
Di malam hari yang gelap
Ketika itu suasana terasa begitu sunyi, tak terdengar suara apapun kecuali hanya terdengar suara anjing yang sedang menggonggong di tepi jalan.
Kabut mulai menyelimuti malam, pandangan yahya dibuat kabur olehnya sehingga membuatnya tak bisa melihat jalanan dengan jelas.
" crek......".
Hujan pun mulai turun membasahi bumi.
Di kejauhan yahya melihat sosok seorang wanita bergamis putih, wanita tersebut sangatlah cantik, Ia terlihat anggun dengan kerudung merahnya yang terbentai dari ujung kepala hingga menutupi bagian dada.
Yahya pun menghentikan laju mobilnya,
dan mulai menyapa.
" mbak..! ".
Yahya pun menghampiri wanita tersebut, dan ia pun mulai bertanya kepadanya.
" mbak, sedang apa disini ? ".
Si wanita tersebut pun tersenyum dan menjelaskan semuanya.
" oh mbak lagi nunggu jemputan dari adik laki - laki mbak, tapi mbak sudah menunggu nyampe satu jam tak kunjung datang juga, ya mau nggak mau mbak harus jalan kaki ".
" mbak, kenapa nggak di telpon aja adik laki - lakinya ? ". Tanya yahya kepada wanita tersebut
Si wanita tersebut pun menjawab.
" hmm...mbak sudah mencoba menelpon adik laki laki mbak beberapa kali, tapi nggak diangkat - angkat ".
Yahya pun merasa sangat iba kepada wanita malang tersebut, bagaimanapun juga sangatlah berbahaya bagi seorang wanita berpergian seorang diri di malam hari tanpa seorang mahramnya.
Karena merasa iba, yahya pun meminta wanita tersebut untuk diantarnya sampai ke rumah.
" mbak, kalau mbak nggak keberatan biar aku antar saja mbak sampai ke rumah ".
Pada awalnya si wanita tersebut tidak menginginkannya dan memilih untuk berjalan kaki saja karena dirasa takut akan membebani yahya, tetapi tiba - tiba saja terlintas bayangan adiknya benak pikirannya ia merasa sangat mengkhawatirkan adikknya, karena tak seperti biasanya ia tidak menjawab panggilan telpon darinya, mungkin saja ada sesuatu yang terjadi padanya.
Si wanita tersebut pun membuka pintu dan langsung masuk kedalam mobil milik yahya.
" mas, apa nggak masalah aku naik mobil dalam kondisi basah kuyup seperti ini ? ".
" iya nggak masalah kok ".
__ADS_1
Si wanita tersebut pun merasa sangat berterima kasih kepada yahya, jarang sekali ia berjumpa dengan orang yang sebaik dirinya.
" maaf ya mas, kalau saya sudah merepotkan mas ". Ucap si wanita tersebut dengan nada yang sangat lembut.
Yahya yang mendengarnya pun tersenyum seraya berkata " sudah ah, tidak usah dipikirkan yang penting kamu bisa pulang dengan selamat ".
Di perjalanan, si wanita tersebut menggigil kedinginan setelah badannya habis basah kuyup diguyur hujan, yahya yang melihatnya pun tak tinggal diam, ia menyodorkan balsem supaya ia tidak merasa kedinginan lagi.
" nih oleskan ke sekujur tubuhmu, dengan ini kamu nggak akan terlalu kedinginan lagi ".
" terima kasih mas..."
Si wanita tersebut pun langsung mengoleskan balsem ke sekujur tubuhnya yang terasa dingin, ia merasa agak sedikit lebih hangat dan tidak merasa terlalu kedinginan lagi.
Entah apa yang terjadi, si wanita tersebut kembali merasa sangat mengkhawatirkan dengan keadaan adik laki - lakinya, lantas ia pun meminta yahya untuk menaikkan laju kecepatan mobilnya, karena ia akan sangat bersedih bila ada sesuatu hal buruk yang meninpa adik laki - lakinya tersebut, bagaimanapun ia sangat menyayanginya.
" mas, laju kecepatan mobilnya dinaikkan lagi dong mas.....". Pinta si wanita tersebut kepada yahya, namun yahya tidak bisa menurutinya, karena akan sangat berbahaya bila ia berkendara dengan kecepatan tinggi di jalanan yang sangat becek dan licin karena terguyur hujan.
Sepertinya si wanita tersebut harus bersabar lebih lama.
Di perjalanan ia terus berdoa dan berharap bahwa tidak ada hal buruk yang menimpa adiknya.
Tak lama kemudian, hujan pun mulai berhenti, dan kabut pun sudah mulai menghilang sedikit demi sedikit, dan kelihatanya mereka sudah sangat dekat dengan lokasi tujuan, si wanita tersebut pun merasa lega bahwa dirinya sudah dekat dengan rumah, dan juga ia bisa melihat kondisi adik kesayangannya.
Beberapa lama kemudian....
" mas.....berhenti mas!!! ".
" ada apa mbak...? ".
" rumahku sudah sampai mas...".
Yahya pun langsung menghentikan laju mobilnya.
" yaudah mbak, mbak boleh turun ".
Si wanita tersebut pun sangat berterima kasih kepada yahya karena telah mengantarnya pulang.
" mas, aku sangat berterima kasih, karena mas sudah mau mengantarkanku pulang ".
" iya sama - sama ". ucap yahya kepada wanita tersebut.
Setelah itu yahya pun pergi meninggalkan wanita tersebut, namun sebelum dia pergi ia sempat bertanya siapa nama wanita tersebut, dan wanita tersebut pun memperkenalkan namanya
" namaku fatimah az - zahra, terkadang aku suka dipanggil fatimah, dan juga terkadang aku suka dipanggil zahra, terserah mas mau panggil aku apa "
__ADS_1
" fatimah, perkenalkan namaku yahya
al - fathi, kau boleh memanggilku dengan nama yahya "
" sudah mas, hati - hati di jalannya ya mas....".
" semoga kita berjumpa lagi, "assalamualaikum ".
" walaikumsalam ".
\*
Setelah itu mereka pun berpisah, fatimah yang dari tadi diliputi rasa khawatir kepada adik tersayangnya pun langsung memasuki rumah.
" assalamualaikum ".
Namun ketika ia mengucapkan salam tidak ada orang yang menjawabnya, apakah adiknya tidak ada dirumah ?.
Fatimah pun langsung membuka pintu rumahnya, betapa terkejutnya ia ketika melihat seisi rumahnya berantakan.
" astagfirullah, apa yang sebenarnya terjadi ". Ucap fatimah seraya memandangi rumahnya yang sangat berantakan, apakah ada perampokan sebelumnya dirumah ini ?.
Fatimah nampak sangat kebingungan, lantas ia pun langsung bergegas mencari adiknya, karena ia sangat mengkhawatirkannya, jangan - jangan ada sesuatu yang buruk menimpa adikku, aku harus segera bergegas mencarinya.
Fatimah pun mulai mencari adiknya disetiap ruangan, namun ia tidak juga menemukannya, yang ia temukan hanyalah barang - barangnya yang hancur berserakan.
" dik......dimana kamu nak...." .Teriak fatimah seraya meneteskan air mata di kedua bola matanya.
" adik.......".
Sudah hampir lima belas menit ia mencari adiknya tetapi ia tidak bisa menemukannya, ia tampak sangat gelisah dan berharap ia bisa menemukannya, kini sudah dua puluh menit ia mencarinya di dalam rumah, fatimah pun mulai mencari adiknya keluar rumah, pertama ia mencarinya di kolam renang yang berada di samping rumahnya seraya berteriak.
" adik........".
Fatimah tidak melihat tanda - tanda keberadaan adiknya di kolam renang yang berada di samping rumahnya tersebut, lantas ia pun kembali mencarinya di tempat lain, dan kini ia akan mencarinya di kandang kambing yang berada di belakang rumahnya.
" adik.....".
Fatimah terus berteriak memanggil sang adik tercintanya, ia sudah mulai kelelahan mencari adiknya, suara nya pun mulai serak karena terlalu banyak berteriak, tetapi ia sama sekali tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang mulai melemah karena kelelahan ini, ia tetap akan mencari adiknya bagaimanapun caranya.
Namun betapa terkejutnya fatimah ketika ia berada di kandang kambig yang berada di belakang rumahnya, ia melihat semua kambing yang berada didalam kandang tersebut mati dengan kondisi lehernya yang telah disembelih,
__ADS_1
darah kambing bercucuran di kandang tersebut, melihat pemandangan mengerikan tersebut fatimah tak kuasa menahan air matanya, ia menangis dan tak bisa berkata apa - apa lagi, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kejadian buruk apa yang sedang melandanya tersebut, cobaan apa yang sedang ia hadapi ini, fatimah terus menangis mengeluarkan derai air mata yang kini sudah membasahi pipinya yang merona, kini ia sudah tidak tahu lagi apa yang harus di perbuatnya, ia hanya bisa menangis memandangi pemandangan yang sangat mengerikan tersebut.