nadia terterima di sebuah perusahaan kosmetik yang mengharuskan karyawan memotong pendek rambut mereka. Dengan potongan rambut pendek, dan mengenakan blus putih di padukan dengan rok hitam, penampilan Nadia benar benar berubah, seolah dia tak mengenali dirinya sendiri. Yah, ini hari pertama Nadia masuk kerja. pagi itu, sebelum berangkat kerja tiba tiba handphone Nadia berdering. Dinda, yaah yang menelpon itu adalah Dinda.
Dengan cepat Nadia mengangkat panggilan itu. " Halo Din. Ada apa ? " Tanya Nadia. " Nad, nad tolong aku nad. " Jawab Dinda sambil terisak. " Heh,,, kamu kenapa ?? Ada apa Dinda ? Tanya Nadia seakan penasaran dengan apa yang terjadi kepada Sahabatnya itu. " Kamu bisa bantu aku kabur dari rumah gak ? Plis tolong aku Nadia. " Ucapan Dinda semakin membuat Nadia penasaran seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. " Kabur ? kenapa ? Apa yang terjadi. Kenapa kamu pengen kabur dari rumah ? " Tanya Nadia lagi. " Aku gak punya waktu lagi nad. Bentar malam orang itu akan datang melamarku. " Jawab Dinda. Nadia kaget mendengar perkataan Dinda. " Maaakksssuudd kamu? Di lamar ? Sama siapa ? " Tanya Nadia semakin penasaran, karena setahunya Dinda gak memiliki pacar. Lalu siapa yang akan melamar dinda ? Dan kenapa Dinda ingin kabur dari rumah?
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi , apakah Dinda akan berhasil kabur bersama Nadia, atau ???? Dan, lalu bagaimana dengan pekerjaan baru Nadia ? Apakah Nadia lebih memiliki pekerjaan barunya atau memilih membantu sahabatnya??