
" aaarghhhh "
" dani ...dani...dani kamu kenapa ? " tanya fatimah seraya menepuk pipi dani dengan penuh kekhawatiran .
" oh, ternyata ini hanyalah sebuah
mimpi " ucap dani dengan nafas yang terengah-engah.
" tapi kamu tidak apa - apa kan " tanya fatimah seraya mengusap wajah dani yang penuh dengan keringat.
" aku baik - baik saja kok kak " ucap dani yang merasa lega karena kakak nya sudah kembali berada disisinya.
" yasudah, kamu harus cukup beristirahat, tenang aja kakak bakalan ada disini kok buat jagain dani " ucap fatimah.
" ya kak, makasih banyak udah mau jagain aku " setelah itu dani pun kembali tertidur, dan ia tidak lagi merasa khawatir dan ketakutan, karena, karena ada kakak tercintanya yang bersedia untuk menemaninya.
~ * ~
Di pagi yang cerah...
Fatimah pergi keluar rumah sakit, ia merasa sesak jika terus berada di dalam rumah sakit tersebut, ia ingin menghirup udara segar di luar sana.
Namun, baru saja keluar dari rumah sakit tersebut, tiba - tiba saja ia melihat yahya berada tepat di depan matanya, fatimah merasa heran ada apa yahya berkunjung ke tempat seperti ini, apakah ada keluarga atau kerabatnya yang sedang sakit ?
__ADS_1
Fatimah pun penasaran, lantas ia pun langsung menghampirinya.
" yahya sedang apa kau disini ? " tanya fatimah dengan agak sedikit gugup, ia tidak tahu kenapa, tiba - tiba saja detak jantungnya terasa berdebar kencang, ia merasa sedang hanyut kedalam sebuah lubang cinta yang sangat dalam, namun, fatimah pun langsung menyadarkan dirinya, karena, bagaimana pun mungkin saja yahya sudah berkeluarga, fatimah mau tidak mau ia harus membuang
jauh - jauh pikiran negatif nya tersebut, walaupun terasa sangat sulit untuk dilakukan, karena bagaimanapun hati seorang wanita tidak mungkin bisa dibohongi.
" oh, aku sedang mengecek rumah sakit ku ini " ucap yahya.
Fatimah sangat terkejut dengan apa yang diucapkan yahya barusan.
" apa ? rumah sakit mu ? " tanya fatimah kepada yahya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
" hmmm, sebenarnya ini adalah bekas rumah sakit milik istri ku, dia adalah dokter yang hebat, tetapi sebelum meninggal dunia, ia berwasiat supaya aku merawat rumah sakit untuk kepentingan umat " ucap yahya seraya tersenyum dan memandang wajah fatimah yang sangat mirip dengan wajah istrinya.
" ya terima kasih fatimah " .
Setelah lama berbincang - bincang mereka pun memasuki rumah sakit tersebut bersamaan.
~ * ~
Yahya dan fatimah pun masuk kedalam kamar dimana dani sedang dirawat, yahya tersenyum melihat sepasang kakak beradik yang begitu mesra, fatimah terlihat sangat mencintai adiknya tersebut, begitu pula dengan dani yang sangat mencintai fatimah, hubungan diantara mereka terlihat begitu harmonis dan membuat iri yahya yang melihat hubungan erat antara mereka berdua.
__ADS_1
" kak, siapa ini siapa ? " tanya dani kepada fatimah seraya melirik dani yang tidak dikenalnya.
" oh perkenalkan, ini namanya pak yahya dia orangnya baik kok " jawab fatimah.
Yahya pun hanya tersenyum ketika mendengar jawaban singkat fatimah mengenai dirinya.
" oh iya deh, tapi ngomong - ngomong kalian cocok juga ya " ucap dani dengan polosnya.
Fatimah yang mendengarnya langsung tersipu malu, pipinya langsung terlihat memerah setelah mendengar ucapan polos adiknya tersebut.
" sttttt, dani kamu apa - apaan sih, nggak boleh tau nggak ngomong kayak gitu! " tegur fatimah kepada dani.
" iya - iya santai aja kali kak ah, ngomong - ngomong dani kan cuman bercanda " celetus dani kepada fatimah.
" canda mu itu kelewatan ". ucap fatimah dengan kesalnya.
Yahya merasa iri ketika mendengar mereka berdua saling beradu jotos mulut, dan sepertinya hal peristiwa tersebut mengingatkan nya kepada sebuah kenangan indah bersama istri tercintanya, dimana mereka berdua saling mengomel, saling mencubit pipi, saling bertukar cerita dan masih banyak lagi kenangan indah yang ia ingat kembali pada saat itu.
Namun selain merasa senang yahta juga terkadang merasa sedih bila terus - menerus mengingat kenangannya bersama istri tercintanya tersebut, karena selalu saja terngiang dalam benak pikirannya untuk mengingat peristiwa yang sama sekali tidak diinginkannya, ia harus menerima kenyataan pahit setelah mendengar kabar bahwa istri tercintanya mengalami sebuah kecelakaan dan harus meninggalkan nya selama - lamanya.
" fatimah, maafkan aku, sepertinya aku harus pergi meninggalkan kalian terlebih dahulu ya, karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan saat ini " ucap yahya pamit untuk pergi mengerjakan sedikit urusannya.
" oh iya, nggak apa - apa kok, ngomong - ngomong aku sangat berterima kasih sekali padamu karena sudah mau menjenguk adik ku ini " ucap fatimah kepada yahya.
~ * ~
__ADS_1