
Adrian masuk kembali ke dalam mobilnya, dan melaju ke arah asrama Silvia. Wajah Adrian memerah, dia begitu marah.
Air mata terus mengalir di pipinya. " Maafkan aku Dinda " kalimat maaf berulang kali di ucapkan Adrian, namun sayang semua sudah sangat terlambat..
Dinda takkan pernah mungkin memaafkan Adrian lagi.
Adrian terus mengusap air mata yang tak henti hentinya mengalir di pipinya. Dia begitu sangat menyesal.
Silvia telah menghancurkan hidupnya lagi. Berkali kali Adrian mengumpat, mencaci dan memaki Silvia. Emosi menguasai Adrian, wajahnya memerah, berulang kali dia memukul wajahnya sendiri, dia tak menyangka hubungannya dengan Dinda akan berakhir seperti ini.
Sesampainya di asrama Silvia, Adrian Bergegas ke arah kamar Silvia. Dia mengetuk ngentuk pintu kamar Silvia namun tak ada yang membukakan pintu, Adrian memanggil manggil nama Silvia namun sepertinya Silvia tak berada di tempat. Adrian duduk di depan kamar Silvia. Berharap Silvia akan membukakan pintu. Namun sayang, malam semakin larut, Silvia tak kunjung membukakan pintu. Hingga jam pun menunjukan pukul 3 dini hari.
Sebuah mobil Mercedez Benz berhenti tepat di depan pintu kamar Silvia. Wanita cantik keluar dari dalam mobil itu dengan mengenakan dres berwarna merah dan rambutnya terurai panjang berwarna kuning kecoklatan, yaaah wanita itu tak lain adalah Silvia..
Silvia terkejut melihat Adrian berada di depan kamarnya.
" Adrian ? " Panggil Silvia keheranan. " Kamu ngapain kesini? " Tanya Silvia lagi.
" Masuk , bukain pintunya dulu " jawab Adrian.
Silvia pun membukakan pintu kamarnya, mereka berdua pun segera masuk dan Adrian langsung mengunci pintunya.
Tanpa menunggu waktu lama, Adrian langsung menarik tangan Silvia, memegang bahunya dan mendorong Silvia ke dinding. Silvia kesakitan dan meminta Adrian untuk melepaskannya.
" Maksud kamu apa sil? Maksud kamu apa kirim foto ini ke Dinda " tanya Adrian marah , matanya melotot dan wajahnya memerah.
" Kamu pacar aku Adrian , itu alasannya " jawab Silvia dengan santai dan sambil berusaha melepaskan tangan Adrian.
" Pacar ??? Pacar kamu banyak sil. Bukan aku aja yang pernah tidur sama kamu. Bukan aku aja yang sudah menikmati tubuhmu. Dan aku bukan pacar kamu sil. Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" Kata Adrian dengan sangat marah.
" Kamu janji mau nikahin aku , aku pegang janji kamu. Trus kenapa tiba2 kamu mau menikah sama perempuan lain. Kamu pikir hanya dia saja yang sakit. Kamu pikir aku gak ??? " Jawab Silvia sambil menangis.
" Janji?? Kamu yang mengingkari janji itu sil. Kamu berkhianat, kamu gak menepati janji kamu. Kamu kenal Arif kan ? Dia sahabat aku, teman baikku. Arif cerita banyak tentang kamu, kamu adalah wanita simpannya. Kamu pikir selama ini aku gak tau ?? Dan sekarang kamu menagih janji itu ? Itu hanya merupakan perjanjian di atas bantal menurut aku . " Perkataan Adrian membuat Silvia terdiam, dia tak bisa berkata apa apa lagi. Silvia tak menyangka Arif adalah sahabat Adrian. Dan Adrian ternyata sudah mengetahui semua rahasianya.
" Kenapa kamu diam ? Kamu gak menyangka ternyata aku sudah mengetahui rahasia yang selama ini kamu simpan? Kamu wanita busuk Silvia, kamu gak pantas di cintai. " Kata demi kata yang keluar dari mulut Adrian membuat hati Silvia semakin hancur dan plaaaakkkk Silvia menampar Adrian berulang kali. Silvia memaksa Adrian untuk segera keluar dari dalam kamarnya, " keluaaaaarrrrrrrr " usir Silvia.
" aku gak akan keluar sebelum kamu bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lalukan. " jawab adrian tegas
" Gak akan. " kata silvia lantang.
" dasarr pelaaaccc .... " adrian tak melanjutkan perkataannya. Dia begitu marah namun tak sampai hati menyebut kata itu.
" pelacur ?? Iyaaaaaa aku pelacur. Puaaaaas kamu ??? Pergiiiii, aku bilang pergiiiiiiiiii , aku gak ingin lihat muka kamu lagi adrian, pergiiiiiii " teriak silvia dengar keras. Silvia menangis sesegukan, dia tak menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut pria yang di cintainya.
__ADS_1
Adrian terdiam, tak bisa berkata apa apa lagi. Dia pun segera keluar dari kamar silvia, adrian menuju mobilnya dan bergegas pergi dari tempat itu.
Adrian tak tau harus kemana, jam sudah menunjukan pukul 5 pagi. Adrian menghentikan mobilnya, duduk termenung di dalam mobil hingga pagi..
Di rumahnya, sama seperti adrian. Malam itu dinda tak bisa tidur, dinda tak henti hentinya menangis.
Kamarnya berantakan, pecahan kaca berserakan di mana mana. Semua barang barang pemberian adrian di bakarnya, foto kenangan antara mereka berdua pun di lemparkan ke dinding hingga bingkai kacanya pecah.
Seharian penuh dinda mengurung diri di kamarnya, tak ingin menemui siapapun , tak makan dan tak tidur. Dinda begitu terluka dengan kejadian ini.
Hingga esok hari, nadia datang mengunjungi dinda.
Nadia begitu kasihan melihan sahabat yang di sayanginya sehancur itu. Melihat kedatangan nadia, dinda semakin menangis. Dia memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat. Dinda menangis di pelukan nadia, nadia tak dapat lagi membendung air matanya. Nadia turut prihatin melihat penderitaan sahabatnya itu.
" Nad, sakiiitt.. aku gak kuat lagi " kata dinda sambil memukul mukul dadanya.
" iyaaa.. kamu kuat dinda. Aku yakin kamu pasti bisa lalui ini lagi. " kata nadia sambil terus mengusap kepala dinda menenangkan sahabat yang begitu di sayanginya itu.
Dinda masih dengan air matanya yang tak berhenti mengalir, berkata " aku salah apa nad, kenapa dia tega melakukan ini kepadaku ? Kenapaaaaaaa tuhaaaann ? Kenapaaaa " dinda seolah tak terima atas perlakuan adrian kepadanya. Dia benar benar terluka.
Karena merasa kasihan dan ingin menghibur sahabatnya itu. Nadia mengajak dinda jalan jalan, nonton bioskop atau karaokean.
Awalnya dinda menolak ajakan nadia, tapi akhirnya dinda pun mengiyakan ajakan itu.
Lagu " Tertawan Hati " lagu pertama yang di nyanyikan dinda. Dinda bernyanyi dengan penuh penghayatan, dan sesekali terisak di saat lirik lagunya seakan menceritakan kejadian yang serupa dengan yang di alaminya.
👩🎤 Sendiri ku tak bisa, bersama ku tersiksa. Ini kenyataannya, kita tak baik saja. Saaaa kiiit, tak sanggup. Sadarkah kita terlalu hancur, hilang habis tak bersisa 👩🎤
Lirik lagu tersebut seakan menceritakan kisah cintanya bersama adrian.
Tiba tiba, ada yang masuk ke dalam ruangan mereka. Karena keadaannya gelap, dinda tak mengenali siapa orang itu. Di tambah lagi karena sudah terlalu lama menangis hingga membuat mata dinda bengkak dan sedikit kabur. Orang itu mendekati dinda, hingga berjarak 1 meter tepat di depan dinda , setelah di teliti dengan seksama ternyata orang itu adalah adrian.
Yaah, nadia menghubungi adrian dan meminta adrian untuk datang menemui dinda.
Setelah mengetahui orang itu adalah adrian, dinda syok dan bergegas meninggalkan tempat itu, namun dengan sigap adrian meraih tangan dinda, sambil berlutut adrian meminta dinda untuk tidak pergi, adrian memohon untuk dinda memberikan dia waktu menjelaskan semuanya.
" kasih aku waktu din, aku hanya ingin menjelaskan semuanya, setelah itu terserah kamu. Aku mohon ". Dengan masih berlutut adrian memohon kepada dinda.
" percuma adrian. Apapun alasan kamu. Kamu sudah berkhianat. " jawab dinda dengan masih membelakangi adrian
" Din, kamu dengar dulu penjelasan adrian. Aku tau kamu masih sangat mencintai adrian, aku gak ingin nantinya kamu menyesal. " kata nadia ikut membujuk dinda
" tolong biarkan aku menjelaskan semuanya din. Aku mohon " pinta adrian lagi , tak terasa air matanya pun jatuh menetes di pipinya.
__ADS_1
" baiklah " dan dinda pun kembali duduk. Adrian pun ikut duduk di samping dinda dan mulai menjelaskan semuanya. Awal pertemuannya dengan silvia, perjalanan hubungan mereka hingga akhirnya pertemuan antara mereka kembali hingga terjadilah kejadian itu.
Mendengarkan semua itu dinda kembali menangis, dadanya sesak, badannya bergetar, hatinya begitu sakit. Dia tak menyangka adrian akan melakukan hal seperti itu di belakangnya.
" aku sangat menyesal dinda. Aku minta maaf . Aku benar benar menyesal ." kata adrian sambil menundukan wajahnya seakan tak ingin melihat wanita yang di cintainya menangis terluka karena perbuatannya.
" suruh orang ini pergi nad, aku gak ingin lihat wajah orang ini lagi. Suruh dia keluar , suru dia pergi nad akuuuu moohhhoooonnn " tangis dinda pun pecah, dia tak sanggup lagi membendung air matanya. Penghiatan yang di lakukan adrian kepadanya seolah tak bisa di maafkan lagi. Adrian bukan hanya sekedar membuat goresan kecil di hatinya, namun adrian sudah merobek robek hatinya hingga hancur berkeping keping..
Adrian memohon kepada dinda untuk di berikan satu kesempatan lagi, namun dinda masih pada pendiriannya dia tidak ingin melihat wajah adrian lagi.
" pergiiiiiii " teriak dinda sambil memeluk nadia.
" suruh orang itu pergi nad, aku mohon " pinta dinda. Nadiapun menganggukan kepalanya, seolah memberi kode kepada adrian untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
Dengan sangat terpaksa, akhirnya adrian pun menuruti permintaan dinda. Setelah kepergian adrian, dinda berbalik menoleh ke arah pintu sembari memanggil nama " adriaaaaann " dengan sangat lirih. dinda seakan tak tau harus bagaimana, antara cinta dan benci melanda hatinya.
Dinda masih mencintai adrian namun dinda begitu terluka dengan pengkhianatan adrian.
" Kamu gak boleh kayak gini terus Din, aku tau kamu masih sangat mencintai Adrian. Beri dia kesempatan satu kali lagi. Aku yakin dan percaya, Dia tidak akan mengulanginya lagi. Aku melihat ketulusan di mata Adrian, dia begitu mencintai kamu. Dia hanya khilaf Din. " Kata demi kata yang keluar dari mulut Nadia seakan mampu menenangkan Dinda, membuat dinda diam sesaat seolah membenarkan perkataan Nadia. Walaupun Dinda sedikit tak bisa menerima kenyataan itu, namun rasa cintanya terlalu besar untuk Adrian.
Setelah lama berbincang bincang, akhirnya Dinda pun tenang. Mereka pun pulang ke rumah.
Beberapa hari pun berlalu, tak terdengar lagi kabar tentang adrian. Semenjak hari itu , seolah Adrian benar benar menuruti permintaan Dinda untuk jangan pernah menghubunginya lagi.
Adrian bak menghilang di telan bumi. Adrian sama sekali tak menghubungi Dinda lagi.
Dinda terus teringat akan Adrian. Dia sangat merindukan Adrian.
" Kamu dimana? Aku rindu " . Kalimat sayang namun menyayat hati di ucapkan Dinda berulang kali dalam benaknya. Yahh dia begitu merindukan Adrian.
Dinda berbaring di atas ranjangnya, sambil memeluk guling. Air mata sesekali menetes membasahi bantal. Dia begitu ingin bertemu Adrian.
Di ambilnya handphone di dalam tasnya, Di tekannya nomor telepon Adrian.
Dan " Halo " . Dinda langsung mematikan teleponnya, suara seorang wanita. Yaaah yang mengangkat teleponnya bukan Adrian melainkan seorang wanita.
Hati Dinda semakin sakit.
" Siapa wanita itu "
" Apakah itu Silvia ? "
" Apakah Adrian sudah benar2 melupakan aku dan memiliki kekasih baru "
__ADS_1
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Dinda. Dadanya sesak, hatinya begitu sakit. Dinda menangis sejadi jadinya ..