Ritual Santet

Ritual Santet
Bab 9 : Raffa


__ADS_3

Tok..tok..tok


"raffa..." seru yahya yang baru saja pulang dari rumah sakit.


"raff..., buka pintunya" serunya sekali lagi


Klekkk


Pintu pun terbuka


"tumben ayah pulang cepat " ucap raffa


"ayah sedikit ingin beristrahat, ayah minta izin cuti sebentar, palingan cuman tiga hari" jelas yahya


"bagaimana dengan pasien ?" tanya raffa


"ah, kamu jangan khawatir sudah ada yang mengurusnya" jelasnya sambil memasuki rumah


"ngomong-ngomong kamu sudah makan siang ?" tanyanya balik


"sudah kok yah, tadi ibu memasakanku perkedel, rasanya enak seperti biasanya" ungkap raffa


"kamu, jangan mengada-ngada, ibu sudah lama meninggal" jelas yahya


"ayah membawakanmu nasi padang, tadi ayah membelinya ketika hendak pulang" tambahnya


"yuk kita makan" ajaknya


Mereka berdua pun menuju ruang makan


Sesampainya di ruang makan, mereka membuka nasi padang tersebut, dan memakannya, namun entah mengapa raffa terlihat tidak ingin memakan nasi padang tersebut.


" kenapa tidak dimakan ?, padahal enak loh "


Raffa hanya terdiam dan memandangi nasi padang tersebut tanpa memakannya.


" raffa nanti sakit loh " ujar yahya


Raffa masih terdiam dan juga tidak mengatakan sesuatu, yahya terus menghela napas atas sikap yang raffa tunjukan ini.

__ADS_1


" wah, kalian lahap " ucap raffa seperti berbicara dengan seseorang


mendengar apa yang diucapkan oleh raffa membuat yahya semakin terheran-heran dengan tingkah lakunya yang semakin kesini semakin kesana.


" yang lahap siapa ? Ayah maksudnya " tanya yahya


Raffa pun tertawa kecil lalu menjawab


" hihihihi bukan ayah, tapi mereka "


Yahya merasa ada yang aneh pada diri raffa, dan memang semenjak kepergian istrinya tingkah raffa menjadi sedikit aneh, ia sering terlihat berbicara sendiri dan menyebut-nyebut ibunya, namun kali ini tingkahnya lebih aneh dibanding biasanya, yahya pun bertanya lagi kepadanya


" coba ceritakan pada ayah, kamu melihat apa ? "


Mendengar hal itu raffa pun berlari menuju ke kamar mandi, yahya yang melihatnya pun langsung mengejarnya, larinya sangat cepat bahkan yahya pun tak bisa mengejarnya, di kamar mandi raffa terlihat sedang asyik bermain air didalamnya, seperti bermain dengan seseorang, ia tertangkap basah sedang berbicara dengan orang lain, namun entah dengan siapa ia berbincang-bincang, karena tidak ada satu orang pun di kamar mandi selain dirinya, yahya pun menghampiri raffi dan bertanya kepadanya


" raffa, sedang bicara sama siapa kamu ? " tanyanya


" teman " jawab raffa sambil tertawa kecil


Hihihi


Raffa kembali ke ruang makan, dan memakan nasi padang yang ada di atas meja tadi itu, ia memakannya dengan sangat lahap, bahkan ia pun sampai memakan nasi padang yahya yang belum sempat ia habiskan tadi.


" hei, sepertinya kau nampak sangat lapar " ujar yahya pada raffa


Raffa yang tak menghiraukannya pun terus dengan lahap memakannya hingga habis, setelah habis, raffa pun pergi ke kamar tidur, sedangkan yahya ia hanya mengikutinya dari belakang dan ingin tau apa yang akan dilakukannya sekarang, di kamar tidur raffa pun berkata bahwa ia ingin tidur siang dan menyuruh yahya untuk keluar dari kamarnya, dan yahya pun meng-iyakannya dan langsung menutup pintu.


...****************...


" ok guys, kita sudah sampai dirumah " ucap fatimah


Dani dan zahra pun turun dari mobil


" fat, keknya gua langsung pulang aja deh " pamit zahra


" yaudah hati-hati dijalan " seru fatimah


" ngomong-ngomong, lu mau gua anterin nggk " bujuk fatimah

__ADS_1


" nggak, nggk usah, mau sendiri aja " ujar zahra


Zahra pun pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki yang kebetulan rumahnya juga tidak terlalu jauh, sedangkan dani dan fatimah mereka pun masuk kedalam rumah, dan didalam rumah fatimah mengajak bicara dani dengan semua hal yang aneh menimpa mereka berdua.


" dani, kamu merasa ada yang aneh nggak sih belakangan ini ? " tanya fatimah


Dani pun hanya terdiam, karena ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh fatimah, namun ia belum bisa menceritakan semuanya.


" kak, sebetulnya aku ketika di rumah sakit mengalami banyak sekali hal yang menakutkan" ungkap dani


" namun aku nggak bisa mengungkapkan semuanya saat ini, aku perlu waktu yang tepat untuk menjelaskannya " lanjutnya


" yaudah, nggak papa lain kali aja " ujar fatimah sambil mengelus kening adiknya itu.


Setelah itu fatimah pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua


" dani.., kamu mau makan apa ? " tanya fatimah


" apa aja deh, yang penting bisa dimakan " jawab dani.


Setelah itu fatimah pun mulai memasak, namun ketika ia hendak mengambil bumbu tiba-tiba saja ia melihat ada segumpalan kain kafan di bawah rak bumbu, lantas ia pun mengambil kain kafan tersebut dengan terheran-heran, lalu ia pun membakarnya diatas api kompor.


...****************...


Di tengah malam tepatnya pada pukul 23.20


Raffa sedang tertidur bersama ayahnya, saat itu yahya terlihat tertidur cukup pulas begitu juga dengan raffa, mungkin karena cuaca nya yang dingin dikarenakan hujan cukup deras diluar, sehingga angin dingin yang menyertai hujan pun sampai masuk ke ventilasi, sehingga membuat mereka berdua tertidur pulas.


Namun pada pukul 23.53, raffa terbangun dari tidurnya lalu berjalan melewati pintu yang tiba - tiba saja terbuka dengan sendirinya, raffa mendengar suara anak kecil yang terus - menerus memanggilnya.


Raffa ayo bermain, ayoooo ikuti aku !!!


Raffa yang mendengarnya pun mengikuti suara tersebut, ia terus berjalan sampai tiba di pintu depan rumah, namun saat itu pintu depan masih terkunci, lalu raffa pun keluar rumah melalui jendela, di luar rumah hujan semakin deras, dan disana raffa bertemu dengan segerombolan anak-anak dengan kondisi wajah yang pucat dan terdapat banyak sekali luka di tubuhnya, seperti orang yang baru saja mengalami kecelakaan, bahkan salah satu diantara mereka hanya memiliki satu lengan saja, raffa pun bermain dengan mereka bersama derasnya hujan yang mengguyur, mereka sudah seperti sangat akrab satu sama lain, raffa sering kali tertawa bersama mereka, dia sudah menganggap bahwa mereka adalah teman-temannya.


Sementara itu, yahya yang tertidur pulas tak mengetahui bahwa anaknya sedang berada di luar rumah disaat derasnya hujan, ia kali ini benar-benar tertidur sangat pulas.


" temen-temen, aku duluan ya, aku takut ayahku terbangun " ujar raffa kepada mereka


" jangan khawatir, ayahmu sudah kami urus, dia tidak akan bangun cepat, sebaiknya kita terus bermain dan bersenang-senang " jawab seorang anak yang hanya memiliki satu mata.

__ADS_1


Lantas mereka pun kembali bersenang-senang sampai menjelang fajar atau lebih tepatnya pukul 04.20.


__ADS_2