Ritual Santet

Ritual Santet
Bab 3 _ Rumah sakit


__ADS_3

Fatimah bergegas pergi menemui dani dirumah sakit, ia ingin sekali melihat kondisi adiknya tersebut, sebagai seorang kakak, fatimah merasa bahwa dirinya lah yang bersalah atas kecelakaan yang dialami adik tercintanya.


Sesampainya dirumah sakit, fatimah langsung menemui dokter dan bertanya mengenai kondisi adiknya.


" dok....bagaimana kondisi adik saya sekarang ? ".


Si dokter pun menjawab " kami tidak bisa memastikan kondisinya untuk saat ini, karena cedera kepala yang dialaminya cukup parah ".


" dok..bolehkah saya menemui adik saya ? ".


" tentu saja, ibu boleh menemuinya, sekarang ia berada di ruangan 102 ".


" terima kasih ".


Fatimah pun pergi menemui adiknya di ruangan 102, diperjalanan sebelum sampai ke ruangan 102 fatimah bertemu dengan sosok seorang nenek tua yang berada di depan pintu ruangan 102, ia pun menghampiri nenek tersebut seraya bertanya.


" nek, sedang apa disini ? ".


Akan tetapi si nenek tua tersebut tidak menjawab, ia hanya diam membisu tanpa kata - kata, sorot mata si nenek tersebut terlihat tajam, membuat fatimah ketakutan melihatnya, tiba - tiba saja tubuh si nenek melayang, fatimah terperanjak dan terjatuh kebelakang karena ketakutan.


Fatimah pun berteriak.


" ahhhhhhhhh.....".


Seorang suster pun datang ke tempat lokasi dan langsung menenangkan fatimah yang berteriak histeris dan memejamkan mata.


" pergi...pergi ".


" bu...., tenang bu ".


" apa yang sebenarnya terjadi pada ibu ? ".


Fatimah pun membuka matanya, tiba - tiba saja sosok nenek tua tersebut sudah menghilang dihadapannya.


" kemana nenek tersebut ? ".


" nenek yang mana bu ? dari tadi disini tidak ada siapa - siapa ". Ucap seorang suster dengan agak sedikin merasa keheranan mendengarnya.


Suster tersebut pun langsung mengantar fatimah kedalam ruangan 102 dimana dani dirawat disana.


" ibu, ayo biar saya antar masuk kedalam menemui adik ibu ".


Fatimah pun memasuki ruangan 102, ia melihat dani yang masih tak sadarkan diri, luka di kepalanya terlihat begitu parah, ia berharap dani bisa cepat kembali sehat seperti sedia kala.


 


\*


 

__ADS_1


Di pagi hari yang indah.


" bummm.....".


Yahya pun berangkat menuju kantor perusahaannya, hari ini ia merasa bahwa dirinya akan sangat sibuk, karena banyak sekali dokumen yang harus ia selesaikan, seiring berjalanya waktu perusahaannya mulai berkembang pesat, namun siapa yang menyangka ternya mempunyai sebuah perusahaan besar juga memiliki sebuah resiko yang besar pula, ia harus mengorbankan banyak sekali waktu istirahatnya, dari hari ke harinya ia terlihat begitu sibuk, sehingga ia selalu saja pulang disaat malam sudah larut, padahal ia sangat ingin sekali bermain bersama anaknya, namun ia tidak mempunyai pilihan, bagaimanapun ini adalah jalan yang ia pilih.


Di tengah perjalanan.


yahya bertemu dengan fatimah di sebuah rumah sakit, fatimah terlihat sedang berada di halaman depan rumah sakit tersebut, yahya pun langsung menghampirinya dan bertanya.


" fatimah, kau sedang apa disini ? apa ada dari keluargamu yang sedang sakit ? ".


Raut wajah fatimah terlihat begitu sedih, nampak sekali kekhawatiran dalam dirinya.


" aku sedang menjenguk adikku, ia mengalami sebuah kecelakaan ".


Yahya terkejut mendengarnya, pantas saja adiknya tersebut tidak menjemputnya kemarin malam, yahya turut berduka atas peristiwa naas yang menimpa adik kesayangannya.


" fatimah, kamu yang sabar ya ".


" iya mas ".


Sepertinya yahya mulai menyukai kepribadian fatimah yang baik dan lembut, selain itu ia juga terlihat begitu cantik dan menawan, sepertinya banyak lelaki yang menginginkanmu fatiimah.


Entah kenapa setiap yahya berhadapan dengan fatimah, ia merasa ingin sekali berlama - lama dengannya, sehingga ia lupa bahwa sekarang sudah waktunya untuk segera pergi ke kantor.


" fatimah aku berangkat ke kantor


" oh iya mas, hati - hati di jalannya ".


Sebelum yahya berangkat ia memberikan no whatsup kepada fatimah, supaya mereka bisa menghubungi satu sama lain.


 


\*


 


Pada pukul 15.30.


Dani sudah mulai bisa membuka matanya, ia sudah kembali siuman, ia melihat kakaknya sedang berada di sisinya, tetapi ia merasa kebingungan atas apa yang terjadi padanya.


" kak, aku ini dimana ? " . Tanya dani kepada fatimah kakanya.


" kamu sedang berada di rumah sakit, karena kamu kemarin mengalami kecalakaan ". Jawab fatimah yang sudah merasa lega setelah melihat adiknya siuman.


Dani pun mencoba mengingat kejadian yang menimpanya siang kemarin, tetapi ia tidak mengingat apa - apa mengenai kecelakaan tersebut.


" dani, kakak mau pulang dulu ya, entar malam kakak kesini lagi kok ". Ucap fatimah dengan lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Fatimah pun sudah berangkat pulang ke rumah dan meninggalkan si adik seorang diri, nampaknya kini fatimah sudah tidak terlalu khawatir lagi mengenai kondisi adiknya, karena ia yakin adiknya akan baik - baik saja.


Setelah kakaknya pulang ke rumah dani mencoba mengingat kembali kejadian yang menimpanya, tetapi lagi - lagi iya memang tidak teringat sedikit pun mengenai kejadian tersebut, kejadian tersebut terasa dihilangkan dalam memorinya, dan akhirnya karena ia merasa sedikit kebingungan dani pun memejamkan matanya, menunggu kakaknya kembali ke rumah sakit untuk menjenguknya.


" dani....dani....dani.....".


Terdengar ada seseorang yang memanggil namanya, suara tersebut terdengar halus, dani berpikir mungkin kakaknya sudah kembali untuk menjenguknya, tetapi sepertinya suara tersebut terasa asing didengar, suara tersebut tidak seperti suara kakaknya, mungkin saja suara seorang suster yang hendak merawatnya, tetapi sepertinya bukan, sepertinya suara tersebut bukanlah suara suster, karena biasanya suster tidak pernah memanggil seperti itu.


" dani....dani....dani....".


Suara tersebut terdengar semakin jelas,


dani merasa penasaran dengan suara tersebut.


" siapa disana ? ".


Ketika dani bertanya, tidak ada orang yang menjawabnya padahal tadi baru saja ada seseorang yang memanggilnya, betapa terkejutnya dani ketika ia melirik ke arah jam dinding, ternyata jam dinding tersebut menunjukan pukul 11.45.


Ia merasa kecewa terhadap kakaknya, ternyata ia mengingkari janjinya bahwa ia akan menjenguknya lagi.


"tep....ktep.....tep..".


Tiba - tiba saja lampunya berkedup hidup dan mati, ruangan pun menjadi terasa dingin, kini suasana rumah sakit berubah menjadi sedikit mencekam.


" suster......".


Dani mencoba memanggil suster, tetapi tidak ada yang menjawab panggilannya tersebut.


Ruangan yang awalnya tercium aroma pengharum ruangan, kini berubah menjadi bau darah dan daging yang yang terbakar.


Dani pun mencoba untuk keluar dari ruangan tersebut, dengan susah payah dani turun dari ranjang pasien, ia pun mencoba jalan menuju luar ruangan, ruangan yang berkedup membuat dani merasa kepayahan untuk berjalan.


Dani merasa ada seseorang yang menyentuh pundaknya, ketika hendak keluar dari ruangan tersebut.


Di luar ruangan, dani melihat seorang suster yang sedang berdiri di samping pintu ruangannya, dani pun menyapa suster tersebut.


" suster....".


Si suster hanya terdiam membisu.


Betapa terkejutnya dani ketika melihat bagian perut si suster tersebut bolong dan belumuran darah, suster tersebut pun menghampiri dani dengan tangan yang seakan ingin mencikik lehernya.


Lantas dani pun mencoba melarikan diri dari suster tersebut, ia memaksakan dirinya untuk bisa berlari walaupun tubuhnya masih dalam kondisi yang tidak baik, ia terus berlari hingga ia merasa jauh dari suster tersebut, dan sepertinya ia sudah berhasil melarikan diri, napasnya terengah - engah, dadanya terasa sakit dan tidak bisa kembali berlari, dani pun duduk untuk beristirahat sejenak seraya memegang dadanya yang terasa sakit.


Baru saja ia beristirahat, tiba - tiba saja di depan wajahnya muncul sesosok kuntilanak, dani begitu ketakutan ia berteriak dan kembali berlari menjauhi sosok kuntilanak tersebut, ia terus berlari, namun ketika ia berlari tiba - tiba saja ada seseorang yang menyenggol dan membuatnya terjatuh.


Terlihat di depan matanya ada seorang anak kecil dengan wajahnya yang hancur dan sudah tak berbentuk.


Sosok anak kecil tersebut membawa sebilah pisau dan " slebbb..."

__ADS_1


"ghaaaaaa...."


__ADS_2