RINDU YANG TAK TERGAPAI

RINDU YANG TAK TERGAPAI
Bab 7 Tahun Ajaran Baru


__ADS_3

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Anak anak sekolah sudah sibuk mempersiapkan segala peralatan sekolah. Guru-guru sudah mulai sibuk mendata anak- anak didiknya.Nasih sudah mendapatkan tempat kostnya yang tidak jauh dari kampusnya. Rosi pun sudah mendapatkan kontrakannya.


Mereka lahir dari keluarga berada.Segala kebutuhan mereka akan terasa ringan untuk dipenuhi oleh orang tua mereka. Asifa kini sudah  di kampungnya Pelembang. Bersama ayah dan ibunya. Saudara nya yang lain sudah berkeluarga semua. Tinggal Asifa sendiri yang belum menikah. Kabar dari Ita yang akan mencarikan pekerjaan untuknya belum ada hasilnya. Padahal satu Minggu lagi sekolah sudah mulai masuk.Asifa mengambil ponselnya dan menuliskan sesuatu di sana. Pertama yang di hubungi adalah kekasihnya yaitu Nasih.


Walaupun Asifa menulis pesan dan dikirimkan ke nomer Nasih dan tidak ada balasan, Asifa sudah lega. Karena Asifa cukup besar pengertian nya. Kalaupun belum di balas pesannya oleh Nasih, dalam pikiran Asifa mungkin saja kekasihnya itu sedang sibuk menjalankan aktivitas perkuliahannya.


Asifa setiap hari mengirimkan pesan untuk memberikan bentuk perhatian pada Nasih. Walaupun sekecil apapun seperti mengingatkan makan maupun ibadah. Bagi Asifa itu akan membuat Asifa merasakan ketenangan dan lega karena berpacaran jarak jauh baginya sangat sulit.


Seperti pagi ini Asifa sudah mengajar di suatu sekolah menengah pertama. Walaupun saat ini Asifa masih menjadi guru honor, Asifa cukup senang. Dia bisa mengaplikasikan ilmunya pada anak-anak didiknya.

__ADS_1


"Semoga aku bisa betah mengajar di sekolah ini. Semoga saja aku bisa sabar menjadi guru yang bisa dicontoh bagi anak-anak muridku," gumam Asifa.


Datang mendekati Asifa dengan gaya kemayu nya. Dia adalah ibu Manda. Dia guru senior di sekolah itu. Dengan wajah judes nya bertanya pada Asifa.


"Hai, kamu! Bukannya kamu seharusnya mengajar di kelas 8A jam segini? Kenapa kamu belum masuk ke kelas? Kamu tahu? Saat ini kelas itu gaduh, ribut. Itu membuat kelas lain terganggu," ucap bu Manda langsung menuduh.


"Kelas 8A? Tidak bu? Setelah jam istirahat saya baru masuk ke kelas. Saat ini saya kosong belum ada jadwal mengajar bu," kata Asifa berusaha menjelaskan.


Daripada ribut, Asifa bergegas ke kelas 8A. Walaupun sesuai jadwal yang diterimanya bukan dia yang mengajar di kelas itu. Bu Manda terlihat membusungkan dadanya menatap sebelah mata ke arah Asifa yang dengan sopan permisi ke kelas yang belum ada guru yang mengajar.

__ADS_1


Sementara itu beberapa guru melihat ke arah bu Manda.


"Baru juga menjadi guru baru dan honor, dia sudah tidak disiplin," omel bu Manda.


"Mungkin jadwal pelajaran masih kacau bu. Wajar kalau masih semrawut guru-guru bidang studi masuk ke kelas. Bahkan tadi pun saya salah masuk ke kelas," sahut pak Doris.


"Ini tugas Tata Usaha, dia yang membuat jadwal masing-masing kelas. Jangan sampai tubrukan seperti ini dong! Banyak kelas jadi kosong tidak ada guru yang mengajar," omel bu Manda.


"Sabar bu Manda! Ini baru minggu pertama masuk sekolah. Jadwal masih belum rapi," kata pak Doris dengan sabar.

__ADS_1


"Sabar! Sabar! Ini sekolah harus tertib dan disiplin," ucap bu Manda masih terus mengomel. Sementara itu pak Doris hanya bisa menyipitkan bola matanya menatap bu Manda yang suka uring-uringan.


Di kelas 8A itu, Asifa memberikan materi pelajaran bahasa Indonesia. Gadis itu menyampaikan pelajaran dengan penuh percaya diri dan lantang. Siswa-siswi menyimak pelajaran yang disampaikan oleh Asifa dengan cukup baik. Hingga jam pelajaran itu habis, beberapa murid di kelas itu mendatangi Asifa. Mereka ingin dekat dengan guru baru di sekolah itu. Asifa merasa senang memiliki murid-murid seperti mereka. Di mana Asifa bisa memposisikan dirinya sebagai teman, sahabat supaya mereka menyayangi gurunya. Setelah menyayangi guru nya akan lebih mencintai mata pelajaran nya.


__ADS_2