Rindu Dan Air Mata

Rindu Dan Air Mata
Sang Penggoda


__ADS_3

Bak dua sejoli yang di mabuk cinta, malam itu mereka berdua begitu menikmati kemesraan itu. Hingga Dinda pun hanyut dalam belaian Adrian.


Jari jemari Adrian mulai menjelajah kesegala arah, namun dengan cepat Dinda menepis tangan Adrian dan berkata " nanti dulu " kata Dinda berbisik. " Kenapa? " Tanya Adrian dengan mengangkat kepalanya sambil menatap wajah Dinda.


" Ntar kalau udah halal aja Yaa " pinta Dinda. " Yaah trus kapan ? Aku siap nikahin kamu, tapi kamu malah gak mau. " Jawab Adrian sambil bangkit dan menyandarkan tubuhnya agak sedikit menjauhi Dinda. Dinda dengan posisi yang masih berbaring pun menjawab " aku takut kamu bakal ninggalin aku setelah ini " jawab Dinda dengan masih sambil menatap kekasihnya itu. Mendengar jawaban Dinda, membuat Adrian mendekatinya dan mengecup keningnya sembari berkata " aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, kecuali mati " jawab Adrian tegas. " Jangan ngomongin mati ihhh " jawab Dinda.


Malampun berlalu, kenikmatan sesaat yang mereka rasakan saat itu membuat Adrian sedikit kecewa kepada Dinda, tapi sepertinya Adrian begitu mencintai dan menghormati Dinda. Walau dengan berat hati dia harus menerima keputusan Dinda.


Malam semakin larut, Adrian mengantar Dinda untuk pulang. Sesampainya di rumah masing masing keduanya melamunkan kejadian yang baru saja mereka alami. Kalimat " maaf, aku gak bisa melakukan itu " keluar dari mulut Dinda , dia sangat merasa bersalah kepada Adrian .


Hingga keduanya pun tertidur.


Tidak terasa hubungan mereka sudah berjalan selama 3 bulan lebih, hari demi hari mereka lalui dengan begitu bahagia, saling mencintai dan menghargai.


Di hari itu, tepat menjelang ulang tahun Dinda yang ke 25 tahun, Adrian dengan sengaja menolak ajakan Dinda untuk bertemu. Yaaahh alasannya karena ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya itu. Adrian masuk ke sebuah toko perhiasan, Adrian ingin membelikan kalung untuk Dinda. Tapi tanpa sepengetahuan Adrian di tempat itu dia bertemu mantan kekasihnya " Silvia ". Silvia datang bersama teman2nya. Melihat kedatangan Adrian , dengan sigap Silvia berlari menghampiri dan memeluknya. Adrian kaget melihat Silvia berperilaku seperti ini di tempat umum. " Sil, di liatin orang " kata Adrian sembari melepaskan pelukan Silvia. " Kenapa emang ? Kan pacar aku " jawab Silvia.


" Pacar aku ? " Kalimat Silvia membuat Adrian keheranan, tidak menyangka Silvia masih menganggapnya pacar setelah beberapa bulan tidak bertemu.


" Iyaa " jawab Silvia sambil menatap tajam mata Adrian.


" Kita belum putus yaahh " kata Silvia lagi dengan tegas.


" Yah tapi kita udah lama gak berhubungan lagi sil, kamu juga udah gak pernah menghubungi aku. Kamu susah di hubungi " jawab Adrian


" Handphone aku hilang, tp asrama aku masih sama, kamu yang udah gak pernah main ke asrama lagi. Kenapa kamu gak pernah datang " tanya Silvia masih dengan menatap Adrian.


" Aku pikir, setelah menolak lamaran aku, kamu udah gak mau ketemu aku. Semenjak saat itu, kamu susah di hubungi. " Jawab Adrian lagi


" Dan itu alasan kamu menjauhi aku ? Katanya cinta, gitu aja kamu payah! Kamu beneran cinta gak sama aku ? " Tanya Silvia dengan mata berkaca kaca.


Adrian tak bisa menjawab pertanyaan Silvia, Adrian terdiam. Silvia pun menangis sesegukan.


" Kamu pulang dulu, aku nyusul. Tunggu aku sejam lagi " kata Adrian sambil mengusap air mata Silvia.


" Janji Yaa, aku tunggu di asrama" jawab Silvia.


Silvia bersama teman temannya pun pulang.


Setelah kepergian mereka, Adrian masih berdiri di tempat itu merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Wanita yang pernah menjadi kekasih yang begitu di cintainya muncul kembali setelah dia sudah bersama Dinda.


" Apa yang harus aku lakukan ? "


" Aku harus mengakhiri hubungan aku dengan Silvia "


" Dinda jangan sampe tau "


Beberapa kalimat muncul di benak Adrian, dengan cepat dia membeli kado untuk Dinda dan Bergegas ke asrama Silvia.


Sesampainya Adrian di sana, pintu kamar Silvia tertutup. Adrian mengetuk ngetuk beberapa kali tapi tak ada yang membukakan pintu. Adrian memanggil manggil nama Silvia berulang kali , tapi masih sama tak ada respon sama sx. Setelah beberapa menit menunggu, Adrian pun beranjak pergi. Di saat Adrian akan memasuki mobil pintu kamar Silvia terbuka, ( krek ) bunyi Gagang pintu yang sangat di kenali Adrian. Dan " sayaaaangg " panggil Silvia.


Adrian pun menoleh, yaaahh itu Silvia.


Dengan masih memakai handuk di badannya, dan rambut yang masih sangat basah seperti baru selesai keramas, Silvia tersenyum ke arah Adrian dan melambaikan tangannya meminta Adrian untuk segera masuk.


" Aku harus mengakhiri hubunganku dengan Silvia " kalimat itu seakan di ulang ulang Adrian dalam benaknya.


Sepertinya dia tak memiliki tujuan lain selain hanya ingin mengakhiri hubungan itu. Dan Adrian pun masuk ke dalam, pintu pun tertutup kembali.


" Kamu udah lama ? " Tanya Silvia memulai percakapan.


" 10 menit " jawab Adrian singkat

__ADS_1


" Aku lagi di kamar mandi, gak kedengaran ada orang manggil. " Jawab silvia.


" Aku kesini mau ngomong serius sama kamu " kata Adrian mengubah topik pembicaraan dan sambil menatap wajah Silvia.


" Soal pernikahan kita ? " Tanya Silvia tersenyum


" Sil, aku sudah punya pacar. Dan aku berjanji akan menikahinya " kata Adrian dengan lantang sambil menatap wajah wanita cantik di hadapannya itu.


Silvia terperanjat mendengar perkataan Adrian. Seakan kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Silvia terdiam, sambil memandang wajah Adrian dengan berkaca kaca. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.


" Sil " panggil Adrian


" Yaaa " jawab Silvia


" Kamu dengar ..... " Belum selesai Adrian berbicara Silvia langsung memotong pembicaraan.


" Gak usah di ulang. " Silvia beranjak dari duduknya dan mendekati Adrian sambil membuka handuknya tepat di depan Adrian.


Sontak Adrian kaget dan langsung memandangi wajah Silvia.


Silvia semakin mendekat dan mengelus wajah Adrian dengan lembut.


Adrian terperanjat dan langsung bangkit dari duduknya. Adrian teringat akan Dinda , Adrian tidak ingin menyakiti Dinda.


Adrian menepis tangan Silvia, dan pergi ke arah pintu. Silvia dengan cepat mengejar Adrian dan memeluknya dari belakang dengan sangat erat. " Jangan pergi " kata Silvia sambil terisak. Silvia menangis dia begitu memohon agar adrian tidak akan meninggalkannya.


Adrian menutup kedua matanya seolah tak sanggup lagi menahan godaan Silvia.


" Sil, aku mohon lepaskan aku " pinta Adrian dengan suara yang sangat pelan.


" Kamu boleh nikahi dia, tapi kamu gak boleh tinggalin aku " jawab Silvia sambil berusaha membalikkan badan Adrian agar berhadapan dengannya.


Dengan pasrah, Adrian pun menurutinya.


" Kamu gak boleh tinggalin aku " kata Silvia sambil terisak. Sepertinya hatinya benar benar hancur hari itu. Setelah beberapa waktu tak bertemu, Silvia seakan tak menyangka Adrian ternyata sudah memiliki kekasih lain.


Silvia menengadahkan kepalanya sambil menutup kedua matanya, kedua tangannya di silangkan di tengkuk ( belakang leher Adrian ) dan bibirnya menyentuh bibir Adrian dengan lembut dan ........ (Matilopotala)


Adrian pun tak kuasa lagi menahan hasratnya. siang itu peraduan antara cinta dan nafsu antara mereka berdua pun terjadi lagi.


Karena sudah terlalu lama menahan hawa nafsunya yang tak tersalurkan, Adrian melampiaskan semuanya kepada Silvia.


******* Silvia membuat Adrian semakin liar hingga merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang sudah terlalu lama tak di rasakanya lagi.


Di tengah pertempuran, tiba tiba handphone Adrian berdering.


Yaaaahh Dinda menelpon.


Di saat Adrian akan mengakhiri pertempuran itu dan akan mengangkat teleponnya, Silvia dengan sigap langsung mencium Adrian dan mengubah posisi dirinya berada di atas 🤦🏻‍♀️🙏🏻


Adrian tak bisa berbuat apa apa lagi, kenikmatan yang sudah terlalu lama tak di rasakanya lagi membuat Adrian lupa diri. Panggilan masuk Dinda seakan terabaikan, ronde demi ronde mereka lalui siang itu.


Sampai waktu magrib menghentikan pergulatan mereka berdua.


Adrian seakan tersadarkan, Adrian teringat akan semua janji janji yang pernah di katakannya kepada Dinda. Adrian seakan tak percaya telah mengingkari janji itu. Adrian bangkit, segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Tiba tiba handphone Adrian berdering lagi.


Dinda menelvon lagi, Silvia meraih handphone itu. Di pandanginya sebuah nama yang tertulis di layar handphone adrian" Dinda syg ".. seakan terkena pukulan di dadanya jantung Silvia berdegup kencang, rasanya begitu sakit.


" Dinda, jadi namanya Dinda ". Ucap Silvia dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi , Adrian segera mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas pergi , Silvia pun tak kuasa lagi menahan Adrian.


Sepanjang jalan Adrian teringat akan Dinda. Adrian begitu menyesal telah mengkhianati Dinda.


Adrian melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Dinda.


Adrian semakin merasa bersalah.


Adrian segera menelepon Dinda. Tak menunggu waktu lama Dinda segera menjawab panggilan Adrian.


" Maaf sayang aku ketiduran " kata Adrian harus berbohong. Sekali lagi Adrian mengkhianati Dinda.


" Iya syg gak apa apa, sekarang kamu lagi di mana ? " Tanya Dinda


" Menuju kerumah kamu " jawab Adrian.


" Yaudah aku siap siap dulu ya" .. segera Dinda mematikan telvonnya .


Di depan cermin Dinda tersenyum bahagia memandangi dirinya sendiri, sebentar lagi dia akan bertemu kekasih hatinya.


Dan ring ring ring , handphone Dinda berdering. Dinda berlari kearah Handphonenya dan nomor tak di kenal.


Sebelum Dinda sempat mengangkat panggilan itu namun panggilannya segera di akhiri si penelepon.


Dan ring ring , bunyi pesan masuk dari nomor tak di kenal. Dinda pun membuka pesan itu, sebuah foto pria telanjang, di pandanginya foto itu dengan teliti dan ternyata pria yang berada di dalam foto itu tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya " Adrian ".


Dinda seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, mulutnya menganga, matanya melotot, jantungnya berdebar, badannya bergetar hebat, air matanya jatuh semakin deras, Dinda pun jatuh kelantai.


Dinda tak kuasa menahan air matanya, seakan tak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.


Dinda menangis sejadi jadinya, hatinya begitu sakit hari itu.


" Aaaaaaahhgghhhh " tangis Dinda pecah.


Dinda tersungkur di lantai seakan dia tak memiliki tenaga sama sekali.


Dan pip pip , bunyi klakson mobil Adrian menandakan bahwa dia sudah berada di depan rumah Dinda.


Dinda berusaha bangkit dari duduknya menuju ke arah depan rumah sembari mendekati mobil Adrian.


Setelah kemunculan Dinda , Adrian kaget melihat penampilan Dinda tak seperti biasanya.


Rambutnya acak acakan. Bajunya basah , wajahnya berantakan.


Adrian segera menghampiri Dinda dan menanyakan apa yang terjadi.


" Kamu kenapa ? " Tanya Adrian . Dan plaaaaaakkkkkk , satu tamparan mengenai pipi Adrian. Daaaann plaaaakkk , sekali lagi. Tamparan demi tamparan Dinda berikan untuk Adrian. Adrian masih tidak mengerti apa yang terjadi di hari itu.


" Kita putus " kata Dinda tegas.


Adrian syok mendengar perkataan Dinda. Dan ring ring , handphone Adrian berdering menerima pesan masuk dari Dinda. Setelah di bukanya, ternyata itu adalah sebuah foto pria telanjang yang tak lain adalah dirinya sendiri.


Adrian kaget, Adrian berusaha untuk menjelaskan semuanya namun dinda terlanjur sakit dan tak ingin mendengarkan apapun lagi dari Adrian, Dinda begitu membenci Adrian.


" Jangan pernah hubungi aku lagi , brengsek " kata Dinda dan langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.


Adrian mengejar Dinda namun plaaaaakkk, Dinda membanting pintu rumahnya. " Pergiiiiiiiii " teriak Dinda dari dalam rumah...


Dengan terpaksa, Adrian pun pergi dari rumah Dinda.


Di perjalanan, Adrian menangis seakan sangat menyesal telah melukai hati Dinda wanita yang sangat di cintainya itu.

__ADS_1


Mendadak Adrian menghentikan mobilnya, di ambilnya sebuah kado kecil di kantongnya. Di pandanginya kado tersebut, sebuah kalung emas yang akan di berikannya untuk Dinda. Di buangnya kalung itu, menurut Adrian kalung itu adalah penyebab berakhirnya hubungannya dengan Dinda. Karena ingin membeli kalung itu , dia harus bertemu dengan Silvia, dan mengkhianati Dinda. Adrian teriaaakkkk melampiaskan kekesalannya kepada dirinya sendiri. Dia telah menyakiti wanita yang begitu mencintainya.


Adrian masuk kembali ke dalam mobilnya, dan melaju ke arah asrama silvia. Wajah Adrian memerah, dia begitu marah..


__ADS_2